Keputusan pemerintah menunjuk Destry Damayanti sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Bank Indonesia (BI) langsung menempatkan namanya menjadi perhatian publik. Penunjukan itu dilakukan setelah Presiden menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI pada Minggu (26/7/2026), sebagaimana diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (27/7/2026).
- Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia setelah Presiden menerima pengunduran diri Perry Warjiyo.
- Berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang ekonomi, perbankan, pasar keuangan, hingga kebijakan publik.
- Pernah berkarier di Kementerian Keuangan, Citibank, Bank Mandiri, LPS, dan BI, menjadikannya salah satu ekonom dengan pengalaman paling lengkap di Indonesia.
Dengan penunjukan tersebut, Destry memimpin roda Bank Indonesia hingga pemerintah dan DPR menetapkan gubernur definitif sesuai mekanisme dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Dari Akademisi hingga Menjadi Ekonom Pasar
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Pendidikan ekonominya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Kariernya justru dimulai dari dunia akademik. Pada akhir 1980-an ia menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu, Destry sempat berkarier di Kementerian Keuangan pada 1992–1997 sebelum berpindah ke sektor perbankan internasional sebagai ekonom di Citibank.
Pengalaman lintas institusi tersebut membentuk perspektifnya yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga dinamika kebijakan fiskal, moneter, dan industri keuangan.
Pada 2000–2003, Destry dipercaya menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia. Posisi tersebut membuatnya banyak terlibat dalam analisis ekonomi makro Indonesia di mata investor internasional.
Membangun Reputasi sebagai Kepala Ekonom
Nama Destry mulai dikenal luas ketika bergabung dengan Mandiri Sekuritas sebagai Kepala Ekonom pada 2005. Di sana ia kerap menjadi rujukan investor domestik maupun asing dalam membaca arah ekonomi Indonesia.
Enam tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri. Jabatan tersebut memperluas perannya dari sekadar memberikan analisis ekonomi menjadi penyusunan strategi bisnis perbankan terbesar di Indonesia.
Pada periode 2014–2015, Destry juga dipercaya memimpin Task Force Ketahanan Ekonomi di Kementerian BUMN. Pada tahun yang sama, Presiden juga menunjuknya sebagai Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan integritasnya.
Mengawal Stabilitas Sistem Keuangan
Karier Destry kemudian berlanjut ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS pada periode 2015–2019.
Di lembaga tersebut, Destry terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan penjaminan simpanan dan penguatan stabilitas sistem keuangan nasional, terutama ketika sektor keuangan menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global.
Pengalaman di LPS menjadi bekal penting sebelum ia memasuki Bank Indonesia.
Pada 2019, Presiden menetapkannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Lima tahun kemudian, pemerintah kembali mempercayainya untuk menduduki posisi yang sama pada periode kedua hingga 2029. Dalam pelantikan keduanya pada Agustus 2024, Destry menegaskan komitmennya memperkuat sinergi BI dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Figur Sentral di Balik Kebijakan Bank Indonesia
Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry menjadi salah satu tokoh utama dalam berbagai keputusan strategis Bank Indonesia.
Ia aktif menyampaikan arah kebijakan suku bunga, stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, pendalaman pasar keuangan, hingga transformasi sistem pembayaran digital.
Di berbagai forum internasional, Destry juga mewakili Indonesia dalam pembahasan isu-isu ekonomi global, termasuk koordinasi dengan bank sentral negara lain dan lembaga keuangan internasional.
Pengalamannya yang mencakup akademisi, birokrasi, pasar keuangan, perbankan, hingga regulator membuat Destry dikenal sebagai ekonom yang memiliki pandangan komprehensif mengenai kebijakan ekonomi nasional.
Tantangan Sebagai Pj Gubernur Bank Indonesia
Penunjukan Destry sebagai Pejabat Gubernur BI terjadi pada saat perhatian pasar tertuju pada transisi kepemimpinan bank sentral.
Tantangan utamanya bukan hanya memastikan operasional Bank Indonesia berjalan normal, tetapi juga menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap independensi bank sentral.
Dalam jangka pendek, fokus Bank Indonesia diperkirakan tetap pada pengendalian inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memastikan likuiditas sistem keuangan tetap memadai, serta menjaga koordinasi dengan pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang ekonomi dan rekam jejak panjang di berbagai institusi strategis, Destry Damayanti kini menjadi figur sentral yang memegang kendali Bank Indonesia sembari menunggu proses penetapan gubernur definitif sesuai ketentuan perundang-undangan.
0 Komentar