Website paling banyak dikunjungi di Indonesia pada Juni 2026 adalah Google.com dengan 2,13 miliar kunjungan, disusul YouTube (1,19 miliar) dan Facebook (160,27 juta). Dua puluh situs teratas mengumpulkan total 4,89 miliar kunjungan dalam satu bulan — dan 67,9% di antaranya cuma mengalir ke dua pintu: Google dan YouTube.
Tapi angka peringkat itu bagian yang paling membosankan. Yang menarik justru ada di baris ke-10 sampai ke-20, tempat kita bisa melihat ke mana sebenarnya uang dan perhatian orang Indonesia mengalir hari ini: situs berita nasional yang traffic-nya rontok 29,55% dalam setahun, situs komik bajakan yang traffic-nya hampir dua kali lipat situs berita terbesar, mesin AI yang naik 36,97%, dan tiga domain misterius yang menyedot 166 juta kunjungan tanpa ada yang tahu persis isinya apa.
Ringkasan
- Total 20 situs teratas: 4,89 miliar kunjungan di Juni 2026 — setara 21 kunjungan per pengguna internet Indonesia.
- Google + YouTube menguasai 67,92% dari seluruh traffic 20 besar.
- Akses lewat ponsel: 77,46%. Lewat desktop: 22,54%.
- ChatGPT (peringkat 8) tumbuh +36,97% YoY — satu-satunya situs AI di daftar, dan uniknya 66,44% traffic-nya dari desktop.
- Detik.com anjlok 29,55% YoY. Satu-satunya media berita yang tersisa di 20 besar.
- Gabungan 4 situs komik/anime/drama (Shinigami, Komiku, Otakudesu, NontonDrama) = 236,13 juta kunjungan, atau 2,6x lipat traffic Detik.com.
- Tiga domain tak dikenal (vid30s.com, 9ffyu1g9c.com, goodimpressioncrboost.com) menyedot 166,58 juta kunjungan — 3,41% dari total.
Daftar lengkap 20 website paling banyak dikunjungi di Indonesia, Juni 2026
Tabel di bawah menampilkan data mentah Semrush untuk Juni 2026: jumlah kunjungan, pembagian desktop/mobile, perubahan bulanan (MoM), dan perubahan tahunan (YoY). Geser tabel ke samping jika kamu membaca dari ponsel.
| # | Domain | Kategori | Kunjungan | Desktop | Mobile | MoM | YoY |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | google.com | Mesin pencari | 2,13 M | 20,03% | 79,97% | ↓ 3,98% | ↓ 7,90% |
| 2 | youtube.com | Video | 1,19 M | 23,40% | 76,60% | ↑ 2,25% | ↑ 8,58% |
| 3 | facebook.com | Media sosial | 160,27 jt | 21,62% | 78,38% | ↑ 12,05% | ↓ 11,20% |
| 4 | instagram.com | Media sosial | 153,42 jt | 31,96% | 68,04% | ↓ 2,09% | ↑ 5,62% |
| 5 | shopee.co.id | E-commerce | 151,69 jt | 23,26% | 76,74% | ↑ 0,74% | ↑ 14,67% |
| 6 | whatsapp.com | Pesan instan | 133,73 jt | 79,14% | 20,86% | ↑ 3,99% | ↓ 11,50% |
| 7 | x.com | Media sosial | 113,78 jt | 25,87% | 74,13% | ↑ 4,46% | ↑ 1,41% |
| 8 | chatgpt.com | AI | 112,05 jt | 66,44% | 33,56% | ↓ 8,18% | ↑ 36,97% |
| 9 | tiktok.com | Video | 109,15 jt | 25,05% | 74,95% | ↑ 4,74% | ↑ 12,05% |
| 10 | detik.com | Media berita | 90,56 jt | 6,98% | 93,02% | ↓ 16,24% | ↓ 29,55% |
| 11 | shinigami.asia | Komik/manga | 88,85 jt | 2,43% | 97,57% | ↓ 13,67% | ↑ 161,28% |
| 12 | vid30s.com | Tidak teridentifikasi | 73,98 jt | 5,49% | 94,51% | ↑ 4.620,84% | — |
| 13 | komiku.org | Komik/manga | 63,35 jt | 2,02% | 97,98% | ↓ 10,06% | ↑ 1.053,27% |
| 14 | wikipedia.org | Referensi | 51,88 jt | 13,21% | 86,79% | ↓ 2,95% | ↓ 19,43% |
| 15 | 9ffyu1g9c.com | Tidak teridentifikasi | 49,19 jt | 4,07% | 95,93% | ↑ 7,66% | — |
| 16 | Situs 18+ internasional (A) | Terbatas usia | 46,25 jt | 4,13% | 95,87% | ↓ 13,33% | ↓ 22,46% |
| 17 | goodimpressioncrboost.com | Tidak teridentifikasi | 43,41 jt | 0,36% | 99,64% | ↑ 27,58% | — |
| 18 | otakudesu.blog | Anime | 42,49 jt | 9,89% | 90,11% | ↓ 12,19% | — |
| 19 | Situs 18+ internasional (B) | Terbatas usia | 42,41 jt | 4,83% | 95,17% | ↓ 11,98% | ↑ 51,66% |
| 20 | nontondrama.my | Streaming drama | 41,44 jt | 23,04% | 76,96% | ↑ 5,81% | — |
Keterangan: "M" = miliar, "jt" = juta. MoM = perubahan dibanding Mei 2026. YoY = perubahan dibanding Juni 2025. Tanda "—" berarti data pembanding tahun sebelumnya tidak tersedia (domain baru atau belum terlacak). Kategori adalah klasifikasi Receh.in, bukan label resmi Semrush. Dua entri pada peringkat 16 dan 19 adalah situs berkategori terbatas usia; namanya kami samarkan agar artikel ini layak dibaca semua kalangan, sementara seluruh angkanya tetap ditampilkan apa adanya supaya peringkatnya akurat.
Grafik: seberapa timpang sebenarnya?
Kalau ditulis dalam tabel, selisih antara peringkat 1 dan peringkat 3 terlihat seperti angka biasa. Begitu digambar dalam skala yang sama, timpangnya baru terasa: Facebook di peringkat 3 hanya sebesar 7,5% dari traffic Google. Sisa 17 situs di daftar ini, kalau digabung semua (1,41 miliar kunjungan), masih kalah telak dari Google sendirian.
10 website teratas di Indonesia — Juni 2026
Skala relatif terhadap Google.com (2,13 miliar kunjungan)
Ke mana perhatian orang Indonesia sebenarnya pergi?
Peringkat per domain menyesatkan kalau dibaca sendirian. Yang lebih jujur adalah mengelompokkannya per kategori, karena di situlah terlihat pola konsumsi yang sebenarnya.
Dua temuan langsung terlihat. Pertama, hiburan mengalahkan informasi dengan telak. Kategori komik-anime-drama (4,83%) lebih dari dua setengah kali lipat kategori media berita (1,85%), padahal media berita diisi oleh salah satu portal terbesar negeri ini. Kedua, e-commerce hanya menyumbang 3,10% — bukan karena orang Indonesia tidak belanja, tapi karena hampir semua transaksi sudah pindah ke aplikasi, bukan situs web.
Indonesia adalah negara ponsel — kecuali untuk dua hal
Dari 4,89 miliar kunjungan, 3,79 miliar (77,46%) datang dari ponsel dan hanya 1,10 miliar (22,54%) dari desktop. Ini konsisten dengan laporan DataReportal yang mencatat sekitar 98% pengguna internet Indonesia mengakses lewat ponsel.
Distribusi total kunjungan 20 situs teratas berdasarkan perangkat, Juni 2026.
Tapi ada dua pengecualian yang justru paling menarik dari sisi bisnis:
- WhatsApp.com: 79,14% desktop. Ini bukan anomali — whatsapp.com adalah pintu masuk WhatsApp Web, yang dipakai orang saat bekerja di depan laptop. Angka ini praktis adalah proksi seberapa dalam WhatsApp masuk ke urat nadi dunia kerja Indonesia.
- ChatGPT.com: 66,44% desktop (setara 74,45 juta kunjungan). Di negara yang 98% penggunanya mobile-first, satu-satunya situs AI di daftar ini justru dipakai dua per tiga dari layar besar. Artinya AI belum jadi hiburan — ia dipakai untuk bekerja: menulis, mengerjakan tugas, membuat laporan, bikin kode.
Lima temuan yang tidak kelihatan di tabel
1. Detik.com turun 29,55% setahun — dan ini bukan cuma soal Detik
Detik kehilangan hampir sepertiga traffic-nya dalam setahun, plus 16,24% lagi hanya dalam sebulan terakhir. Ini bukan kasus tunggal. Reuters Institute Digital News Report 2026 mencatat penurunan traffic organik dari Google ke lebih dari 2.500 situs berita global sebesar 33% antara November 2024 dan November 2025. Di Indonesia, beberapa perusahaan media melaporkan kehilangan traffic hingga 70%.
Penyebabnya kombinasi tiga hal: ringkasan AI di halaman hasil pencarian Google yang membuat orang tidak perlu mengklik, perpindahan konsumsi berita ke video pendek (Indonesia termasuk negara dengan konsumsi berita video tertinggi dunia, di atas 80%), dan asisten AI yang menjawab langsung tanpa mengirim pengunjung ke sumbernya. Wikipedia.org, yang traffic-nya turun 19,43% YoY, mengalami hal serupa — dan Wikipedia adalah satu-satunya situs di daftar ini yang sumber traffic utamanya masih "Search".
2. Situs komik bajakan mengalahkan portal berita terbesar
Shinigami.asia (88,85 juta) dan Komiku.org (63,35 juta) kalau digabung menghasilkan 152,2 juta kunjungan — sekitar 1,7 kali lipat traffic Detik.com. Tambahkan Otakudesu.blog (anime) dan NontonDrama.my (drama Asia), totalnya jadi 236,13 juta, atau 2,6 kali lipat Detik.
Pertumbuhan tahunannya bikin melongo: Komiku +1.053,27%, Shinigami +161,28%. Sebagian besar lonjakan ini bukan karena tiba-tiba muncul pembaca baru, melainkan karena situs-situs sejenis rutin diblokir dan penggunanya berpindah domain. Setiap kali satu domain diblokir, traffic-nya bermigrasi ke domain pengganti — sehingga domain penerima terlihat tumbuh ribuan persen.
Yang jarang dibahas: ini adalah pasar. Situs-situs ini dimonetisasi lewat jaringan iklan yang bersedia menerima inventori berisiko, biasanya dengan CPM rendah tapi volume raksasa. Dari sisi ekonomi, ratusan juta kunjungan yang mengalir ke sana adalah nilai yang tidak pernah sampai ke penerbit komik resmi, penerjemah berlisensi, atau platform legal seperti WEBTOON dan MangaToon.
3. ChatGPT masuk 8 besar — dan pertumbuhannya belum berhenti
Dengan 112,05 juta kunjungan dan pertumbuhan +36,97% YoY, ChatGPT sekarang berada di atas TikTok dan lebih dari dua kali lipat traffic Wikipedia. Indonesia sendiri kerap disebut masuk lima besar negara pengguna ChatGPT terbanyak di dunia.
Penurunan bulanan sebesar 8,18% jangan langsung dibaca sebagai pelemahan. Juni adalah bulan libur sekolah dan kuliah di Indonesia — segmen pengguna terbesar AI generatif justru sedang tidak mengerjakan tugas. Pola musiman yang sama biasanya terlihat pada situs referensi dan edukasi.
4. Tiga domain misterius menyedot 166 juta kunjungan
Ini bagian paling aneh dari daftar Juni 2026. Tiga domain — vid30s.com (73,98 juta), 9ffyu1g9c.com (49,19 juta), dan goodimpressioncrboost.com (43,41 juta) — bersama-sama mengumpulkan 166,58 juta kunjungan, lebih besar dari Facebook.
Beberapa penanda yang mencurigakan:
- vid30s.com naik 4.620,84% dalam sebulan. Pertumbuhan sebesar itu praktis mustahil terjadi secara organik.
- goodimpressioncrboost.com punya 99,64% traffic mobile dan hanya 0,36% desktop — pola yang khas untuk trafik yang datang dari notifikasi push atau redirect di dalam aplikasi, bukan dari orang yang mengetik alamat.
- Dua dari tiga bersumber "Referral", bukan "Direct" — artinya pengunjungnya dikirim dari situs lain, bukan datang sendiri.
- Nama domainnya sendiri bicara: "cr boost" adalah istilah yang lazim di dunia periklanan untuk menaikkan click rate.
Pola-pola ini konsisten dengan apa yang di industri periklanan disebut traffic arbitrage dan situs Made for Advertising (MFA): membeli traffic murah (biasanya lewat notifikasi push atau pop-under), lalu mengalirkannya ke halaman penuh iklan untuk mengambil selisih harganya. Riset industri memperkirakan situs MFA kini menyumbang sekitar 21% dari total tayangan iklan programatik global, dan kerugian akibat kecurangan iklan diproyeksikan melewati 100 miliar dolar AS pada 2026.
Kita tidak bisa memastikan status ketiga domain itu tanpa audit langsung, dan Receh.in tidak menuduh apa pun. Tapi ada satu kesimpulan yang aman: sebagian dari "traffic internet Indonesia" yang muncul di berbagai laporan agregat kemungkinan bukan manusia yang benar-benar membaca sesuatu. Kalau kamu memasang iklan digital, ini alasan konkret untuk memeriksa laporan penempatan iklanmu.
5. Shopee sendirian mewakili seluruh e-commerce Indonesia
Dari 20 situs teratas, hanya satu marketplace yang lolos: Shopee, dengan 151,69 juta kunjungan dan pertumbuhan +14,67% YoY. Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Bukalapak tidak masuk.
Ini bukan berarti pesaingnya mati. Ini menunjukkan dua hal sekaligus: konsolidasi pasar — survei APJII menempatkan Shopee sebagai platform paling sering diakses dengan pangsa di atas 53% — dan perpindahan besar-besaran dari web ke aplikasi. TikTok Shop, yang pertumbuhannya paling agresif, bahkan hampir tidak punya jejak web sama sekali karena seluruh transaksinya terjadi di dalam aplikasi TikTok. Traffic situs web hari ini bukan lagi ukuran yang adil untuk mengukur pangsa pasar e-commerce.
Apa artinya semua ini buat uang kamu?
Data traffic terlihat seperti urusan orang marketing. Sebenarnya tidak — peta ini menjelaskan ke mana miliaran rupiah anggaran iklan, waktu produktif, dan peluang usaha sedang mengalir.
Kalau kamu punya usaha kecil atau menengah
Kesimpulan paling praktis: berhenti berpikir "bikin website dulu". Perhatian orang Indonesia terkonsentrasi di Google, YouTube, media sosial, dan aplikasi belanja. Website kamu berguna sebagai bukti kredibilitas dan sebagai aset yang kamu miliki sendiri, tapi penjualan hampir selalu terjadi di platform orang lain. Alokasikan sesuai kenyataan itu, bukan sesuai teori.
Kalau kamu blogger, kreator, atau penerbit
Data Detik dan Wikipedia adalah peringatan yang jelas: model "menang di Google, hidup dari iklan display" sedang menua. Yang perlu dibangun sekarang adalah saluran yang tidak bisa dipotong perantara — daftar email, komunitas, produk digital, langganan. Untuk konten sendiri, prioritaskan yang punya data asli, angka yang bisa dicek, dan pengalaman langsung; itu satu-satunya jenis konten yang tetap punya alasan untuk diklik di era jawaban instan.
Kalau kamu memasang iklan digital
Bagian tentang domain tak teridentifikasi tadi bukan trivia. Periksa laporan penempatan iklanmu dan cari pola berikut: bounce rate di atas 95%, rasio klik tinggi tapi konversi nol, dan domain yang namanya tidak berarti apa-apa. Blokir yang mencurigakan. Anggaran yang bocor ke sana adalah kerugian yang paling mudah dihentikan dibanding jenis pemborosan iklan lainnya.
Kalau kamu investor
Tiga sinyal jangka panjang dari data ini: dominasi Google yang mulai retak sedikit (turun 7,9% YoY), kategori AI yang tumbuh paling cepat dari basis yang sudah besar, dan sektor media berbasis iklan display yang menghadapi tekanan struktural, bukan siklus sementara. Ini bukan rekomendasi membeli atau menjual apa pun — hanya konteks yang layak diperhitungkan.
Cara membaca data ini dengan benar
Supaya tidak salah tafsir, tiga catatan metodologi yang penting:
- Ini estimasi, bukan angka pasti. Semrush menghitung traffic lewat model statistik berbasis panel data dan clickstream, bukan dari server situs yang bersangkutan. Angkanya sangat berguna untuk membandingkan situs dan melihat tren, tapi jangan diperlakukan sebagai angka absolut.
- Yang dihitung adalah kunjungan (visits), bukan orang. Satu orang yang membuka Google lima belas kali sehari dihitung lima belas kali. Karena itu total 4,89 miliar bisa terlihat jauh lebih besar dari jumlah penduduk — setara sekitar 21 kunjungan per pengguna internet per bulan.
- Ini hanya traffic web. Aktivitas di dalam aplikasi tidak terhitung. Itu sebabnya TikTok, Instagram, dan WhatsApp posisinya di sini jauh lebih rendah daripada peran nyatanya dalam keseharian orang Indonesia, dan kenapa TikTok Shop nyaris tak terlihat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa website nomor 1 yang paling banyak dikunjungi di Indonesia?
Google.com, dengan 2,13 miliar kunjungan pada Juni 2026 menurut data Semrush. Angka ini sekitar 1,8 kali lipat YouTube di peringkat kedua, dan lebih dari 13 kali lipat Facebook di peringkat ketiga.
Apa situs Indonesia (domain lokal) yang paling banyak dikunjungi?
Shopee.co.id dengan 151,69 juta kunjungan, di peringkat 5 keseluruhan. Untuk media berita, Detik.com adalah yang tertinggi dengan 90,56 juta kunjungan di peringkat 10 — sekaligus satu-satunya media berita yang masuk 20 besar.
Kenapa traffic Detik.com turun begitu tajam?
Detik turun 29,55% dibanding Juni 2025 dan 16,24% dibanding Mei 2026. Penyebab utamanya bersifat industri, bukan khusus Detik: ringkasan AI di hasil pencarian Google mengurangi klik ke situs berita, konsumsi berita berpindah ke video pendek dan media sosial, dan asisten AI menjawab pertanyaan tanpa mengirim pengunjung ke sumber aslinya. Reuters Institute mencatat penurunan traffic organik rata-rata 33% untuk situs berita global dalam setahun.
Apa itu vid30s.com dan 9ffyu1g9c.com yang masuk daftar?
Keduanya domain yang tidak punya identitas merek yang jelas namun mencatat traffic sangat besar. Pola datanya — lonjakan 4.620% dalam sebulan, traffic hampir sepenuhnya mobile, dan sumber traffic "Referral" — mirip dengan karakteristik situs traffic arbitrage atau Made for Advertising, yaitu situs yang membeli traffic murah lalu memonetisasinya dengan iklan. Status pastinya tidak bisa dikonfirmasi tanpa audit langsung.
Kenapa TikTok cuma di peringkat 9, padahal terasa ada di mana-mana?
Karena data ini hanya menghitung kunjungan ke situs web (tiktok.com), bukan aktivitas di dalam aplikasi. Mayoritas pengguna TikTok di Indonesia mengakses lewat aplikasi, yang tidak terhitung sama sekali dalam metrik ini. Hal yang sama berlaku untuk Instagram dan WhatsApp.
Berapa total kunjungan 20 website teratas Indonesia?
Sekitar 4,89 miliar kunjungan pada Juni 2026. Google dan YouTube saja menyumbang 3,32 miliar atau 67,92% dari total tersebut, menyisakan 1,57 miliar untuk 18 situs lainnya.
Data ini diambil dari mana dan seberapa akurat?
Dari Semrush Trending Websites untuk pasar Indonesia, periode Juni 2026. Semrush mengestimasi traffic menggunakan model statistik berbasis panel dan data clickstream, bukan data langsung dari server tiap situs. Angkanya andal untuk perbandingan antar situs dan analisis tren, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai angka absolut yang presisi.
Penutup
Peringkat 20 besar Juni 2026 sebenarnya menceritakan satu hal sederhana: perhatian orang Indonesia semakin terkonsentrasi di segelintir gerbang, sementara nilai ekonominya makin menyebar ke tempat-tempat yang tidak terlihat — aplikasi yang tidak terlacak, situs bajakan yang beromzet iklan, dan domain yang bahkan tidak jelas siapa pemiliknya.
Buat siapa pun yang mencari nafkah dari internet di Indonesia, pelajarannya tetap sama sejak dulu: jangan menaruh seluruh sandaran pada satu pintu yang bukan milikmu. Pintu itu bisa mengubah aturannya kapan saja, dan tahun ini ia sudah membuktikannya pada seluruh industri media.
- Semrush — Most Visited Websites in Indonesia, Juni 2026 (data utama)
- DataReportal — Digital 2026: Indonesia
- Reuters Institute — Digital News Report 2026 (via Prapanca.id)
- APJII — Survei Penetrasi Internet Indonesia
- Databoks Katadata — Kunjungan situs e-commerce Juni 2026
Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi. Seluruh angka merupakan estimasi pihak ketiga per Juni 2026.

0 Komentar