Harga emas Antam hari ini, Kamis (23/7/2026), kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pembaruan dari Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UPPLM) Antam, harga emas batangan naik Rp5.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
- Harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.640.000 per gram.
- Harga buyback meningkat Rp9.000 menjadi Rp2.395.000 per gram.
- Selisih harga jual dan buyback masih cukup lebar sehingga investor perlu memperhatikan strategi investasi jangka panjang.
Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.640.000, sementara ukuran terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp1.370.000.
Tak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut menguat. Hari ini, buyback naik Rp9.000 menjadi Rp2.395.000 per gram, memberikan sentimen positif bagi investor yang berencana menjual kembali emasnya.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Kamis, 23 Juli 2026
Berikut daftar harga emas Antam terbaru:
| Berat | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.370.000 |
| 1 gram | Rp2.640.000 |
| 5 gram | Rp12.975.000 |
| 10 gram | Rp25.895.000 |
| 25 gram | Rp64.612.000 |
| 50 gram | Rp129.145.000 |
| 100 gram | Rp258.212.000 |
| 500 gram | Rp1.290.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.580.600.000 |
Harga Buyback Naik Menjadi Rp2,395 Juta
Selain harga jual, investor juga perlu memperhatikan harga buyback, yakni harga yang digunakan Antam ketika membeli kembali emas dari masyarakat.
Hari ini, harga buyback tercatat Rp2.395.000 per gram, naik Rp9.000 dibandingkan sehari sebelumnya.
Kenaikan harga buyback biasanya menjadi indikator positif karena menunjukkan peningkatan nilai jual emas yang dimiliki investor. Namun, penting diingat bahwa harga buyback masih lebih rendah dibandingkan harga jual emas baru.
Selisih antara harga jual dan harga buyback pada hari ini mencapai sekitar Rp245.000 per gram. Spread tersebut merupakan hal yang lazim dalam perdagangan emas fisik dan menjadi alasan mengapa investasi emas umumnya lebih cocok untuk jangka menengah hingga panjang, bukan untuk transaksi jual beli dalam waktu singkat.
Apa yang Mendorong Harga Emas?
Pergerakan harga emas Antam tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ketika harga emas global menguat atau rupiah melemah, harga emas domestik biasanya ikut naik. Sebaliknya, apabila harga emas internasional terkoreksi atau rupiah menguat, harga emas Antam berpotensi mengalami penurunan.
Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral dunia, kondisi geopolitik, inflasi, hingga permintaan investor terhadap aset safe haven juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.
Dalam beberapa tahun terakhir, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat sebagai pelindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketahui Pajak Saat Membeli dan Menjual Emas
Investor juga perlu memahami ketentuan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas batangan.
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:
- 1,5% bagi pemilik NPWP.
- 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pajak tersebut langsung dipotong dari nilai transaksi buyback yang diterima penjual.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:
- 0,45% bagi pemilik NPWP.
- 0,9% bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.
Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Membeli Emas?
Kenaikan harga emas hari ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset safe haven masih cukup kuat. Namun, bagi investor ritel, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenaikan harga harian.
Yang lebih penting adalah tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, serta strategi akumulasi. Banyak investor memilih metode dollar cost averaging (DCA), yakni membeli emas secara berkala dalam nominal yang sama untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi harga.
Dengan pendekatan tersebut, pergerakan naik atau turun dalam jangka pendek tidak terlalu memengaruhi hasil investasi secara keseluruhan, terutama bagi mereka yang berorientasi pada perlindungan nilai dan pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

0 Komentar