Receh.in — Investor asing membukukan net foreign sell Rp240,4 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, ketika IHSG turun 1,02% ke level 6.009.
Tekanan jual terbesar di pasar reguler terjadi pada BMRI, GOTO, dan BBRI. Sebaliknya, DSSA, ENRG, dan TLKM menjadi tiga saham dengan pembelian bersih asing terbesar.
Jika seluruh pasar digabungkan, termasuk transaksi negosiasi, net foreign sell asing mencapai sekitar Rp241,8 miliar. Angka all trade hanya sedikit lebih besar daripada pasar reguler karena pasar negosiasi sendiri mencatat net sell yang relatif kecil, sekitar Rp1,4 miliar.
Data ini menunjukkan asing masih cenderung menjual secara agregat, tetapi arus dana tetap selektif. Menariknya, TLKM yang sehari sebelumnya masuk daftar saham dengan net sell besar justru berbalik menjadi salah satu net buy terbesar pada perdagangan 1 Oktober.
- Asing mencatat net sell Rp240,4 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp241,8 miliar untuk seluruh pasar.
- BMRI, GOTO, dan BBRI menjadi saham dengan net sell asing terbesar.
- DSSA, ENRG, dan TLKM menjadi tiga saham dengan net foreign buy terbesar.
Asing Net Sell Rp240,4 Miliar di Pasar Reguler
Berdasarkan data IPOT, nilai pembelian asing di pasar reguler mencapai sekitar Rp3,45 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai sekitar Rp3,69 triliun.
Selisih keduanya menghasilkan net foreign sell sekitar Rp240,4 miliar.
| Pasar Reguler | Nilai |
|---|---|
| Foreign buy | Rp3,45 triliun |
| Foreign sell | Rp3,69 triliun |
| Net foreign sell | Rp240,4 miliar |
Aksi jual asing terjadi ketika IHSG melemah 1,02% ke level 6.009.
Namun net sell asing bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah IHSG. Indeks tetap mencerminkan gabungan pergerakan banyak saham dengan bobot kapitalisasi yang berbeda.
BMRI dan GOTO Paling Banyak Dilepas
BMRI menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler, yakni Rp68,4 miliar.
GOTO menyusul sangat dekat dengan net sell Rp68,2 miliar, sementara BBRI mencatat penjualan bersih asing Rp41,1 miliar.
| Saham | Net Sell Asing Reguler |
|---|---|
| BMRI | Rp68,4 miliar |
| GOTO | Rp68,2 miliar |
| BBRI | Rp41,1 miliar |
Total net sell tiga saham tersebut mencapai sekitar Rp177,7 miliar, atau setara kira-kira 74% dari net sell pasar reguler.
Angka itu menunjukkan tekanan jual asing cukup terkonsentrasi pada beberapa saham besar, meski tentu masih ada saham lain yang ikut menyumbang arus keluar maupun arus masuk.
DSSA, ENRG, dan TLKM Jadi Sasaran Net Buy
Di sisi lain, asing tetap melakukan pembelian bersih selektif.
| Saham | Net Buy Asing Reguler |
|---|---|
| DSSA | Rp79,1 miliar |
| ENRG | Rp74,6 miliar |
| TLKM | Rp57,5 miliar |
DSSA memimpin pembelian bersih asing sebesar Rp79,1 miliar, disusul ENRG Rp74,6 miliar dan TLKM Rp57,5 miliar.
Yang menarik, TLKM pada perdagangan sebelumnya justru mencatat net sell asing besar. Perubahan arah dalam satu hari menegaskan bahwa foreign flow harian sangat dinamis.
Pasar Negosiasi Nyaris Netral
Di pasar negosiasi, asing mencatat pembelian sekitar Rp604,1 miliar dan penjualan sekitar Rp605,5 miliar.
Dengan demikian, net foreign sell di pasar nego hanya sekitar Rp1,4 miliar.
| Pasar Negosiasi | Nilai |
|---|---|
| Foreign buy | Rp604,1 miliar |
| Foreign sell | Rp605,5 miliar |
| Net foreign sell | Rp1,4 miliar |
NCKL menjadi net buy asing terbesar di pasar negosiasi sebesar Rp5,1 miliar, disusul ERAA sekitar Rp976,9 juta dan TINS Rp385,5 ribu.
Sementara itu, ARNA mencatat net sell asing terbesar di pasar negosiasi Rp5,1 miliar, disusul FLMC Rp1,8 miliar dan SMMA Rp474,3 juta.
Karena karakter transaksi negosiasi berbeda dari pasar reguler, data ini sebaiknya tidak langsung dibaca sebagai tekanan harga intraday yang sama.
FAQ Foreign Flow 1 Oktober 2026
Berapa net sell asing di pasar reguler?
Berapa net sell asing untuk seluruh pasar?
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
Saham apa yang paling banyak dibeli asing?
Bagaimana foreign flow di pasar negosiasi?
Apakah net sell asing menyebabkan IHSG turun?
Perhitungan Receh.in: Tiga net sell terbesar di pasar reguler—BMRI, GOTO, dan BBRI—berjumlah sekitar Rp177,7 miliar. Nilai tersebut setara sekitar 74% dari net sell reguler Rp240,4 miliar.
Catatan: Foreign flow satu hari tidak cukup untuk menyimpulkan perubahan kepemilikan jangka panjang. Data pasar negosiasi juga perlu dipisahkan dari pasar reguler karena karakter transaksinya berbeda.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Arus dana asing perlu dibaca bersama fundamental, valuasi, likuiditas, dan kondisi pasar.
0 Komentar