Daftar IsiTampilkan


JAKARTA
— Investor Indonesia kini memiliki cara baru untuk mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus membeli dan menyimpan logam mulia secara fisik. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperdagangkan lima Exchange Traded Fund (ETF) syariah berbasis emas pada Senin (10/8/2026), dengan nilai transaksi ritel yang secara teoritis dapat dimulai dari sekitar Rp24.800 untuk satu lot pada produk dengan harga perdana terendah.

Lima produk tersebut adalah Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA), BRI MI Gold ETF Syariah (XDES), Mandiri ETF Emas (XMES), Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO), dan Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD). Produk-produk itu menghubungkan pasar modal dengan emas fisik melalui aset dasar berbentuk Electronic Gold Receipt atau EGR, sehingga investor dapat membeli dan menjual unit ETF melalui broker layaknya saham.

3 Poin Penting

  • Lima ETF Emas Diluncurkan: XTRA, XDES, XMES, XSGO, dan XGLD mulai diperdagangkan di BEI pada 10 Agustus 2026 dengan total pencatatan awal sekitar 63,8 juta unit.
  • Bisa Diakses Investor Ritel: Karena transaksi di pasar sekunder menggunakan satuan satu lot atau 100 unit, kebutuhan dana awal berdasarkan harga perdana berkisar sekitar Rp24.800 hingga Rp102.100.
  • Pajak Masih Perlu Dicermati: Pemerintah sedang mengkaji penyetaraan perlakuan PPN dan PPh Pasal 22 terkait transaksi EGR. Artinya, detail perpajakan ETF emas masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau investor.
5 ETF Produk Emas Baru di BEI
63,8 Juta Unit Pencatatan Awal
~Rp21,68 M Total NAB Awal
Mulai ~Rp24.800 Estimasi 1 Lot Termurah

1. ETF Emas Resmi Masuk Bursa Indonesia

Peluncuran lima ETF emas dilakukan bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Produk diterbitkan oleh lima manajer investasi berbeda, yakni Trimegah Asset Management, BRI Manajemen Investasi, Mandiri Manajemen Investasi, Syailendra Capital, dan Indo Premier Investment Management.

Secara keseluruhan, kelima produk mencatatkan sekitar 63,8 juta unit penyertaan pada tahap awal dengan total Nilai Aktiva Bersih atau NAB sekitar Rp21,68 miliar.

Kehadiran ETF emas memperluas pilihan investor yang selama ini memperoleh eksposur emas melalui logam mulia fisik, tabungan emas, atau layanan emas digital.

Perbedaannya, ETF dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan BEI menggunakan rekening efek yang sama dengan transaksi saham.

Catatan Receh.in:
ETF emas bukan berarti investor membawa pulang emas batangan. Yang dimiliki investor adalah unit penyertaan reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan memiliki eksposur terhadap aset emas sebagai underlying. Karena itu, karakter investasinya berbeda dengan memegang emas fisik secara langsung.

2. Ini 5 ETF Emas yang Diperdagangkan di BEI

Kelima ETF memiliki harga perdana, jumlah unit awal, bank kustodian, serta dealer partisipan yang berbeda. Namun seluruhnya dirancang untuk memberikan eksposur terhadap emas melalui struktur ETF syariah.

← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →

Kode Manajer Investasi Harga Perdana Unit Awal NAB Awal
XTRA Trimegah Asset Management Rp248 48 juta Rp11,91 miliar
XDES BRI Manajemen Investasi Rp1.000 1,7 juta Rp1,70 miliar
XMES Mandiri Manajemen Investasi Rp757 6,6 juta Rp4,99 miliar
XSGO Syailendra Capital Rp1.021 1,5 juta Rp1,53 miliar
XGLD Indo Premier Investment Management Rp256 6 juta Rp1,54 miliar

Sumber: Data pencatatan perdana ETF emas di Bursa Efek Indonesia, 10 Agustus 2026.

3. Modal Beli ETF Emas Bisa Mulai Puluhan Ribu Rupiah

Salah satu daya tarik utama ETF emas adalah nominal transaksi yang relatif rendah di pasar sekunder. Karena perdagangan di BEI menggunakan satuan 1 lot atau 100 unit, kebutuhan dana awal dapat dihitung dari harga masing-masing unit dikalikan 100.

Berdasarkan harga perdana, XTRA memiliki nilai satu lot sekitar Rp24.800, sedangkan XGLD sekitar Rp25.600.

XMES membutuhkan sekitar Rp75.700 per lot, XDES sekitar Rp100.000, dan XSGO sekitar Rp102.100.

Kode Harga Perdana / Unit 1 Lot Estimasi Modal 1 Lot
XTRA Rp248 100 unit Rp24.800
XGLD Rp256 100 unit Rp25.600
XMES Rp757 100 unit Rp75.700
XDES Rp1.000 100 unit Rp100.000
XSGO Rp1.021 100 unit Rp102.100

Angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan harga perdana dan belum memasukkan biaya transaksi broker. Setelah perdagangan berjalan, kebutuhan modal akan mengikuti harga ETF yang terbentuk di bursa.

Jangan Hanya Membandingkan Harga per Unit:
ETF dengan harga satu unit Rp248 tidak otomatis lebih murah secara valuasi dibandingkan ETF berharga Rp1.021. Harga unit merupakan hasil struktur pembentukan unit masing-masing produk. Investor perlu membandingkan NAB, tracking terhadap underlying, spread bid-offer, likuiditas, serta biaya pengelolaan.

4. XSGO Menawarkan Akses Ritel Sekitar Rp100.000

Salah satu produk yang diluncurkan adalah Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) yang dikelola Syailendra Capital.

XSGO memiliki underlying berupa Electronic Gold Receipt atau EGR yang didukung emas fisik dengan standar kemurnian 99,5% LBMA atau 99,9% SNI.

Investor dapat mengakses XSGO melalui dua mekanisme. Di pasar sekunder, investor ritel dapat melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas mulai satu lot atau 100 unit.

Dengan harga perdana Rp1.021 per unit, satu lot XSGO setara sekitar Rp102.100.

Sementara itu, pembelian melalui pasar primer memiliki skala jauh lebih besar. Minimum pembelian disebut setara sekitar 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar menggunakan asumsi harga emas Rp3 juta per gram.

Pasar primer XSGO dilayani PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan, sedangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk. bertindak sebagai bank kustodian.

5. XTRA Menjadi ETF dengan NAB Awal Terbesar

Trimegah Syariah ETF Emas atau XTRA menjadi produk dengan pencatatan awal terbesar di antara lima ETF yang diluncurkan.

Trimegah Asset Management mencatatkan sekitar 48 juta unit dengan NAB awal Rp11,91 miliar dan harga perdana Rp248 per unit.

Nilai tersebut berarti XTRA sendiri mewakili lebih dari separuh NAB awal gabungan lima ETF emas.

Produk ini menggunakan PT Bank HSBC Indonesia sebagai bank kustodian. Sementara PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. menjadi dealer partisipan yang membantu menyediakan likuiditas ETF.

Trimegah menyatakan setiap unit XTRA didukung penuh oleh eksposur emas atau fully-backed melalui struktur aset dasar produk.

6. Bagaimana Emas Fisik Masuk ke Dalam ETF?

Salah satu komponen kunci dalam ekosistem ETF emas adalah Electronic Gold Receipt.

EGR pada dasarnya menghubungkan emas fisik yang tersimpan di lembaga penyimpanan dengan instrumen investasi yang dapat digunakan dalam struktur ETF.

Pegadaian mengambil peran penting dalam ekosistem tersebut sebagai penyedia dan penyimpan emas fisik untuk produk yang menggunakan EGR Pegadaian sebagai underlying.

Pada XSGO, misalnya, Pegadaian berperan sebagai Gold Custody dan Gold Provider. Emas fisik menjadi penopang EGR, sedangkan unit ETF kemudian diperdagangkan oleh investor di BEI.

Struktur ini memungkinkan investor memperoleh eksposur emas tanpa harus melakukan penyimpanan batangan sendiri.

Sederhananya:
Investor membeli unit ETF di bursa → ETF memiliki eksposur terhadap EGR → EGR ditopang oleh emas fisik yang disimpan sesuai struktur produk. Investor memperoleh pergerakan nilai investasi berbasis emas tanpa harus menyimpan emas tersebut di rumah.

7. Apa Bedanya ETF Emas dengan Emas Batangan?

ETF dan emas fisik sama-sama memberikan eksposur terhadap emas, tetapi cara kepemilikan, perdagangan, dan biayanya berbeda.

Emas batangan memberikan kepemilikan langsung atas logam mulia. Investor dapat memegang barangnya secara fisik, tetapi perlu mempertimbangkan penyimpanan, keamanan, premium pembelian, dan spread buyback.

ETF emas lebih menyerupai aset keuangan. Unit dapat dibeli dan dijual melalui broker selama jam perdagangan bursa, sehingga proses transaksi lebih dekat dengan saham.

Aspek ETF Emas Emas Fisik
Bentuk Kepemilikan Unit penyertaan ETF Logam mulia fisik
Tempat Transaksi BEI melalui sekuritas Dealer / butik / platform emas
Penyimpanan Tidak perlu menyimpan sendiri Investor perlu menyimpan emas
Minimum Bisa mulai 1 lot Umumnya mulai pecahan emas tertentu
Likuiditas Tergantung transaksi dan dealer partisipan Tergantung pasar buyback
Harga Bergerak di bursa dan terkait NAB Harga jual dan buyback penyedia emas

8. Spread Bisa Menjadi Salah Satu Daya Tarik

Syailendra menyebut salah satu potensi keunggulan ETF emas adalah efisiensi spread antara harga beli dan jual.

Dalam struktur XSGO, Pegadaian disebut mengupayakan spread sekitar 2% hingga 3% berdasarkan harga acuannya. Angka tersebut dibandingkan dengan spread pembelian dan penjualan sejumlah produk emas digital maupun emas fisik yang menurut keterangan perusahaan dapat mencapai sekitar 7% hingga 9%.

Namun investor tetap perlu berhati-hati dalam membaca angka tersebut. Spread transaksi ETF yang benar-benar dialami investor di bursa akan dipengaruhi oleh harga bid dan offer, likuiditas, kondisi pasar, serta aktivitas dealer partisipan.

Karena itu, klaim spread yang lebih efisien perlu diuji melalui perdagangan aktual setelah pasar ETF emas berkembang.

9. Dealer Partisipan Jadi Penting untuk Likuiditas

ETF berbeda dari reksa dana konvensional karena unitnya diperdagangkan di pasar sekunder. Karena itu, ketersediaan pembeli dan penjual menjadi penting.

Dealer partisipan berperan membantu proses penciptaan dan penebusan unit sekaligus mendukung pembentukan likuiditas di pasar.

Kode Bank Kustodian Dealer Partisipan
XTRA Bank HSBC Indonesia Mirae Asset Sekuritas & Trimegah Sekuritas
XDES Bank CIMB Niaga Mandiri Sekuritas
XMES Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta Mandiri Sekuritas
XSGO Bank CIMB Niaga Mirae Asset Sekuritas
XGLD Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta Indo Premier Sekuritas

Bagi investor ritel, aspek ini patut diperhatikan karena ETF dengan underlying yang sama tidak selalu memiliki likuiditas pasar sekunder yang sama.

Volume transaksi, frekuensi perdagangan, dan spread bid-offer nantinya dapat menjadi faktor pembeda antarproduk.

10. Jangan Anggap Return ETF Pasti Sama Persis dengan Emas

Tujuan ETF emas adalah memberikan eksposur terhadap pergerakan emas. Namun return investor tidak selalu identik 100% dengan perubahan harga emas fisik yang dilihat di toko atau butik emas.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menghasilkan perbedaan, seperti biaya pengelolaan, mekanisme valuasi aset dasar, spread perdagangan, kurs, serta tracking difference.

Investor karena itu perlu memeriksa prospektus dan fund fact sheet masing-masing produk sebelum memilih ETF.

Dalam jangka panjang, kemampuan manajer investasi menjaga pergerakan NAB tetap dekat dengan benchmark atau harga emas acuannya akan menjadi salah satu ukuran kualitas produk.

Yang Perlu Dibandingkan Investor:
Jangan hanya memilih berdasarkan harga unit paling murah. Perhatikan underlying, biaya pengelolaan, tracking error, likuiditas, spread bid-offer, dealer partisipan, bank kustodian, dan konsistensi harga pasar terhadap NAB.

11. ETF Emas Juga Memperluas Ekosistem Bullion Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan melihat peluncuran ETF emas sebagai bagian dari pengembangan pasar bullion sekaligus pendalaman pasar modal Indonesia.

Instrumen ini menghubungkan aset emas fisik dengan infrastruktur pasar modal, termasuk manajer investasi, sekuritas, kustodian, bursa, serta penyedia emas.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga menilai ETF emas dapat memperluas pilihan instrumen sekaligus membantu meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar keuangan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam peluncuran, nilai ETF emas secara global telah mencapai sekitar US$559 miliar dengan kepemilikan emas sekitar 4.025 ton.

Skala tersebut menunjukkan bahwa ETF telah menjadi salah satu kendaraan penting bagi investor global untuk memperoleh eksposur terhadap emas.

12. Pajak ETF Emas Masih Menjadi Bagian yang Perlu Dipantau

Salah satu isu penting berikutnya adalah perlakuan perpajakan terhadap ekosistem ETF emas dan Electronic Gold Receipt.

Pemerintah menyatakan akan mengkaji kemungkinan penyetaraan perlakuan pajak, termasuk terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Pasal 22 pada transaksi EGR.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembahasan telah dilakukan dengan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak agar perlakuan transaksi dapat lebih setara dengan instrumen lain yang diperdagangkan di bursa.

Namun berdasarkan informasi yang tersedia, pembahasan tersebut masih berupa kajian. Karena itu, investor tidak sebaiknya menganggap insentif atau perubahan pajak tertentu sudah berlaku sebelum aturan resminya diterbitkan.

Poin Penting:
Perlakuan pajak dapat memengaruhi efisiensi akhir ETF emas. Jika struktur pajaknya kompetitif, ETF berpotensi menjadi alternatif yang lebih menarik terhadap emas fisik maupun digital. Namun sampai kebijakan resmi diterbitkan, dampak tersebut belum dapat dihitung secara pasti.

13. Bagaimana Memilih dari Lima ETF Emas?

Karena kelima produk memiliki tujuan investasi yang mirip, pilihan investor sebaiknya tidak hanya didasarkan pada nama manajer investasi atau harga perdana.

Pada fase awal, investor dapat mengamati beberapa indikator: volume transaksi harian, spread bid-offer, kedekatan harga pasar terhadap NAB, biaya pengelolaan, serta konsistensi likuiditas yang disediakan dealer partisipan.

Produk dengan harga unit kecil belum tentu memberikan return lebih besar. Sebaliknya, produk dengan NAB awal paling besar juga belum otomatis menjadi produk terbaik.

ETF baru dapat dibandingkan secara lebih objektif setelah memiliki rekam jejak perdagangan dan data tracking terhadap underlying emas.

Bottom Line:
Peluncuran lima ETF emas menambah cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas dengan modal yang jauh lebih fleksibel. Berdasarkan harga perdana, investor ritel secara teoritis dapat masuk mulai sekitar Rp24.800 untuk satu lot XTRA, Rp25.600 untuk XGLD, hingga sekitar Rp102.100 untuk XSGO. Namun murahnya modal awal bukan faktor utama. Kualitas ETF nantinya akan ditentukan oleh likuiditas, spread, biaya, tracking terhadap emas, tata kelola underlying, dan perlakuan pajak. Investor sebaiknya menunggu data perdagangan aktual sebelum menyimpulkan produk mana yang paling efisien.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apa saja ETF emas yang diperdagangkan di BEI?
Lima ETF emas yang mulai diperdagangkan pada 10 Agustus 2026 adalah XTRA milik Trimegah Asset Management, XDES milik BRI Manajemen Investasi, XMES milik Mandiri Manajemen Investasi, XSGO milik Syailendra Capital, dan XGLD milik Indo Premier Investment Management.
Berapa modal minimum beli ETF emas?
Di pasar sekunder investor membeli minimal satu lot atau 100 unit. Berdasarkan harga perdana, estimasi satu lot berkisar sekitar Rp24.800 untuk XTRA hingga Rp102.100 untuk XSGO, sebelum memperhitungkan biaya transaksi sekuritas.
Apakah ETF emas didukung emas fisik?
Produk ETF emas menggunakan struktur underlying berbasis emas, termasuk Electronic Gold Receipt yang didukung emas fisik sesuai struktur masing-masing produk. Investor tetap perlu membaca prospektus untuk memahami detail aset dasar setiap ETF.
Apa beda ETF emas dan emas batangan?
Investor ETF memiliki unit penyertaan yang diperdagangkan di bursa dan tidak perlu menyimpan emas sendiri. Pada emas batangan, investor memiliki logam mulia secara fisik dan harus mempertimbangkan penyimpanan serta harga buyback.
Apakah XSGO bisa dibeli dengan Rp100.000?
Berdasarkan harga perdana Rp1.021 per unit dan satu lot berisi 100 unit, nilai satu lot XSGO sekitar Rp102.100 sebelum biaya broker. Setelah diperdagangkan, kebutuhan modal mengikuti harga XSGO di bursa.
ETF emas mana yang paling murah?
Berdasarkan harga perdana, XTRA memiliki harga unit terendah Rp248 atau sekitar Rp24.800 per lot. Namun harga unit yang rendah tidak berarti valuasinya lebih murah atau produknya lebih unggul dibandingkan ETF emas lainnya.
Apakah pajak ETF emas sudah ditetapkan?
Pemerintah sedang mengkaji perlakuan PPN dan PPh Pasal 22 dalam ekosistem transaksi EGR. Berdasarkan informasi yang tersedia, penyetaraan perlakuan pajak tersebut masih dalam pembahasan sehingga investor perlu menunggu ketentuan resmi.
Sumber Data: Informasi peluncuran ETF emas di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026; keterangan Syailendra Capital, Trimegah Asset Management, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Perhitungan nilai satu lot dan perbandingan produk dilakukan Receh.in berdasarkan harga pencatatan awal yang tersedia.

Catatan: Harga perdana tidak selalu sama dengan harga perdagangan berikutnya. Nilai transaksi aktual ditentukan oleh harga pasar, spread bid-offer, biaya broker, dan kondisi likuiditas. Informasi mengenai kemungkinan penyetaraan PPN maupun PPh Pasal 22 masih berupa pembahasan kebijakan dan belum diperlakukan sebagai aturan final dalam artikel ini.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi investasi. Perbandingan ETF tidak merupakan rekomendasi untuk membeli produk tertentu. Investor disarankan membaca prospektus, fund fact sheet, struktur biaya, dan risiko masing-masing produk sebelum mengambil keputusan investasi.