Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Pekan pertama November 2026 membawa sejumlah agenda dividen di Bursa Efek Indonesia. Empat emiten yang masuk kalender aksi korporasi adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), dan PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC).

Bagi investor yang memburu dividen, tanggalnya tidak sama. SIDO memasuki cum dividend pasar reguler dan negosiasi pada Senin, 2 November 2026. UNTR dan JPFA baru memasuki cum dividend pada Kamis, 5 November. Sementara TSPC justru sudah memasuki ex dividend pada 2 November sehingga pembelian di pasar reguler mulai hari ini tidak lagi memperoleh dividen interim Rp75 per saham tersebut.

Dari empat emiten itu, JPFA menawarkan dividend yield indikatif paling besar sekitar 5,17% jika dibandingkan dengan harga penutupan 30 Oktober 2026. SIDO berada di sekitar 3,09%, TSPC sekitar 3%, sedangkan UNTR sekitar 1,78%.

Namun yield besar tidak otomatis membuat sebuah saham lebih menarik. Setelah memasuki ex date, harga saham secara teoritis akan menyesuaikan nilai dividen yang dilepas sehingga strategi membeli hanya untuk mengejar dividen tetap memiliki risiko.

Saham Dividen/Saham Cum Reguler Ex Reguler Pembayaran Yield Indikatif*
SIDO Rp10 2 Nov 2026 3 Nov 2026 20 Nov 2026 ±3,09%
UNTR Rp430 5 Nov 2026 6 Nov 2026 23 Nov 2026 ±1,78%
JPFA Rp90 5 Nov 2026 6 Nov 2026 12 Nov 2026 ±5,17%
TSPC Rp75 30 Okt 2026 2 Nov 2026 20 Nov 2026 ±3,01%

*Yield indikatif menggunakan dividen per saham dibandingkan harga penutupan 30 Oktober 2026: SIDO Rp324, UNTR Rp24.200, JPFA Rp1.740, dan TSPC sekitar Rp2.490. Harga saham dapat berubah.

SIDO Cum Dividend Hari Ini

SIDO menjadi emiten dengan jadwal terdekat karena cum dividend di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 November 2026.

Produsen Tolak Angin itu akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp10 per saham dengan pembayaran pada 20 November.

Situs resmi Sido Muncul mencatat dividen tersebut sebagai dividen interim semester I/2026. Pada penutupan Jumat, 30 Oktober, saham SIDO berada di Rp324.

Dengan harga tersebut, dividend yield interim berada sekitar:

Rp10 ÷ Rp324 = 3,09%.

Menariknya, pada perdagangan 2 November saham SIDO sempat bergerak ke kisaran Rp330–Rp332. Jika investor membeli pada Rp332, yield dividennya otomatis turun menjadi sekitar 3,01%.

Ini menunjukkan satu prinsip sederhana dalam berburu dividen: yield selalu berubah mengikuti harga beli.

JPFA Beri Yield Terbesar, UNTR Bagi Rp1,47 Triliun

Agenda berikutnya datang pada Kamis, 5 November.

JPFA dan UNTR sama-sama memasuki cum dividend di pasar reguler dan negosiasi pada tanggal tersebut, kemudian ex dividend sehari setelahnya.

JPFA membagikan dividen interim sebesar Rp90 per saham. Dengan harga penutupan Rp1.740 pada 30 Oktober, yield indikatifnya mencapai sekitar:

Rp90 ÷ Rp1.740 = 5,17%.

Angka tersebut menjadi yang terbesar di antara empat dividen dalam kalender pekan ini.

Pembayaran JPFA juga relatif cepat, yakni pada 12 November 2026.

UNTR menawarkan nominal dividen jauh lebih besar, yaitu Rp430 per saham, dengan total dana sekitar Rp1,47 triliun.

Namun harga saham UNTR juga jauh lebih tinggi. Dengan penutupan Rp24.200 pada 30 Oktober, yield dividen interimnya sekitar:

Rp430 ÷ Rp24.200 = 1,78%.

Dividen UNTR dijadwalkan dibayar pada 23 November 2026.

Saham Harga Acuan DPS Yield Indikatif Modal 1 Lot Dividen Bruto 1 Lot
SIDO Rp324 Rp10 3,09% Rp32.400 Rp1.000
JPFA Rp1.740 Rp90 5,17% Rp174.000 Rp9.000
UNTR Rp24.200 Rp430 1,78% Rp2.420.000 Rp43.000
TSPC ±Rp2.490 Rp75 ±3,01% ±Rp249.000 Rp7.500

Perhitungan belum memasukkan biaya transaksi dan perlakuan pajak yang mungkin berlaku bagi masing-masing investor.

TSPC Sudah Ex Dividend, Pembeli Hari Ini Tak Kebagian

Posisi TSPC berbeda.

Tempo Scan membagikan dividen interim sebesar Rp75 per saham atau total sekitar Rp338,24 miliar.

Cum dividend pasar reguler dan negosiasinya sudah berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026. Karena itu, 2 November merupakan ex dividend.

Investor yang baru membeli TSPC di pasar reguler pada 2 November tidak memperoleh hak atas dividen Rp75 tersebut.

Recording date TSPC jatuh pada 3 November, sedangkan pembayaran dilakukan pada 20 November.

Poin ini penting karena investor baru sering keliru menganggap bisa memperoleh dividen selama pembayaran belum dilakukan.

Yang menentukan bukan tanggal pembayaran, tetapi apakah saham dimiliki sesuai jadwal cum dividend dan mekanisme settlement yang berlaku.

Jangan Hanya Mengejar Dividend Yield

Dividen Rp90 dari JPFA dengan yield lebih dari 5% tentu terlihat menarik jika dibandingkan UNTR yang hanya sekitar 1,8% untuk pembagian kali ini.

Tetapi membandingkan saham hanya berdasarkan satu kali dividend yield bisa menyesatkan.

Dividen interim bukan keseluruhan return investor dalam satu tahun. Perusahaan masih dapat membagikan dividen final, atau justru mengubah kebijakan pembayaran pada periode berikutnya.

Yang lebih penting, harga saham biasanya bereaksi terhadap pelepasan hak dividen ketika masuk ex date.

Secara teori sederhana, jika seluruh faktor lain tetap sama, saham Rp1.740 yang membagikan dividen Rp90 bisa mengalami penyesuaian senilai kurang lebih besaran dividennya ketika hak tersebut terlepas.

Dalam kenyataan, harga bisa turun lebih kecil, lebih besar, atau bahkan naik karena permintaan-penawaran dan informasi lain.

Itulah alasan strategi dividend capture—membeli sebelum cum date lalu langsung menjual setelah memperoleh hak dividen—tidak menghasilkan keuntungan bebas risiko.

Catatan Recehin
Kalau sekadar melihat angka pekan ini, JPFA memang paling mencolok. Dividen Rp90 dibandingkan harga Rp1.740 menghasilkan yield indikatif sekitar 5,17%. SIDO sekitar 3,09%, TSPC 3%, dan UNTR 1,78%. Tetapi dividend yield bukan bunga deposito. Investor memperoleh dividen dengan menjadi pemegang saham, dan harga saham tetap bisa bergerak turun lebih besar daripada dividen yang diterima. Contoh paling sederhana: menerima dividen 5% tidak banyak membantu jika setelah ex date harga saham turun 8%. Karena itu, bagi investor jangka panjang, pertanyaan yang lebih relevan bukan hanya “berapa dividennya minggu ini?”, tetapi apakah laba perusahaan cukup kuat untuk mempertahankan pembayaran tersebut. Untuk investor yang mengejar jadwal pekan ini, tanggal yang perlu diingat sederhana: SIDO cum hari ini, 2 November; UNTR dan JPFA pada 5 November; sedangkan TSPC sudah ex dividend pada 2 November.
Sumber: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI); keterbukaan informasi PT United Tractors Tbk; PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk; PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk; PT Tempo Scan Pacific Tbk; MNC Sekuritas; serta perhitungan Receh.in.

Catatan SIDO: Dividen interim Rp10 per saham, cum pasar reguler dan negosiasi 2 November 2026, pembayaran 20 November 2026.

Catatan UNTR: Dividen interim Rp430 per saham dengan total sekitar Rp1,47 triliun. Cum pasar reguler dan negosiasi 5 November dan pembayaran 23 November 2026.

Catatan JPFA: Dividen interim Rp90 per saham. Cum pasar reguler dan negosiasi 5 November, sedangkan pembayaran dijadwalkan 12 November 2026.

Catatan TSPC: Dividen interim Rp75 per saham atau sekitar Rp338,24 miliar. Cum pasar reguler berlangsung 30 Oktober sehingga 2 November sudah merupakan ex dividend. Pembayaran 20 November 2026.

Catatan yield: Dividend yield yang ditampilkan merupakan perhitungan sederhana dividen per saham dibagi harga acuan dan bukan jaminan imbal hasil investor. Harga saham dapat berubah sebelum maupun sesudah cum dividend.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli saham untuk mengejar dividen. Investor perlu mempertimbangkan fundamental, prospek laba, valuasi, pajak, biaya transaksi, dan risiko penurunan harga pada ex date.