- Emiten pengolah sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) membukukan laba bersih Rp20,36 miliar pada semester I/2026, meningkat 13,39% secara tahunan.
- Penjualan mencapai Rp272 miliar, dengan produk sarang burung walet olahan masih menjadi kontributor utama sebesar 86,2% dari total pendapatan.
- RLCO melanjutkan investasi pada pengembangan produk fitofarmaka berbasis bioactive yang ditargetkan rampung pada 2027 sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis.
Kenaikan laba ditopang oleh penjualan yang mencapai Rp272 miliar hingga akhir Juni 2026. Produk sarang burung walet olahan masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan dengan kontribusi sebesar Rp234,39 miliar atau sekitar 86,2% dari total penjualan. Sementara itu, segmen produk konsumen menyumbang Rp37,61 miliar atau sekitar 13,8%.
Direktur Utama RLCO Edwin Pranata mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga kinerja operasional di tengah dinamika pasar. Menurutnya, capaian semester pertama menjadi modal bagi perusahaan untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, serta pengelolaan bisnis yang berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra usaha, dan pemegang saham.
Profitabilitas Terjaga
Dari sisi profitabilitas, RLCO membukukan laba kotor sebesar Rp61,09 miliar setelah mencatat beban pokok penjualan senilai Rp210,91 miliar.
Perseroan juga memperoleh pendapatan bunga sebesar Rp437,8 juta. Di saat yang sama, pengendalian beban operasional dan beban pendanaan turut menopang peningkatan laba bersih selama enam bulan pertama tahun ini.
Hingga 30 Juni 2026, total aset RLCO meningkat 3,22% menjadi Rp835,82 miliar dibandingkan Rp809,76 miliar pada akhir 2025.
Ekuitas perseroan juga naik 6,67% menjadi Rp325,71 miliar, sementara posisi kas dan setara kas mencapai Rp65,76 miliar, memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi usaha.
Kembangkan Produk Fitofarmaka
Di sisi pengembangan bisnis, RLCO terus melanjutkan investasi pada aset takberwujud, khususnya pengembangan produk fitofarmaka berbasis bioactive.
Perseroan menyebut progres uji bioactive tersebut telah mencapai sekitar 32% secara finansial dan ditargetkan selesai pada 2027.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang RLCO untuk memperluas portofolio produk bernilai tambah sekaligus memperkuat daya saing di industri berbasis sarang burung walet, di tengah upaya menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

0 Komentar