Receh.in — Masyarakat kini dapat mengecek sendiri posisi desil kesejahteraan keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal Cek DTSEN Badan Pusat Statistik (BPS) maupun layanan Cek Bansos Kementerian Sosial.
Untuk mengecek melalui kanal BPS, masyarakat tidak perlu membuat akun terlebih dahulu. Namun, jangan hanya menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah NIK ditemukan dalam basis data DTSEN, pengguna juga diminta memasukkan tanggal lahir sesuai data kependudukan untuk melihat desil.
Informasi desil penting karena menggambarkan posisi relatif kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lain. Namun, desil bukan ukuran nominal penghasilan dan bukan pula jaminan otomatis menerima bantuan sosial. Setiap program pemerintah tetap mempunyai kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.
- Cek desil DTSEN melalui kanal BPS dapat dilakukan tanpa login dengan menyiapkan NIK, tanggal lahir, dan kode verifikasi.
- Desil terdiri atas 10 kelompok kesejahteraan relatif: desil 1 berada pada kelompok 10% terbawah dan desil 10 pada kelompok 10% teratas.
- Desil dapat berubah setelah pemutakhiran data, tetapi pengajuan perubahan data tidak otomatis langsung mengubah desil.
Cara Cek Desil DTSEN lewat Website BPS
Kanal Cek DTSEN BPS dapat diakses melalui browser di telepon seluler maupun komputer. Pengguna tidak perlu membuat username atau password untuk melakukan pengecekan.
Siapkan NIK 16 digit dan tanggal lahir sesuai data kependudukan. Urutan pengecekannya sebagai berikut:
- Buka kanal resmi Cek DTSEN BPS melalui browser.
- Pada halaman awal, pilih menu “Lainnya”.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi atau CAPTCHA yang muncul pada layar.
- Tekan tombol “Cek Data”.
- Jika terdaftar, sistem akan memberi keterangan bahwa NIK ditemukan pada basis data DTSEN.
- Pilih opsi “Cek Desil”.
- Masukkan tanggal lahir sesuai data kependudukan.
- Isi kembali CAPTCHA yang ditampilkan.
- Jalankan pencarian untuk melihat informasi desil yang tercatat.
Jika NIK belum ditemukan atau data yang ditampilkan tidak sesuai, hal itu tidak otomatis berarti seseorang “dihapus” dari bantuan sosial. DTSEN merupakan basis data yang terus diperbarui dan dapat mengalami pemutakhiran dari berbagai sumber.
Cara Cek Desil lewat Cek Bansos Kemensos
Alternatif lainnya adalah layanan Cek Bansos Kementerian Sosial. Layanan tersebut menggunakan DTSEN sebagai sumber data dan kini juga menampilkan informasi desil keluarga.
Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan Cek Bansos berbasis web maupun aplikasi resminya. Untuk aplikasi, langkah dasarnya sebagai berikut:
- Unduh dan buka aplikasi resmi Cek Bansos.
- Pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Lengkapi data atau kode verifikasi yang diminta sistem.
- Tekan Cari Data.
- Sistem akan menampilkan data yang tersedia, termasuk nama, posisi desil DTSEN, dan informasi program bantuan sosial terkait apabila tercatat.
Pada layanan Cek Bansos berbasis web, halaman pencarian resmi Kemensos saat ini juga menyediakan pencarian menggunakan NIK 16 digit dan kode CAPTCHA. Sumber datanya secara eksplisit disebut berasal dari DTSEN.
Kemensos menjelaskan bahwa desil 1–4 dapat diusulkan sebagai penerima program seperti PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Kata kuncinya adalah dapat diusulkan: berada dalam kelompok tersebut tidak otomatis menjadikan seseorang penerima bantuan.
Apa Arti Desil 1 sampai 10 dalam DTSEN?
Desil pada DTSEN adalah cara membagi keluarga ke dalam 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.
| Desil | Posisi relatif | Cara membacanya |
|---|---|---|
| Desil 1 | 10% terbawah | Kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah |
| Desil 2 | 10% berikutnya | Lebih tinggi dibandingkan desil 1 |
| Desil 3 | Kelompok ketiga | Berada di atas desil 1–2 dalam pemeringkatan relatif |
| Desil 4 | Kelompok keempat | Masih termasuk 40% keluarga terbawah |
| Desil 5 | Kelompok kelima | Berada sekitar bagian tengah bawah pemeringkatan |
| Desil 6 | Kelompok keenam | Berada di atas separuh bawah pemeringkatan |
| Desil 7 | Kelompok ketujuh | Tingkat kesejahteraan relatif semakin tinggi |
| Desil 8 | Kelompok kedelapan | Termasuk kelompok relatif lebih sejahtera |
| Desil 9 | Kelompok kesembilan | Mendekati kelompok kesejahteraan tertinggi |
| Desil 10 | 10% teratas | Kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi |
Ada satu hal penting yang perlu diluruskan. Desil DTSEN bukan sekadar pembagian berdasarkan gaji atau pengeluaran bulanan. BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama dalam proses pemeringkatan.
Variabel tersebut antara lain kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
BPS menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test atau PMT untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif berdasarkan karakteristik yang dapat diamati. Karena itu, mempunyai satu barang tertentu, naiknya penghasilan, berubahnya pekerjaan, atau perubahan daya listrik tidak dengan sendirinya menentukan desil.
Dengan demikian, desil 3 misalnya tidak berarti keluarga mempunyai penghasilan pada angka tertentu. Angka itu menunjukkan keluarga tersebut berada pada kelompok ketiga dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif berdasarkan metode DTSEN.
Bagaimana Jika Desil DTSEN Tidak Sesuai?
DTSEN bukan data yang bersifat permanen. BPS menyebut pemutakhirannya dilakukan menggunakan berbagai sumber, mulai dari data administratif, hasil sensus dan survei, pembaruan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, verifikasi lapangan, hingga pembaruan yang disampaikan masyarakat.
Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup sekitar 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Besarnya basis data sekaligus menunjukkan mengapa pemutakhiran dan sinkronisasi dilakukan secara berkala.
Jika masyarakat merasa kondisi yang tercatat sudah tidak sesuai, pembaruan dapat disampaikan melalui sejumlah kanal resmi, antara lain Cek Bansos atau aplikasinya, operator desa/kelurahan melalui SIKS-NG, serta kanal Cek DTSEN BPS.
Namun, mengajukan koreksi bukan berarti seseorang dapat meminta “turun ke desil 2” atau “diubah menjadi desil 3”. Yang diperbarui adalah informasi sosial ekonominya. Setelah data masuk dalam proses pemutakhiran, BPS melakukan penghitungan kembali sesuai metode yang berlaku.
Itu pula sebabnya posisi desil dapat berubah meski seseorang merasa kondisi pribadinya tidak banyak berubah. Desil bersifat relatif: posisi suatu keluarga juga dipengaruhi oleh posisi keluarga lain dalam keseluruhan pemeringkatan.
FAQ Cara Cek Desil DTSEN
Bagaimana cara cek desil DTSEN dengan NIK?
Apakah cek desil DTSEN BPS harus login?
Apa arti desil 1 dalam DTSEN?
Apakah desil 1–4 otomatis mendapat bansos?
Mengapa desil DTSEN bisa berubah?
Bagaimana jika desil DTSEN tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya?
Apa saja yang menentukan desil DTSEN?
Catatan: Tampilan dan nama tombol pada layanan online dapat diperbarui sewaktu-waktu. Posisi desil juga bersifat dinamis dan dapat berubah setelah pemutakhiran serta penghitungan ulang DTSEN.
Disclaimer: Artikel ini merupakan panduan informasi. Status desil tidak dengan sendirinya menetapkan seseorang sebagai penerima atau bukan penerima bantuan sosial. Penetapan sasaran mengikuti kriteria dan ketentuan masing-masing program pemerintah.
0 Komentar