Daftar IsiTampilkan

JAKARTA — Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden atau Perpres mengenai transportasi online dapat diselesaikan sebelum 17 Agustus 2026. Regulasi tersebut tidak hanya menyentuh layanan ojek online untuk mengangkut penumpang, tetapi juga pengantaran makanan, barang, dan dokumen menggunakan kendaraan roda dua.

Bagi industri digital, aturan ini penting karena menyentuh salah satu fondasi ekonomi bisnis on-demand services: pembagian pendapatan antara platform dan mitra pengemudi. Sejak 1 Juli 2026, aplikator disebut telah menerapkan potongan komisi 8% untuk layanan ojol roda dua. Namun pemerintah memberi sinyal bahwa mekanisme untuk pengiriman makanan dan barang tidak akan sesederhana layanan penumpang karena struktur biayanya berbeda.

3 Poin Penting

  • Target Sebelum 17 Agustus: Pemerintah masih memfinalisasi Perpres ojol dan menargetkan penyelesaiannya sebelum Hari Kemerdekaan 2026.
  • Cakupan Lebih Luas: Aturan tidak hanya mencakup ojek penumpang, tetapi juga layanan pengiriman makanan, barang, dan dokumen dengan kendaraan roda dua.
  • Dampak ke Platform Belum Final: Komisi 8% sudah diterapkan untuk ojol roda dua sejak 1 Juli, tetapi layanan delivery akan memiliki mekanisme berbeda karena faktor waktu tunggu, ukuran barang, dan karakter operasional.
8% Komisi Ojol Roda Dua
1 Juli Mulai Diterapkan 2026
17 Agustus Target Penyelesaian Perpres
4 Layanan Orang, Makanan, Barang, Dokumen

1. Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pembahasan Perpres transportasi online masih berlangsung secara intensif dan ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus 2026.

Pemerintah bahkan membahas rumusan aturan hingga tingkat kata demi kata untuk meminimalkan kemungkinan munculnya perbedaan penafsiran ketika regulasi diterapkan.

Cakupan regulasi tersebut juga lebih luas daripada sekadar tarif perjalanan ojol. Pemerintah ingin memasukkan seluruh layanan berbasis kendaraan roda dua, baik untuk membawa penumpang maupun mengantarkan barang dan dokumen.

Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan keputusan menteri sebagai pendukung pelaksanaan kebijakan. Substansi aturan tersebut telah disampaikan kepada para aplikator dan nantinya akan diselaraskan dengan Perpres.

Catatan Receh.in:
Bagi investor perusahaan teknologi, bagian terpenting bukan hanya kapan Perpres diterbitkan, tetapi bagaimana definisi “komisi”, tarif minimum, biaya layanan, insentif, dan pengantaran makanan atau barang akhirnya dirumuskan. Detail-detail itu yang akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi setiap transaksi.

2. Komisi Ojol Roda Dua Sudah Turun Menjadi 8%

Salah satu perubahan terbesar yang sudah mulai berlaku adalah batas potongan komisi terhadap mitra pengemudi roda dua.

Sejak 1 Juli 2026, aplikator transportasi online telah menerapkan potongan komisi sebesar 8% terhadap pengemudi ojol untuk layanan kendaraan roda dua. Kebijakan tersebut disebut menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang akan diperkuat melalui Perpres.

Secara sederhana, penurunan persentase komisi berarti bagian dari nilai transaksi yang dapat dipertahankan platform dari tarif perjalanan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan struktur komisi yang lebih tinggi.

Namun bagi perusahaan seperti GOTO, dampak terhadap pendapatan tidak dapat dihitung hanya dengan mengalikan nilai transaksi dengan 8%. Bisnis platform memiliki berbagai komponen pendapatan dan biaya, termasuk insentif konsumen, insentif mitra, biaya platform, merchant, iklan, serta berbagai produk layanan lainnya.

Jangan Salah Baca:
Komisi 8% bukan berarti seluruh pendapatan platform otomatis hanya 8% dari nilai transaksi. Untuk menilai dampaknya terhadap perusahaan, investor tetap perlu melihat take rate aktual, gross transaction value, insentif, biaya promosi, serta adjusted EBITDA segmen on-demand services.

3. Barang dan Makanan Tidak Akan Diatur Sama dengan Penumpang

Bagian paling menarik dari rancangan regulasi adalah pemisahan karakter antara layanan penumpang dan layanan pengiriman.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa pengantaran makanan dan barang memiliki komponen operasional yang lebih kompleks.

Selain jarak, terdapat faktor seperti waktu tunggu, dimensi dan berat barang, serta karakteristik layanan. Karena itu, pemerintah tidak berniat menggunakan satu formula yang sama persis untuk semua jenis perjalanan.

← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →

Jenis Layanan Komponen Utama Isu Regulasi
Ojol Penumpang Jarak, waktu perjalanan, tarif Komisi, tarif, perlindungan mitra
Pengantaran Makanan Jarak + waktu tunggu restoran Siapa menanggung waiting time dan biaya layanan
Pengantaran Barang Jarak, berat, ukuran, jenis barang Tarif dan keselamatan pengemudi
Dokumen Jarak dan karakter layanan Tarif serta standar pengiriman

Sumber: Keterangan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Digital, Juli–Agustus 2026.

4. Mengapa GoFood Berbeda dengan GoRide?

Perbedaan tersebut mudah terlihat jika membandingkan perjalanan penumpang dengan pesanan makanan.

Pada layanan penumpang, pengemudi menjemput konsumen lalu mengantarkannya ke tujuan. Durasi kerja relatif dapat diperkirakan dari jarak dan waktu tempuh.

Pada pengiriman makanan, pengemudi bisa tiba di restoran tetapi harus menunggu pesanan selesai dibuat. Waktu tunggu tersebut merupakan waktu produktif yang tidak selalu berkorelasi dengan jarak pengiriman.

Pada pengiriman barang, persoalannya berbeda lagi. Paket dengan jarak pengiriman sama dapat memiliki berat dan dimensi yang berbeda, sehingga menghasilkan risiko dan beban kerja yang tidak sama bagi pengemudi.

Itulah alasan pemerintah memandang aturan turunannya perlu dibedakan.

5. E-Commerce Juga Bisa Ikut Terkena Dampak

Regulasi kurir digital tidak hanya relevan bagi platform transportasi. Ekosistem e-commerce juga terhubung karena banyak pesanan menggunakan layanan pengantaran instan atau same day.

Pemerintah menyoroti perlunya informasi ukuran dan berat barang yang lebih akurat. Tujuannya agar mitra pengemudi tidak menerima paket yang secara dimensi atau bobot tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan roda dua.

Dengan demikian, tanggung jawab regulasi berpotensi tidak hanya berada di sisi aplikator pengiriman, tetapi juga menyentuh mekanisme pencatatan produk pada platform perdagangan elektronik.

Efek Rantai:
Jika platform diwajibkan memperbaiki validasi berat dan dimensi paket, perubahan regulasi dapat memengaruhi proses checkout, perhitungan ongkir, sistem merchant, hingga algoritma penugasan pengemudi. Jadi, regulasi kurir digital berpotensi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar tarif.

6. Apa Dampak Komisi 8% bagi Mitra Pengemudi?

Dari perspektif pengemudi, komisi yang lebih rendah berarti bagian pendapatan dari setiap perjalanan berpotensi lebih besar, dengan asumsi tarif perjalanan dan komponen lain tidak berubah.

Misalnya, secara ilustratif, jika nilai perjalanan Rp20.000 dan potongan murni hanya 8%, bagian potongan menjadi Rp1.600 sebelum memperhitungkan mekanisme lain yang mungkin berlaku.

Namun pendapatan bersih pengemudi tidak hanya ditentukan oleh komisi.

Biaya bahan bakar, pemeliharaan kendaraan, waktu kosong tanpa pesanan, waktu tunggu, jarak menuju titik penjemputan, insentif, dan jumlah order per jam sama pentingnya dalam menentukan pendapatan bersih.

Karena itu, ukuran keberhasilan regulasi bagi mitra bukan hanya persentase komisi, tetapi pendapatan bersih per jam kerja.

7. Apa Dampaknya bagi GOTO?

Bagi investor pasar modal Indonesia, perusahaan yang paling relevan dengan aturan ini adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) melalui ekosistem layanan on-demand Gojek.

Secara teori, pembatasan komisi dapat memberikan tekanan terhadap unit economics apabila perusahaan tidak mampu mengimbangi penurunan pendapatan dengan kenaikan volume, efisiensi, atau sumber monetisasi lain.

Namun ada sisi lain. Jika pembagian ekonomi menjadi lebih menarik bagi pengemudi, ketersediaan mitra dan tingkat layanan dapat membaik. Waktu tunggu konsumen berpotensi berkurang dan reliabilitas platform dapat meningkat.

Dalam skenario tersebut, efek negatif terhadap take rate sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan jumlah transaksi.

Karena itu, dampak regulasi terhadap GOTO tidak sesederhana “komisi turun berarti laba turun”.

Perubahan Potensi Dampak Positif Potensi Risiko
Komisi 8% Meningkatkan bagian pendapatan pengemudi Menekan take rate platform
Supply Driver Lebih Baik Waktu tunggu konsumen bisa turun Belum tentu menaikkan volume secara cukup
Aturan Delivery Kepastian tarif dan standar layanan Struktur biaya menjadi lebih rigid
Standardisasi Level playing field antar-platform Ruang eksperimen harga berkurang

8. GoFood Bisa Menjadi Bagian yang Lebih Kompleks

Layanan pesan-antar makanan melibatkan setidaknya tiga sisi ekosistem: konsumen, pengemudi, dan merchant.

Karena itu, perubahan aturan pada pengemudi tidak selalu dapat diteruskan secara sederhana menjadi perubahan satu tarif.

Platform dapat memiliki biaya yang berasal dari sisi merchant, biaya layanan konsumen, iklan, promosi, maupun bentuk monetisasi lain.

Di sinilah detail Perpres dan aturan turunannya akan sangat penting bagi investor GOTO. Perlu diketahui apakah batas 8% hanya menyentuh potongan tertentu dari pengemudi atau memengaruhi lebih luas struktur biaya platform dalam setiap transaksi.

Sampai aturan final dipublikasikan, terlalu dini menghitung berapa basis poin tekanan terhadap margin GOTO dari kebijakan tersebut.

9. Regulasi Bisa Mengurangi Perang Harga

Ada kemungkinan regulasi yang lebih jelas justru memberi manfaat bagi industri dalam jangka menengah.

Selama aturan berlaku seragam kepada seluruh pemain, platform memiliki batas permainan yang lebih jelas dalam menentukan struktur ekonomi bagi pengemudi.

Hal tersebut dapat mengurangi insentif bagi perusahaan untuk bersaing secara agresif melalui skema komisi yang tidak berkelanjutan.

Namun manfaat tersebut bergantung pada desain regulasi. Aturan yang terlalu kaku juga dapat mengurangi fleksibilitas platform dalam menyesuaikan harga berdasarkan jam sibuk, wilayah, permintaan, dan struktur biaya lokal.

Trade-Off Regulasi:
Regulasi perlu menjaga pendapatan dan keselamatan mitra tanpa menghilangkan fleksibilitas yang membuat model ride-hailing dan delivery efisien. Terlalu longgar berisiko merugikan mitra; terlalu kaku dapat membuat biaya konsumen naik atau mengurangi insentif platform untuk melayani wilayah tertentu.

10. Apakah Tarif Konsumen Akan Naik?

Belum dapat disimpulkan.

Jika komisi platform dibatasi tetapi biaya operasional tidak berubah, perusahaan secara teori memiliki beberapa pilihan: menerima margin lebih rendah, meningkatkan efisiensi, memperbesar volume, mengurangi promosi, atau menyesuaikan komponen harga di sisi lain.

Namun belum ada informasi dalam bahan yang tersedia yang memastikan bahwa tarif konsumen akan dinaikkan setelah Perpres berlaku.

Karena itu, investor maupun pengguna sebaiknya menunggu struktur tarif dan ketentuan final daripada mengasumsikan bahwa pembatasan komisi otomatis diteruskan menjadi kenaikan ongkos perjalanan.

11. Yang Perlu Dipantau Investor GOTO Setelah Perpres Terbit

Bagi pemegang saham GOTO, ada beberapa angka yang jauh lebih penting daripada headline komisi 8%.

Pertama adalah gross transaction value atau nilai transaksi layanan on-demand. Jika volume tetap tumbuh kuat, tekanan take rate dapat lebih mudah diserap.

Kedua adalah net revenue dan take rate. Investor perlu melihat apakah perubahan kebijakan benar-benar menurunkan monetisasi per transaksi.

Ketiga, adjusted EBITDA. Angka ini akan menunjukkan apakah perusahaan tetap dapat meningkatkan profitabilitas meskipun aturan ekonomi dengan mitra berubah.

Keempat adalah intensitas insentif dan promosi. Platform dapat mempertahankan pertumbuhan transaksi dengan subsidi, tetapi strategi tersebut akan berbeda kualitasnya dibandingkan pertumbuhan organik.

Terakhir adalah efek aturan delivery terhadap GoFood dan GoSend karena segmen ini memiliki mekanisme yang lebih kompleks dibandingkan GoRide.

Indikator Apa yang Perlu Dilihat?
GTV On-Demand Apakah volume transaksi tetap tumbuh setelah komisi berubah?
Take Rate Seberapa besar monetisasi platform per transaksi berubah?
Adjusted EBITDA Apakah profitabilitas tetap membaik?
Insentif Apakah pertumbuhan membutuhkan subsidi lebih besar?
GoFood & GoSend Bagaimana formula khusus delivery memengaruhi economics?

12. Aturan Final Menjadi Katalis Berikutnya

Target pemerintah menyelesaikan Perpres sebelum 17 Agustus membuat waktu tunggu menuju kepastian regulasi relatif pendek.

Namun bagi pasar, publikasi Perpres bukan akhir cerita. Investor juga perlu membaca aturan turunannya karena pemerintah telah memberi sinyal bahwa pengantaran makanan dan barang akan memiliki mekanisme yang berbeda dari perjalanan penumpang.

Definisi teknis mengenai komisi, tarif, waktu tunggu, berat barang, dimensi paket, serta pembagian tanggung jawab antara platform, merchant, e-commerce, dan pengemudi dapat memiliki dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan judul regulasinya.

Bottom Line:
Perpres ojol berpotensi menjadi salah satu perubahan regulasi paling penting bagi bisnis on-demand di Indonesia pada 2026. Batas komisi 8% dapat memperbesar bagian pendapatan mitra tetapi berpotensi menekan monetisasi platform. Di sisi lain, aturan khusus untuk makanan dan barang belum final sehingga dampaknya terhadap GoFood, GoSend, GrabExpress, ShopeeFood, dan layanan sejenis masih belum dapat dihitung. Bagi investor GOTO, fokus akhirnya harus kembali ke pertumbuhan transaksi, take rate, insentif, dan EBITDA setelah aturan benar-benar berlaku.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Kapan Perpres ojol 2026 ditargetkan terbit?
Pemerintah menargetkan finalisasi Perpres mengenai transportasi online sebelum 17 Agustus 2026.
Berapa komisi ojol yang berlaku saat ini?
Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, aplikator telah menerapkan potongan komisi 8% terhadap mitra pengemudi layanan roda dua sejak 1 Juli 2026.
Apakah Perpres hanya mengatur GoRide dan GrabBike?
Tidak. Cakupannya direncanakan meliputi angkutan penumpang serta pengantaran makanan, barang, dan dokumen menggunakan kendaraan roda dua.
Apakah aturan GoFood dan pengiriman barang sama dengan ojol penumpang?
Tidak sepenuhnya. Pemerintah menyatakan layanan pengantaran memiliki struktur biaya yang berbeda, antara lain waktu tunggu, berat dan dimensi barang, sehingga mekanisme aturan turunannya akan disusun secara berbeda.
Apa dampak komisi 8% terhadap saham GOTO?
Secara teori batas komisi dapat menekan take rate platform, tetapi dampak akhirnya bergantung pada pertumbuhan transaksi, efisiensi, insentif, sumber pendapatan lain, dan struktur final aturan delivery. Karena itu dampaknya terhadap laba GOTO belum dapat dihitung hanya dari angka 8%.
Apakah tarif ojol akan naik setelah Perpres terbit?
Belum ada kepastian dalam informasi yang tersedia. Dampak terhadap tarif konsumen baru dapat dinilai setelah struktur dan aturan turunan Perpres diumumkan secara lengkap.
Sumber Data: Keterangan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai finalisasi Perpres transportasi online dan regulasi layanan pengantaran digital, Juli–Agustus 2026.

Catatan: Perpres dan seluruh aturan turunannya belum final dalam informasi yang menjadi dasar artikel ini. Karena itu, dampak terhadap tarif, komisi, pendapatan platform, GoFood, GoSend, maupun layanan delivery lain belum dapat dihitung secara pasti. Analisis dampak terhadap ekonomi platform merupakan interpretasi Receh.in berdasarkan struktur bisnis layanan on-demand.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi ekonomi serta pasar modal. Analisis mengenai GOTO dan industri platform digital bukan merupakan rekomendasi membeli atau menjual saham.