Daftar IsiTampilkan


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
adalah bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar dan aset. Berdiri pada 21 Februari 1957, BCA tumbuh menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional. Sahamnya melantai di Bursa Efek Indonesia pada 31 Mei 2000 dengan kode BBCA, dan kini menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa.

Profil Singkat

BCA berawal dari sebuah usaha yang berdiri pada 1957 dan berkembang pesat menjadi bank transaksi terkemuka di Indonesia. Setelah krisis 1998 dan proses rekapitalisasi, BCA melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2000. Sejak itu, bank ini dikenal dengan fokusnya pada layanan pembayaran, jaringan yang luas, dan basis nasabah yang sangat besar.


Bidang Usaha

Kekuatan utama BCA ada pada perbankan transaksi dan pembayaran — jaringan ATM, mesin EDC, QRIS, serta layanan digital BCA mobile dan myBCA. Dari aktivitas transaksi inilah BCA menghimpun dana murah (giro dan tabungan/CASA) dalam jumlah besar, yang menjadi fondasi biaya dana rendah dan margin bunga bersih (NIM) yang stabil.

Di sisi penyaluran, BCA melayani kredit korporasi, komersial, usaha kecil menengah, hingga konsumer seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Kombinasi dana murah yang melimpah dan penyaluran kredit yang hati-hati membuat kualitas aset BCA relatif terjaga dibanding rata-rata industri.


Kinerja Keuangan

Data laporan keuangan tahunan dan kuartalan di bawah ini — pendapatan, laba bersih, aset, dan rasio — diperbarui otomatis. Secara umum, BCA dikenal konsisten mencatat pertumbuhan laba bersih dengan kualitas aset yang terjaga (rasio kredit bermasalah/NPL rendah).


Dividen

BCA rutin membagikan dividen kepada pemegang saham, dengan tren nominal yang cenderung meningkat seiring pertumbuhan laba, dan sesekali membagikan dividen interim di tengah tahun. Kebijakan dividennya dikenal stabil, sejalan dengan karakter bisnisnya yang menghasilkan arus kas kuat.

Catatan: perbarui tabel di bawah ini dengan angka dividen terbaru dari keterbukaan informasi/RUPS.

Riwayat Dividen BBCA 
Tahun BukuDividen/SahamJenis
2026Rp20Interim
2025Rp281Final
2025Rp55Interim
2024Rp250Final
2024Rp50Interim

Pemegang Saham dan Grup

BBCA dikendalikan oleh keluarga Hartono (Grup Djarum) melalui PT Dwimuria Investama Andalan, yang menggenggam sekitar 54,94% saham. Sisanya dimiliki publik. Struktur kepemilikan yang solid ini kerap disebut sebagai salah satu faktor kestabilan arah bisnis BCA dalam jangka panjang.


Anak Usaha

BCA menjalankan sejumlah anak usaha untuk melengkapi ekosistem layanan keuangannya, antara lain: BCA Syariah, BCA Finance dan BCA Multi Finance (pembiayaan), BCA Digital yang mengoperasikan bank digital "blu", BCA Sekuritas, BCA Life dan BCA Insurance (asuransi), serta Central Capital Ventura (modal ventura).


Kesimpulan

Dengan waralaba transaksi terkuat di Indonesia, dana murah yang melimpah, dan kualitas aset yang terjaga, BBCA kerap dijadikan saham inti (core holding) oleh investor jangka panjang. Valuasinya biasanya premium dibanding bank lain — cerminan dari konsistensi dan kualitasnya.

Data harga dan keuangan di halaman ini disediakan oleh TradingView dan diperbarui otomatis. Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.