FlashNews

8/recent/ticker-posts

Dividen BBCA Rp41,3 Triliun Cair: BlackRock Jual, JPMorgan Justru Borong Saham BCA!

Daftar Isi [Tampilkan]

 


Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk. (IDX: BBCA) pada Kamis (12/3/2026) resmi mengetok palu pembagian dividen tunai tahun buku 2025. Nilainya fantastis, yakni total Rp41,3 triliun atau setara Rp336 per saham.

Namun, yang menarik perhatian pasar bukan hanya nominal dividennya, melainkan gerak-gerik investor raksasa dunia pasca-pengumuman tersebut. BlackRock Inc. dan JPMorgan Chase & Co. terpantau mengambil posisi yang bertolak belakang. Simak ulasan lengkapnya.

 

Rincian Dividen BCA Tahun Buku 2025

BCA memutuskan untuk membagikan dividend payout ratio sebesar 72% dari total laba bersih 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun. Berikut adalah jadwal dan rinciannya:

  • Total Dividen: Rp336 per saham.
  • Dividen Interim: Rp55 per saham (Sudah dibayar 22 Desember 2025).
  • Dividen Final: Rp281 per saham.
  • Cum Dividen (Pasar Reguler): 27 Maret 2026.
  • Pembayaran Dividen: 8 April 2026 (Setelah periode Lebaran).

 

Adu Strategi: BlackRock vs JPMorgan

Berdasarkan data terminal Bloomberg per Senin (16/3/2026), terjadi pergeseran kepemilikan saham BBCA oleh manajer investasi kelas dunia.

Kelompok "Buang Muatan" (Sell/Reduce)

  • BlackRock Inc.: Perusahaan besutan Larry Fink ini mengurangi kepemilikannya sebanyak 1,58 juta lembar saham sejak H-1 RUPST. Sepanjang Maret 2026, BlackRock tercatat telah melepas total 3,63 juta unit saham BBCA.
  • Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG): Perbankan asal Jepang ini juga melepas 8,72 juta unit saham pasca-RUPST.

Kelompok "Tambah Muatan" (Buy/Accumulate)

  • JPMorgan Chase & Co.: Berbeda dengan BlackRock, JPMorgan justru agresif mengakumulasi 5,17 juta unit saham BBCA setelah sebelumnya sempat melepas ratusan ribu lembar.
  • FIL Ltd.: Investor ini menjadi yang paling borong dengan menambah 34,26 juta unit saham, membuat total kepemilikannya melonjak menjadi 941,19 juta lembar.

 

Sinyal Dividen Interim 3 Kali di 2026

Ada kejutan lain bagi para pemburu dividen (dividend hunters). Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, memberikan sinyal bahwa BCA berencana membagikan dividen interim sebanyak 3 kali untuk tahun buku 2026.

“Apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim 3 kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal,” ungkap Vera dalam RUPST.

Langkah ini dinilai sebagai upaya BCA untuk memberikan imbal hasil yang lebih rutin dan likuid bagi para pemegang sahamnya sepanjang tahun berjalan.

 

Mengapa Investor Berbeda Pandangan?

Perbedaan aksi BlackRock dan JPMorgan bisa disebabkan oleh strategi internal masing-masing. BlackRock mungkin melakukan rebalancing portofolio atau mengamankan keuntungan (profit taking) menjelang periode ex-date. Sementara itu, JPMorgan dan FIL Ltd tampaknya melihat prospek pertumbuhan BCA di 2026 tetap solid, ditambah dengan daya tarik skema dividen per kuartal yang dijanjikan.

Bagi investor ritel, periode cum dividen pada 27 Maret 2026 adalah tanggal krusial jika ingin berhak mendapatkan dividen final Rp281 per saham.

 

Posting Komentar

0 Komentar