Receh.in — PT Charnic Capital Tbk. (NICK) mengarahkan pengembangan bisnis 2026 ke sektor green business melalui anak usahanya, PT Okansa Pacific, yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Langkah tersebut dilakukan setelah NICK mengakuisisi saham Okansa Pacific dari PT Indovest Central dan meningkatkan modal dasar anak usaha tersebut. Hingga 30 September 2026, total setoran modal NICK kepada Okansa Pacific mencapai Rp9,99 miliar.
Okansa Pacific menjalankan kegiatan usaha penyewaan kendaraan tanpa operator berdasarkan KBLI 77100. Armada yang disewakan mencakup kendaraan listrik bermerek BYD, Denza, dan Wuling.
Strategi ini memberi NICK eksposur ke bisnis green mobility, tetapi dampaknya terhadap kinerja keuangan belum otomatis besar. Nilai ekonominya akan bergantung pada utilisasi armada, tarif sewa, biaya akuisisi kendaraan, depresiasi, biaya pendanaan, pemeliharaan, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang stabil.
- NICK mengembangkan green business melalui PT Okansa Pacific yang bergerak di penyewaan kendaraan listrik.
- Total setoran modal NICK ke Okansa Pacific hingga 30 September 2026 mencapai Rp9,99 miliar.
- Okansa Pacific menyewakan EV merek BYD, Denza, dan Wuling tanpa pengemudi, dengan servis dan pemeliharaan bekerja sama dengan ATPM.
NICK Masuk Bisnis Sewa EV lewat Okansa Pacific
Okansa Pacific menjadi kendaraan ekspansi NICK ke bisnis green mobility.
Berdasarkan kegiatan usaha yang tercantum, salah satu KBLI Okansa Pacific adalah 77100, yaitu aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi untuk mobil, bus, truk, dan kendaraan sejenis.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Entitas | PT Okansa Pacific |
| Induk | PT Charnic Capital Tbk. |
| KBLI | 77100 |
| Model bisnis | Penyewaan kendaraan tanpa operator |
| Fokus terbaru | Penyewaan kendaraan listrik |
NICK melihat peluang dari meningkatnya dorongan terhadap ekonomi hijau di Indonesia dan menjadikan akuisisi Okansa Pacific sebagai pintu masuk ke sektor tersebut.
Setoran Modal Rp9,99 Miliar dari Kas Internal
Untuk mengakuisisi dan mengembangkan Okansa Pacific, NICK menggunakan dana internal atau kas perseroan.
Hingga 30 September 2026, total setoran modal yang telah diberikan kepada anak usaha tersebut mencapai sekitar Rp9,99 miliar.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Sumber pendanaan | Kas internal NICK |
| Total setoran modal | Rp9,99 miliar |
| Posisi per | 30 September 2026 |
Penggunaan kas internal berarti ekspansi tidak bergantung pada pendanaan eksternal dalam tahap yang disebutkan dalam bahan ini.
Namun bagi investor, pertanyaan berikutnya adalah berapa besar tambahan modal yang masih dibutuhkan apabila jumlah armada diperbesar. Bisnis penyewaan kendaraan membutuhkan belanja aset yang cukup besar dan memiliki risiko depresiasi.
BYD, Denza, dan Wuling Jadi Armada Sewa
Okansa Pacific saat ini menjalankan penyewaan kendaraan listrik dengan merek BYD, Denza, dan Wuling.
Perusahaan hanya menyewakan kendaraan dan tidak menyediakan operator maupun pengemudi. Model ini membuat struktur tenaga kerja relatif lebih ringan karena kebutuhan SDM menyesuaikan skala usaha.
| Elemen Operasional | Model Okansa Pacific |
|---|---|
| Jenis armada | Kendaraan listrik |
| Merek | BYD, Denza, Wuling |
| Pengemudi | Tidak disediakan |
| Servis dan pemeliharaan | Bekerja sama dengan ATPM |
Kerja sama dengan agen tunggal pemegang merek atau ATPM untuk servis dan pemeliharaan ditujukan untuk menjaga efisiensi operasional.
Bagi bisnis rental EV, pengelolaan biaya perawatan, residual value kendaraan, downtime, serta umur ekonomis baterai akan menjadi faktor penting dalam menentukan margin.
Apa yang Perlu Dicermati Investor NICK?
Strategi green mobility membuka lini usaha baru bagi NICK, tetapi investor perlu melihat apakah bisnis ini benar-benar mampu meningkatkan profitabilitas.
Beberapa indikator yang perlu dipantau antara lain:
- jumlah armada EV yang dimiliki atau dikelola;
- tingkat utilisasi kendaraan;
- tarif sewa rata-rata;
- pendapatan per kendaraan;
- biaya depresiasi;
- biaya servis dan pemeliharaan;
- arus kas operasi;
- serta return on invested capital.
Karena modelnya tidak padat karya, keunggulan operasional bisa datang dari efisiensi tenaga kerja. Namun bisnis rental tetap padat aset, sehingga kualitas pengelolaan armada dan tingkat utilisasi menjadi lebih penting daripada jumlah karyawan.
FAQ NICK dan Bisnis Penyewaan EV
Apa bisnis baru NICK pada 2026?
Berapa setoran modal NICK ke Okansa Pacific?
Apa KBLI Okansa Pacific?
Merek EV apa yang disewakan?
Apakah Okansa Pacific menyediakan sopir?
Siapa yang menangani servis dan pemeliharaan?
Catatan: Bahan menyebut total setoran modal Rp9,99 miliar hingga 30 September 2026, penggunaan kas internal, kegiatan usaha berdasarkan KBLI 77100, serta armada EV BYD, Denza, dan Wuling. Bahan tidak mencantumkan jumlah unit armada, tarif sewa, pendapatan, margin, atau target laba.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham NICK. Investor perlu mempertimbangkan skala bisnis, kebutuhan capex, depresiasi aset, utilisasi armada, margin, arus kas, dan return on invested capital.

0 Komentar