Daftar IsiTampilkan


Receh.in, JAKARTA
– Emiten jasa pertambangan terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk. (PTRO), memperkuat implementasi praktik pertambangan hijau lewat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di area operasional.

Langkah strategis tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Sewa Menyewa Gardu Listrik (substation) untuk pengisian daya armada elektrik bersama PT Chandra Investa Prima pada 30 Juni 2026.

Mitra kerja sama tersebut diketahui merupakan anak usaha dari PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), yang mempertegas kuatnya sinergi antar-ekosistem bisnis di bawah naungan konglomerasi yang sama.

Infrastruktur pengisian daya ini nantinya akan digunakan secara penuh untuk menyokong operasional proyek di area tambang milik PT Multi Tambangjaya Utama yang berlokasi di Ugang Sayu, Kalimantan Tengah.

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menjelaskan bahwa penyediaan infrastruktur ini menjadi bagian dari peta jalan perseroan dalam menekan emisi karbon dari aktivitas alat berat.

Kehadiran fasilitas pengisian daya elektrik ini diklaim bakal memperkuat keandalan operasional sekaligus berkontribusi nyata pada penurunan intensitas emisi gas rumah kaca.

Inisiatif dekarbonisasi ini bergulir di momen yang tepat, mengingat kinerja keuangan emiten berkode saham PTRO tersebut juga sedang berada dalam tren positif.

Seperti dikutip dari media, laba bersih Petrosea sukses melonjak hingga 50,54% secara tahunan menjadi Rp23,54 miliar pada kuartal I/2026 yang lalu.

Kombinasi antara pertumbuhan profitabilitas yang kuat dan efisiensi energi berbasis teknologi bersih ini diharapkan mampu menciptakan standar baru bagi industri kontraktor pertambangan nasional.

Selain melakukan pembenahan internal, perseroan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem rantai pasok baterai kendaraan listrik yang menjadi proyek strategis nasional.

Manajemen PTRO optimistis implementasi teknologi ramah lingkungan ini tidak hanya menaikkan valuasi perusahaan di mata investor berbasis ESG, tetapi juga memberikan efisiensi biaya jangka panjang bagi operasional tambang.