Receh.in, JAKARTA – Manuver konsolidasi di dalam ekosistem bisnis konglomerat Prajogo Pangestu kembali menggebrak pasar modal domestik lewat transaksi bernilai jumbo.
PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) bersiap mengucurkan dana investasi senilai US$90 juta demi mencaplok 40% kepemilikan saham di perusahaan pelayaran PT Armada Maritim Persada (AMP).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, seperti dikutip dari media, perjanjian bersyarat tersebut telah resmi ditandatangani pada 30 Juni 2026.
Dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS, nilai akuisisi strategis antar-anak usaha ini setara dengan Rp1,60 triliun.
Transaksi ini memiliki sifat afiliasi yang sangat kental karena posisi Prajogo Pangestu bertindak sebagai pemilik manfaat akhir di kedua emiten tersebut.
Aksi korporasi ini tergolong sangat berani mengingat CDIA sebenarnya tengah menghadapi tantangan penurunan profitabilitas yang cukup berat pada awal tahun ini.
Seperti dikutip dari media, laporan keuangan per 31 Maret 2026 menunjukkan laba bersih CDIA ambles hingga 70,2% secara tahunan menjadi US$8,40 juta.
Kendati profitabilitas tertekan akibat lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 22,5%, lini pendapatan total CDIA sejatinya masih tumbuh impresif sebesar 19,1% menjadi US$41,24 juta.
Menariknya, lompatan pendapatan tertinggi justru dibukukan oleh jasa sewa kapal perseroan yang melesat hingga 44,7% menjadi US$13,88 juta pada kuartal pertama.
Tingginya pertumbuhan lini logistik laut inilah yang menjadi landasan logis bagi manajemen CDIA untuk terus memperkuat cengkeraman armada maritimnya.
Mengingat PT AMP bergerak aktif di bidang angkutan laut penunjang pertambangan, masuknya investasi triliunan rupiah ini diproyeksikan mengamankan rantai pasok sekaligus mendatangkan limpahan dividen di masa depan.

0 Komentar