Ticker

4/recent/ticker-posts

Saham Grup Astra Berguguran Akibat Pencabutan Izin Agincourt oleh Presiden Prabowo

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Receh.in— Emiten-emiten yang tergabung dalam konglomerasi Grup Astra mengalami koreksi tajam pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (21/1/2026). Sentimen negatif ini dipicu oleh keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin usaha salah satu anak usaha grup tersebut terkait pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.00 WIB, pelemahan dipimpin oleh saham PT United Tractors Tbk. (UNTR). Agincourt Resources, yang merupakan pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan dan entitas usaha milik UNTR, masuk dalam daftar perusahaan yang izinnya dicabut. Akibatnya, saham UNTR ambles hingga 14,54% ke level Rp27.325 per saham.

 

Kejatuhan Saham Holding ASII dan Emiten Anak Usaha

Koreksi signifikan juga menimpa induk usaha grup, PT Astra International Tbk. (ASII). Saham holding ini merosot 9,28% ke posisi Rp6.600 per saham, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sejak pembukaan pasar dari posisi penutupan kemarin di Rp7.275.

Tidak hanya sektor tambang, sektor perkebunan Grup Astra melalui PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) turut membukukan kinerja lesu dengan terkoreksi 2,29% ke Rp7.475. Pelemahan ini juga merembet ke emiten grup lainnya seperti PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) yang turun 2,18% dan PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) yang terkontraksi 0,40%.

 

Ketegasan Pemerintah Terkait Pelanggaran Kawasan Hutan

Langkah pencabutan izin ini merupakan bagian dari tindakan tegas Presiden Prabowo Subianto terhadap 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan pemanfaatan kawasan hutan di Sumatra. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kantor Presiden pada Selasa (20/1/2026) malam.

Sebanyak 22 dari perusahaan tersebut merupakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan total luas area mencapai 1.010.592 hektare. Masuknya Agincourt Resources ke dalam daftar tersebut berdampak langsung pada kepercayaan investor terhadap prospek bisnis tambang emas UNTR, mengingat akuisisi 95% saham perusahaan tersebut pada 2018 bernilai fantastis, yakni sekitar US$1 miliar.

 

Posting Komentar

0 Komentar