Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
PT AXA Mandiri Financial Services mencatat pendapatan premi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI sebesar Rp2,3 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan industri unit-linked versi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), yang naik 10,3% menjadi Rp35,73 triliun pada periode yang sama. Selisih laju pertumbuhan sekitar 5,7 poin persentase menunjukkan AXA Mandiri tumbuh lebih cepat dibandingkan agregat industri dalam data yang tersedia.

Namun tantangan utama unit-linked masih sama: produk ini menggabungkan proteksi dan investasi sekaligus, sehingga tingkat pemahaman nasabah menjadi krusial. Bagi AXA Mandiri, prospek 2026 bukan hanya soal mengejar kenaikan premi, tetapi juga memastikan produk sesuai kebutuhan dan profil risiko nasabah.

Ringkasan
  • Premi unit-linked AXA Mandiri mencapai Rp2,3 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16% YoY.
  • Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan premi unit-linked industri versi AAJI sebesar 10,3%.
  • AXA Mandiri menilai tantangan utama masih pada pemahaman nasabah terhadap proteksi, risiko investasi, dan horizon jangka panjang.

Premi Unit-Linked AXA Mandiri Naik 16%

Chief Marketing, Product & Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke menyebut pertumbuhan premi unit-linked mencerminkan meningkatnya minat nasabah terhadap solusi yang menggabungkan perlindungan dengan potensi pengembangan nilai investasi.

Rp2,3 T Premi unit-linked H1/2026
+16% Pertumbuhan YoY
Rp35,73 T Premi industri unit-linked H1/2026
+10,3% Pertumbuhan industri

Jika angka pertumbuhan 16% dihitung mundur, premi unit-linked AXA Mandiri pada semester I/2025 secara implisit berada di sekitar Rp1,98 triliun.

Angka tersebut cukup dekat dengan nilai sekitar Rp2 triliun yang disebut sebagai basis tahun lalu dalam bahan. Selisihnya berasal dari pembulatan.

Indikator AXA Mandiri Industri AAJI
Premi H1/2026 Rp2,3 T Rp35,73 T
Pertumbuhan YoY +16,0% +10,3%
Selisih pertumbuhan +5,7 poin persentase

Secara indikatif, premi unit-linked AXA Mandiri setara sekitar 6,4% dari total premi unit-linked industri yang dicatat AAJI pada semester I/2026.

Namun angka tersebut tidak tepat disebut sebagai pangsa pasar definitif karena basis pelaporan perusahaan dan agregat asosiasi dapat memiliki klasifikasi yang berbeda.

Poin penting: AXA Mandiri tumbuh lebih cepat daripada industri dalam data semester I/2026, tetapi ukuran premi saja belum cukup untuk menilai kualitas bisnis. Persistensi polis, klaim, biaya, kualitas penjualan, dan kepuasan nasabah juga menentukan apakah pertumbuhan tersebut sehat.

Siapa yang Banyak Membeli Unit-Linked?

Menurut AXA Mandiri, unit-linked banyak diminati masyarakat usia produktif yang memiliki kebutuhan perlindungan jangka panjang sekaligus tujuan finansial masa depan.

Tujuan tersebut antara lain pendidikan anak, persiapan pensiun, hingga perlindungan aset keluarga.

Profil Kebutuhan Nasabah Relevansi Unit-Linked
Proteksi jiwa Memberikan perlindungan sesuai polis
Pendidikan anak Membutuhkan horizon jangka panjang
Pensiun Mengandalkan akumulasi dana bertahap
Perlindungan aset keluarga Membutuhkan proteksi sekaligus perencanaan finansial
Investasi jangka panjang Nilai investasi dapat berfluktuasi dan membutuhkan toleransi risiko

Karakter ini membuat unit-linked lebih relevan bagi nasabah yang memang memiliki horizon panjang dan memahami bahwa nilai investasi bisa naik maupun turun.

Dengan kata lain, unit-linked bukan sekadar produk asuransi yang “ada investasinya”, tetapi produk yang menuntut pemahaman atas dua sisi sekaligus: manfaat proteksi dan risiko pasar.

Prospek 2026 Positif, tapi Risiko Misselling Tetap Ada

AXA Mandiri masih melihat prospek unit-linked positif hingga akhir 2026, terutama bagi nasabah yang membutuhkan kombinasi perlindungan jiwa dan potensi pengembangan nilai investasi.

Perusahaan berencana memperkuat kualitas produk, memperluas pilihan strategi investasi, dan menyesuaikan pengelolaan portofolio dengan kondisi pasar.

Namun manajemen juga mengakui bahwa tingkat pemahaman masyarakat masih sangat beragam.

Beberapa aspek yang perlu dipahami nasabah antara lain manfaat proteksi, risiko investasi, potensi hasil, dan pentingnya perspektif jangka panjang.

Ini titik kritisnya: unit-linked bisa menjadi produk yang berguna bila sesuai kebutuhan. Tetapi jika dijual seolah-olah hanya produk investasi dengan bonus proteksi, risiko salah persepsi akan meningkat. Di sinilah transparansi dan suitability menjadi sangat penting.

Industri Unit-Linked Juga Sedang Tumbuh

Momentum AXA Mandiri terjadi saat industri unit-linked secara keseluruhan juga membaik.

AAJI mencatat premi unit-linked semester I/2026 tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun.

Jika dihitung mundur, premi pada semester I/2025 secara implisit berada di sekitar Rp32,39 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menilai meningkatnya minat antara lain berkaitan dengan kondisi pasar investasi. Saat beberapa instrumen mengalami penurunan harga, sebagian advisor melihatnya sebagai kesempatan masuk untuk horizon yang lebih panjang.

Tetapi narasi “pasar turun berarti saat terbaik membeli unit-linked” sebaiknya tidak dipahami terlalu sederhana.

Unit-linked memiliki struktur biaya dan perlindungan yang berbeda dari reksa dana atau saham. Nilai investasi nasabah tidak hanya dipengaruhi pergerakan pasar, tetapi juga oleh mekanisme polis dan biaya produk.

Intinya: AXA Mandiri berhasil mencatat premi unit-linked Rp2,3 triliun dengan pertumbuhan 16% pada semester I/2026, lebih cepat daripada pertumbuhan industri 10,3%. Namun pertumbuhan yang sehat tidak cukup diukur dari premi baru. Kualitas edukasi, kesesuaian produk, persistensi polis, dan pemahaman nasabah akan menentukan apakah pertumbuhan tersebut berkelanjutan. Produk yang rumit memang bisa laku; tantangannya memastikan pembelinya tahu apa yang sebenarnya mereka beli.

FAQ Unit-Linked AXA Mandiri 2026

Berapa premi unit-linked AXA Mandiri pada semester I/2026?
Premi unit-linked AXA Mandiri mencapai Rp2,3 triliun pada semester I/2026.
Berapa pertumbuhan premi unit-linked AXA Mandiri?
Premi unit-linked AXA Mandiri tumbuh sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Siapa yang menjadi target utama produk unit-linked?
Menurut AXA Mandiri, produk ini banyak diminati masyarakat usia produktif yang membutuhkan perlindungan jangka panjang sekaligus mempersiapkan tujuan keuangan seperti pendidikan anak, pensiun, dan perlindungan aset keluarga.
Berapa premi unit-linked industri pada semester I/2026?
AAJI mencatat premi unit-linked sebesar Rp35,73 triliun atau tumbuh 10,3% secara tahunan.
Apa tantangan utama pemasaran unit-linked?
Salah satu tantangan utama adalah beragamnya tingkat pemahaman nasabah mengenai manfaat proteksi, risiko investasi, potensi hasil, biaya, dan pentingnya horizon jangka panjang.
Apakah unit-linked cocok untuk semua nasabah?
Tidak. Unit-linked lebih sesuai bagi nasabah yang memahami struktur proteksi dan investasinya serta memiliki kebutuhan dan profil risiko yang cocok dengan karakter produk tersebut.
Sumber: Keterangan PT AXA Mandiri Financial Services dan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Jika premi Rp2,3 triliun tumbuh 16%, nilai periode pembanding secara implisit sekitar Rp1,98 triliun. Premi unit-linked industri semester I/2025 diperkirakan sekitar Rp32,39 triliun dari Rp35,73 triliun dibagi 1,103. Pertumbuhan AXA Mandiri sekitar 5,7 poin persentase lebih cepat daripada pertumbuhan industri. Nilai premi AXA Mandiri setara sekitar 6,4% dari angka premi industri AAJI jika basis keduanya diasumsikan sebanding.

Catatan: Bahan menyebut premi tahun sebelumnya sekitar Rp2 triliun sekaligus pertumbuhan 16%. Secara aritmetika, Rp2,3 triliun dibandingkan Rp2 triliun menghasilkan pertumbuhan sekitar 15%, sedangkan pertumbuhan 16% mengimplikasikan basis sekitar Rp1,98 triliun. Perbedaan kemungkinan berasal dari pembulatan. Angka 6,4% tidak disebut sebagai pangsa pasar resmi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli produk unit-linked. Nasabah perlu memahami manfaat perlindungan, risiko investasi, biaya, pengecualian, horizon investasi, dan ketentuan polis sebelum mengambil keputusan.