Receh.in — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah enam stasiun pemberhentian KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang, Banyuwangi, mulai 1 Desember 2026. Perubahan tersebut memperluas pilihan naik dan turun penumpang di sepanjang jalur Jawa Barat hingga Jawa Timur, sekaligus mengubah waktu tempuh perjalanan kereta pada kedua arah.
Penambahan pemberhentian merupakan bagian dari pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Untuk perjalanan Bandung menuju Ketapang, enam stasiun tambahan meliputi Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi.
Sementara itu, KA Sangkuriang arah Ketapang menuju Bandung mendapat tambahan pemberhentian di Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.
Meski sama-sama mendapatkan enam pemberhentian tambahan, daftar stasiun pada kedua arah tidak sepenuhnya identik. Stasiun Cibatu menjadi tambahan untuk arah Bandung–Ketapang, sedangkan Stasiun Klakah masuk dalam daftar tambahan perjalanan Ketapang–Bandung.
Daftar Stasiun Tambahan KA Sangkuriang Bandung–Banyuwangi
Dalam Gapeka 2026, KA Sangkuriang menjadi salah satu layanan dengan penambahan stasiun pemberhentian terbanyak. KAI menyatakan penyesuaian dilakukan untuk memperluas akses perjalanan kereta jarak jauh, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar stasiun-stasiun tersebut.
Berikut daftar enam stasiun pemberhentian baru KA Sangkuriang yang berlaku mulai 1 Desember 2026.
| No. | Bandung–Ketapang | Ketapang–Bandung |
|---|---|---|
| 1 | Cibatu | Rogojampi |
| 2 | Rajapolah | Kalisetail |
| 3 | Kebumen | Tanggul |
| 4 | Tanggul | Kebumen |
| 5 | Kalisetail | Rajapolah |
| 6 | Rogojampi | Klakah |
Khusus wilayah Banyuwangi, penambahan Stasiun Kalisetail dan Rogojampi memberikan pilihan akses baru bagi penumpang yang hendak bepergian menuju Bandung maupun arah sebaliknya.
Penumpang dari wilayah sekitar dua stasiun tersebut dapat menggunakan KA Sangkuriang tanpa harus menuju stasiun lain yang lebih jauh, sepanjang tersedia perjalanan dan tiket sesuai stasiun keberangkatan atau tujuan yang dipilih.
Di wilayah Jawa Timur lainnya, penambahan pemberhentian di Tanggul dan Klakah juga membuka akses bagi masyarakat yang berada di sekitar Jember dan Lumajang.
Sementara itu, tambahan pemberhentian di Rajapolah dan Kebumen memperluas pilihan perjalanan dari sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
KAI menyatakan perluasan akses ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, kunjungan keluarga, pendidikan, dan pariwisata.
Waktu Tempuh KA Sangkuriang Berubah Mulai Desember 2026
Penambahan pemberhentian juga disertai perubahan durasi perjalanan. Namun, dampaknya berbeda untuk masing-masing arah.
Berdasarkan jadwal baru Gapeka 2026, perjalanan KA Sangkuriang dari Bandung menuju Ketapang dijadwalkan berlangsung selama 16 jam 57 menit. Waktu tempuh tersebut lebih lama sekitar 50 menit dibandingkan pola perjalanan sebelumnya.
Sebaliknya, perjalanan dari Ketapang menuju Bandung justru lebih singkat. Durasi perjalanan menjadi 16 jam 44 menit atau lebih cepat 46 menit dibandingkan jadwal lama.
| Arah Perjalanan | Jadwal Lama | Mulai 1 Desember | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bandung–Ketapang | 16 jam 7 menit | 16 jam 57 menit | Lebih lama 50 menit |
| Ketapang–Bandung | 17 jam 30 menit | 16 jam 44 menit | Lebih cepat 46 menit |
Perubahan waktu tempuh tersebut menunjukkan bahwa penambahan stasiun tidak selalu membuat perjalanan kereta menjadi lebih lama. Durasi keseluruhan juga dipengaruhi pengaturan jadwal, persilangan antarkereta, serta pola operasi di sepanjang lintasan.
Bagi penumpang yang bepergian dari Banyuwangi menuju Bandung, pemangkasan waktu tempuh 46 menit dapat memberikan keuntungan dari sisi efisiensi perjalanan.
Sementara itu, penumpang dari Bandung menuju Banyuwangi perlu memperhitungkan tambahan durasi perjalanan ketika merencanakan waktu kedatangan dan transportasi lanjutan.
KA Sangkuriang Angkut 330.186 Penumpang dalam Lima Bulan
Penambahan stasiun berlangsung di tengah tingginya pemanfaatan KA Sangkuriang sejak layanan ini mulai beroperasi pada Mei 2026.
Berdasarkan data KAI, KA Sangkuriang telah melayani 330.186 pelanggan sepanjang Mei hingga September 2026.
Pada periode Juli–September 2026, rata-rata okupansi dinamis layanan tersebut mencapai 240,53%.
Angka okupansi yang melampaui 100% bukan berarti jumlah penumpang dalam kereta secara bersamaan melebihi kapasitas kursi. Okupansi dinamis memperhitungkan pemanfaatan satu tempat duduk oleh penumpang berbeda pada segmen perjalanan yang berlainan.
Dengan kata lain, kursi yang sama dapat digunakan beberapa kali sepanjang perjalanan kereta jarak jauh, misalnya oleh penumpang yang naik dan turun di stasiun berbeda.
Tingkat okupansi dinamis tersebut memperlihatkan intensitas penggunaan KA Sangkuriang pada berbagai segmen rute, bukan tingkat kepadatan penumpang pada satu waktu.
Penambahan pemberhentian berpotensi memperluas kesempatan pemanfaatan kursi oleh penumpang dari stasiun-stasiun baru. Namun, realisasi penambahan jumlah pelanggan tetap bergantung pada permintaan perjalanan, kapasitas yang tersedia, serta pengaturan penjualan tiket.
Cara Pesan Tiket KA Sangkuriang Jadwal Baru Desember 2026
KAI telah membuka pemesanan tiket kereta api dengan jadwal Gapeka 2026 sejak Minggu, 1 November 2026, pukul 00.01 WIB.
Penumpang dapat memesan tiket untuk keberangkatan mulai 1 Desember melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Pelanggan yang akan menggunakan KA Sangkuriang perlu memeriksa kembali tanggal perjalanan, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, serta waktu keberangkatan dan kedatangan yang tercantum pada tiket.
Pengecekan terutama penting bagi penumpang yang terbiasa menggunakan jadwal sebelumnya karena perubahan Gapeka dapat menggeser waktu keberangkatan maupun kedatangan.
Perubahan Gapeka 2026 tidak hanya berlaku bagi KA Sangkuriang. Secara nasional, KAI menambah 39 perjalanan kereta penumpang sehingga totalnya meningkat dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan.
Kapasitas angkut harian juga meningkat sebanyak 8.466 tempat duduk, dari 168.316 menjadi 176.782 kursi atau bertambah sekitar 5,03%.
Selain itu, sebanyak 84 perjalanan kereta mendapat tambahan pemberhentian, sedangkan 74 perjalanan kereta antarkota mengalami pemangkasan waktu tempuh dibandingkan Gapeka sebelumnya.
Bagi masyarakat yang berencana bepergian antara Bandung dan Banyuwangi pada Desember 2026, perubahan KA Sangkuriang memberikan lebih banyak pilihan stasiun sekaligus penyesuaian durasi perjalanan. Jadwal lengkap, tarif, dan ketersediaan kursi dapat diperiksa langsung melalui situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI sebelum membeli tiket.

0 Komentar