Daftar IsiTampilkan


Receh.in, JAKARTA
— Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, dan dilantik pada sore hari yang sama pukul 15.00 WIB. Sudaryono melepas jabatan Wakil Menteri Pertanian dan memimpin BGN secara penuh tanpa rangkap jabatan.
Ringkasan
  • Sudaryono ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 22 Juli 2026.
  • Karier profesional Sudaryono dimulai pada 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy. Empat tahun kemudian, pada 2018, ia dipercaya menjadi CEO Garuda TV.
  • Seusai menempuh pendidikan di Jepang, ia pulang ke Indonesia dan menjadi asisten pribadi Prabowo. Pada 2020, ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, sebelum kemudian menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Penunjukan ini menandai babak baru bagi sosok yang akrab disapa Mas Dar itu — sekaligus mengakhiri periode kepemimpinan tersingkat dalam sejarah lembaga yang masih seumur jagung tersebut.

Anak tunggal petani dari Dusun Mangunrejo

Sudaryono lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni, keduanya petani.

Masa kecilnya jauh dari kemewahan. Sejak belia, Sudaryono terbiasa membantu orang tuanya di sawah — memikul air sejauh sekitar satu kilometer, memanggul jerami untuk pakan sapi, hingga ikut mencari nafkah. Pengalaman itu, menurut berbagai catatan, membentuk karakter disiplin dan pekerja keras, sekaligus menanamkan pemahaman langsung tentang kehidupan petani desa.

Beasiswa ke Jepang dan gelar berlapis

Semangat belajarnya menonjol sejak dini. Sewaktu SMP, ia terbiasa mempelajari materi sebelum diajarkan gurunya di kelas. Kedisiplinan itu mengantarnya lolos ke SMA Taruna Nusantara, Magelang — salah satu sekolah unggulan di Indonesia.

Prestasinya berlanjut ke tingkat internasional. Sudaryono meraih beasiswa untuk menempuh pendidikan di National Defense Academy of Japan pada 2004–2009. Sepulang dari Jepang, ia melanjutkan studi Master of Business Administration di Universitas Swiss German, lalu menuntaskan program doktoral (S3) di Institut Pertanian Bogor.

Dari sekretaris korporat ke CEO

Karier profesional Sudaryono dimulai pada 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy. Empat tahun kemudian, pada 2018, ia dipercaya menjadi CEO Garuda TV. Ia kemudian menjabat CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019 dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Di luar dunia korporat, Sudaryono aktif di sejumlah organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2025–2030, serta Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia.

Jalur politik: dari ajudan Prabowo ke kabinet

Karier politik Sudaryono berakar pada kedekatannya dengan Prabowo Subianto. Seusai menempuh pendidikan di Jepang, ia pulang ke Indonesia dan menjadi asisten pribadi Prabowo. Pada 2020, ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, sebelum kemudian menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah pada 18 Oktober 2023 — di usia 38 tahun.

Sebagai Ketua DPD Gerindra Jateng, ia melakukan konsolidasi hingga ke tingkat anak ranting desa, menyambangi 29 kabupaten dan 6 kota di seluruh Jawa Tengah. Kiprah itu sempat menempatkannya sebagai kandidat kuat di kancah politik Jawa Tengah.

Puncaknya, pada 18 Juli 2024, Sudaryono dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo — jabatan yang ia emban hingga pindah ke BGN.

Mengapa BGN, dan mengapa sekarang

Pemerintah menilai pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian relevan dengan tugas barunya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Kementerian Pertanian punya keterkaitan erat dengan penyediaan bahan pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) — program prioritas Presiden Prabowo yang berada di bawah BGN. Sudaryono disebut ikut menggagas dan mengonsep pelaksanaan teknis MBG sejak awal.

"Penggantinya direncanakan dilantik hari ini juga supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman," kata Prasetyo di Jakarta.

Sudaryono mewarisi lembaga yang tengah bergejolak. Ia adalah kepala BGN ketiga dalam waktu kurang dari dua bulan. Pendahulunya, Nanik Sudaryati Deyang, hanya memimpin sekitar 45 hari sejak dilantik pada 8 Juni 2026 sebelum mundur untuk menjalani pengobatan jantung. Nanik sendiri naik menggantikan Dadan Hindayana, yang diberhentikan pada 2 Juni 2026 di tengah sorotan atas pengelolaan program MBG.

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap kepala BGN yang baru mampu memperbaiki dan mengevaluasi kinerja lembaga. Tantangan itu kini ada di pundak anak petani Grobogan yang, seperempat abad lalu, masih memanggul jerami dari sawah ke rumah.