Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1 merupakan reksa dana indeks saham yang menawarkan cara relatif sederhana bagi investor untuk mendapatkan eksposur pada 25 saham anggota Indeks SRI-KEHATI dalam satu produk.

Produk yang dikelola PT BNP Paribas Asset Management ini menggunakan strategi pasif. Artinya, tujuan utamanya bukan mengalahkan pasar melalui pemilihan saham secara aktif, melainkan mereplikasi pergerakan Indeks SRI-KEHATI sedekat mungkin.

Berdasarkan snapshot produk di Bibit yang diakses pada 29 Oktober 2026, dana kelolaannya berada di sekitar Rp2,26 triliun dengan NAB per unit sekitar Rp848,64.

Kinerjanya sepanjang 2026 sedang tertekan. Return year-to-date tercatat minus 22,66%, sementara return satu tahun minus 20,85%.

Jadi meskipun SRI-KEHATI menggunakan kriteria lingkungan, sosial dan tata kelola atau ESG, produk ini tetap merupakan investasi saham dengan volatilitas tinggi.

BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1 Data
Jenis Reksa Dana Indeks
Manajer Investasi PT BNP Paribas Asset Management
Indeks acuan SRI-KEHATI
Tanggal peluncuran 29 November 2018
Mata uang Rupiah
NAB/unit* ±Rp848,64
AUM* ±Rp2,26 triliun
Expense ratio* 1,65%
Minimum pembelian di Bibit Rp10.000
Bank kustodian Deutsche Bank AG
Profil risiko Tinggi/agresif

*Snapshot data pada halaman produk Bibit yang diakses 29 Oktober 2026. NAB, AUM dan kinerja dapat berubah setiap Hari Bursa.

Apa Itu BNP Paribas SRI Kehati?

Reksa Dana Indeks BNP Paribas SRI Kehati memperoleh pernyataan efektif pada 4 Oktober 2018 dengan nomor S-1176/PM.21/2018 dan diluncurkan pada 29 November 2018.

Produk kemudian menggunakan struktur kelas unit penyertaan. Sejak 28 November 2025, kepemilikan pada produk BNP Paribas SRI-KEHATI melalui sejumlah agen penjual dikonversi menjadi Kelas RK1.

Tujuan investasinya adalah memberikan potensi pertumbuhan investasi yang mengikuti kinerja Indeks SRI-KEHATI.

Indeks tersebut diluncurkan Bursa Efek Indonesia bersama Yayasan KEHATI pada 2009 dan berisi 25 perusahaan tercatat yang dinilai memiliki kinerja baik sekaligus memperhatikan prinsip Sustainable and Responsible Investment serta aspek environmental, social and governance.

Komposisi indeks dievaluasi secara berkala pada Mei dan November.

Karena merupakan produk indeks, BNP Paribas AM tidak bebas mengubah portofolio hanya karena menganggap suatu saham akan naik atau turun.

Ketika bobot sebuah saham di SRI-KEHATI berubah, manajer investasi pada dasarnya perlu menyesuaikan portofolio agar tetap mendekati indeks acuan.

BNP Paribas AM menyatakan mengupayakan tracking error produk tidak lebih dari 2% dalam kondisi pasar normal.

Isi Portofolio: Banyak Bank Besar

Kebijakan investasi produk mensyaratkan sedikitnya 80% NAB ditempatkan pada saham yang merupakan konstituen SRI-KEHATI.

Sisanya, maksimal 20%, dapat ditempatkan pada instrumen pasar uang domestik dan deposito.

Dalam praktiknya, eksposur saham jauh lebih besar. Data Bibit terbaru menunjukkan sekitar 99,23% portofolio berada di saham dan hanya 0,77% berbentuk kas.

Sepuluh efek terbesar per 30 September 2026 adalah:

Kode Emiten
ANTM Aneka Tambang Tbk.
ASII Astra International Tbk.
BBCA Bank Central Asia Tbk.
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
KLBF Kalbe Farma Tbk.
PGAS Perusahaan Gas Negara Tbk.

Daftar tersebut menunjukkan karakter penting produk ini: meskipun memiliki label ESG dan terdiri dari 25 saham, portofolionya tidak berarti tersebar merata ke semua sektor.

Eksposur terhadap perbankan besar cukup dominan karena BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI merupakan saham berbobot besar di indeks.

Dalam materi distribusi September 2026, sekitar 61,22% portofolio juga disebut berasal dari kelompok saham big cap dan sektor finansial menjadi salah satu porsi terbesar.

Ini berarti kinerja produk dapat sangat dipengaruhi pergerakan saham bank besar.

Investor yang sudah memiliki BBCA, BBRI, BMRI atau ASII secara langsung perlu memperhitungkan potensi tumpang tindih ketika menambahkan reksa dana ini ke dalam portofolio.

Kinerja 2026 Sedang Berat

Performa BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1 sedang berada dalam periode yang berat.

Periode Return
1 bulan -9,05%
3 bulan -8,52%
YTD 2026 -22,66%
1 tahun -20,85%
3 tahun -24,06%
5 tahun -14,26%

Sumber: halaman produk Bibit. Angka periode lebih dari satu tahun ditampilkan sebagaimana data platform dan tidak diperlakukan sebagai CAGR kecuali dinyatakan demikian oleh penyedia data.

Penurunan tersebut tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai kegagalan manajer investasi memilih saham.

Strategi produk memang pasif. Ketika SRI-KEHATI turun, NAB reksa dana seharusnya ikut bergerak dalam arah yang kurang lebih sama, setelah memperhitungkan biaya, kas, timing rebalancing dan tracking difference.

SRI-KEHATI sendiri mengalami tekanan tajam pada 2026. Pada September saja indeks turun sekitar 6,3% secara bulanan dan berakhir pada level 295,55. Pada 28 Oktober, indeks kembali berada di sekitar 280,72.

Karena itu, evaluasi produk indeks seharusnya berbeda dari reksa dana saham aktif.

Investor tidak hanya bertanya “berapa return-nya?”, tetapi juga perlu melihat seberapa dekat kinerjanya dengan indeks yang memang dijanjikan untuk direplikasi.

AUM Turun, tetapi Jangan Langsung Disebut Investor Kabur

Pada akhir Desember 2025, fund fact sheet mencatat NAB per unit sekitar Rp1.097 dan dana kelolaan Rp2,97 triliun.

Snapshot terbaru menunjukkan NAB turun menjadi sekitar Rp848,64 dan AUM menjadi Rp2,26 triliun.

Indikator Desember 2025 Oktober 2026* Perubahan
NAB/unit Rp1.097 Rp848,64 -22,6%
AUM Rp2,97 triliun Rp2,26 triliun -23,9%

*Snapshot halaman Bibit yang diakses 29 Oktober 2026.

Sepintas dana kelolaan turun sekitar Rp710 miliar. Tetapi penurunan AUM tidak boleh otomatis disebut sebagai redemption investor.

AUM merupakan hasil perkalian jumlah unit dengan nilai NAB. Ketika harga aset dalam portofolio turun, AUM juga turun meski investor tidak menjual unitnya.

Bahkan penurunan AUM sekitar 23,9% hampir sama dengan penurunan NAB/unit sekitar 22,6%.

Secara kasar, perbandingan tersebut menunjukkan sebagian besar penurunan dana kelolaan dapat dijelaskan oleh penurunan nilai aset, bukan semata-mata keluarnya dana investor.

Untuk memastikan arus subscription dan redemption secara akurat tetap dibutuhkan data jumlah unit penyertaan pada tanggal yang benar-benar sebanding.

Biaya di Bibit dan Biaya Maksimum Prospektus Berbeda

Pada halaman Bibit, minimum pembelian dan penjualan BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1 tercatat Rp10.000.

Bibit menampilkan biaya pembelian dan penjualan sebesar nol, sedangkan biaya switching tercatat 1%.

Namun investor perlu membedakan biaya yang sedang diterapkan suatu agen penjual dengan batas maksimum dalam dokumen produk.

Biaya Bibit Maksimum Dokumen Produk
Pembelian 0% Maks. 1,5%
Penjualan kembali 0% Maks. 1,5%
Pengalihan 1% Maks. 1%
Manajer investasi Termasuk dalam NAB Maks. 2,5% per tahun
Bank kustodian Termasuk dalam NAB Maks. 0,2% per tahun

Expense ratio yang saat ini ditampilkan Bibit sebesar 1,65%.

Expense ratio berbeda dengan biaya pembelian. Expense ratio menggambarkan biaya operasional reksa dana relatif terhadap dana kelolaannya dan sudah tercermin dalam NAB.

Tarif transaksi juga dapat berbeda antaragen penjual. Karena itu, investor yang membeli produk sama melalui Bibit, BCA, Danamon atau distributor lain dapat menghadapi struktur biaya transaksi yang berbeda.

ESG Tidak Sama dengan Risiko Rendah

Nama SRI-KEHATI bisa membuat sebagian investor mengasosiasikannya dengan investasi yang lebih konservatif karena perusahaan di dalamnya melewati penyaringan ESG.

Anggapan tersebut keliru.

ESG menjelaskan kriteria pemilihan perusahaan, bukan tingkat volatilitas harga saham.

Produk ini tetap menempatkan hampir seluruh portofolionya pada saham dan dikategorikan sebagai produk berisiko tinggi.

Risikonya antara lain berasal dari perubahan harga saham, penurunan pasar, likuiditas, perubahan konstituen indeks dan kemampuan manajer investasi mereplikasi indeks.

Ada pula risiko khusus strategi indeks. Manajer investasi tidak memiliki fleksibilitas sebesar fund manager aktif untuk menjual saham yang sedang turun apabila saham tersebut tetap menjadi bagian penting dari indeks.

Sebaliknya, pendekatan pasif membuat strategi produk lebih mudah dipahami: investor pada dasarnya membeli eksposur terhadap SRI-KEHATI, bukan menebak kemampuan seorang fund manager memilih saham pemenang.

Cocok untuk Investor Seperti Apa?

BNP Paribas AM menyebut produk ini ditujukan untuk investor dengan profil risiko agresif dan horizon investasi menengah hingga panjang.

Karakter produknya cukup jelas.

Produk ini lebih relevan bagi investor yang menginginkan investasi saham melalui satu kendaraan terdiversifikasi, percaya pada pendekatan indeks, ingin mendapatkan eksposur pada perusahaan yang masuk penyaringan SRI-KEHATI, serta mampu menerima penurunan NAB yang besar dalam jangka pendek.

Sebaliknya, produk ini kurang cocok untuk dana darurat, kebutuhan uang dalam waktu dekat, atau investor yang tidak nyaman melihat nilai investasinya turun dua digit.

Kinerja 2026 memberi ilustrasi nyata: reksa dana ESG pun dapat kehilangan lebih dari 20% nilainya dalam satu tahun ketika saham-saham konstituen indeks mengalami tekanan.

Catatan Recehin
BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1 pada dasarnya adalah cara membeli “paket” 25 saham SRI-KEHATI tanpa harus menyeimbangkan portofolio sendiri setiap kali indeks direview. Kelebihannya ada pada strategi yang sederhana, dana kelolaan besar, biaya yang relatif mudah dipantau, serta eksposur pada saham-saham besar dengan filter ESG. Kekurangannya juga jelas: konsentrasi pada sejumlah saham bank dan big cap cukup tinggi dan investor tetap menanggung seluruh risiko pasar saham. Return YTD minus 22,66% justru menjadi pengingat bahwa ESG bukan sinonim dari defensif. Untuk produk indeks seperti ini, pertanyaan terpenting bukan apakah fund manager mampu menebak saham yang akan naik, melainkan apakah investor memang ingin memiliki eksposur SRI-KEHATI untuk jangka panjang dan sanggup bertahan ketika indeks mengalami drawdown besar.
Sumber: PT BNP Paribas Asset Management; Bibit; Bursa Efek Indonesia; Yayasan KEHATI; Fund Fact Sheet Reksa Dana Indeks BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1; BCA; Danamon; serta perhitungan dan olahan Receh.in.

Catatan data terbaru: NAB Rp848,64, AUM Rp2,26 triliun, expense ratio 1,65% dan data return mengacu pada snapshot halaman Bibit yang diakses pada 29 Oktober 2026. Data pasar dapat berubah setiap Hari Bursa.

Catatan klasifikasi: Bibit mengelompokkan produk dalam kategori saham, sedangkan dokumen resmi manajer investasi mengklasifikasikannya sebagai Reksa Dana Indeks. Secara portofolio, produk memang menginvestasikan minimum 80% dana pada saham konstituen SRI-KEHATI.

Catatan biaya: Tarif transaksi pada Bibit merupakan tarif yang ditampilkan agen penjual saat artikel disusun. Prospektus/fund fact sheet memberikan tarif maksimum yang dapat berbeda dengan tarif aktual masing-masing kanal distribusi.

Catatan AUM: Perubahan AUM tidak identik dengan arus masuk atau keluar investor karena AUM juga berubah mengikuti pergerakan NAB. Artikel tidak menyimpulkan terjadi redemption tertentu tanpa data unit penyertaan yang sebanding.

Disclaimer: Reksa dana mengandung risiko dan kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual atau mempertahankan unit BNP Paribas SRI Kehati Kelas RK1.