Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Daftar saham di bawah Rp50 per 4 September 2026 mencakup 67 saham, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 4 September 2026. Harga terendah tercatat Rp1, ditempati MKNT, SBAT, dan TOPS.

Namun, angka nominal hanya menceritakan sebagian keadaan. Dari 67 saham tersebut, 31 saham mencatat angka nol pada kolom Volume, Nilai, dan Frekuensi. Dua di antaranya masih memiliki transaksi pada kolom nonreguler yang disajikan terpisah.

Jadi, daftar ini perlu dibaca bersama aktivitas perdagangannya. Harga boleh receh; urusan mencari pembeli saat ingin keluar belum tentu sesederhana mencari kembalian.

Ringkasan
  • 67 dari 963 saham dalam file memiliki harga Penutupan lebih dari Rp0 dan kurang dari Rp50, atau sekitar 6,96%. Sebanyak 47 saham tepat Rp50 tidak dimasukkan.
  • 31 saham mencatat Volume nol. BEBS dan HILL tetap memiliki Non Regular Volume, sehingga hanya 29 saham yang mencatat nol pada kedua kolom volume tersebut.
  • Total kolom Nilai untuk kelompok ini mencapai Rp16,63 miliar. Sekitar 47,32% terkonsentrasi pada ELTY, WMPP, MANG, WINR, dan BTEK.

Daftar Lengkap 67 Saham di Bawah Rp50

Tabel berikut diurutkan dari harga penutupan terendah, lalu berdasarkan kode saham untuk harga yang sama. Nama perusahaan mengikuti file sumber. Kolom Volume ditampilkan apa adanya dan tidak dijumlahkan dengan Non Regular Volume.

Cara membaca: Volume nol berarti kolom Volume dalam file bernilai nol. Angka tersebut tidak otomatis membuktikan suspensi ataupun ketiadaan transaksi di seluruh segmen pasar. BEBS dan HILL merupakan contoh penting karena memiliki volume nonreguler.

Harga Penutupan dan Volume dalam Ringkasan Saham 4 September 2026
No. Kode Nama perusahaan Penutupan (Rp) Volume (saham)
1MKNTMitra Komunikasi Nusantara Tbk.10
2SBATSejahtera Bintang Abadi Textile Tbk.10
3TOPSTotalindo Eka Persada Tbk.10
4ARTIRatu Prabu Energi Tbk20
5BEBSBerkah Beton Sadaya Tbk.50
6DEALDewata Freightinternational Tbk.60
7TOYSSunindo Adipersada Tbk.80
8TELEOmni Inovasi Indonesia Tbk.90
9BTEKBumi Teknokultura Unggul Tbk10116.408.600
10MTFNCapitalinc Investment Tbk.130
11TAXIExpress Transindo Utama Tbk.1336.046.200
12IPPEIndo Pureco Pratama Tbk.140
13KRENQuantum Clovera Investama Tbk.146.118.600
14WSBPWaskita Beton Precast Tbk.140
15ASMIAsuransi Maximus Graha Persada Tbk.154.558.900
16HILLHillcon Tbk.160
17PPROPP Properti Tbk.166.839.100
18SWATSriwahana Adityakarta Tbk.160
19ALTOTri Banyan Tirta Tbk.180
20GAMAAksara Global Development Tbk.180
21KAYUDarmi Bersaudara Tbk.180
22ANDIAndira Agro Tbk.1911.434.900
23BAPIBhakti Agung Propertindo Tbk.1910.958.900
24HADEHimalaya Energi Perkasa Tbk.194.412.000
25IKAIIntikeramik Alamasri Industri Tbk.1919.842.900
26KIASKeramika Indonesia Assosiasi Tbk.210
27ARKAArkha Jayanti Persada Tbk.220
28MARIMahaka Radio Integra Tbk.230
29BEKSBank Pembangunan Daerah Banten Tbk.245.559.200
30ISAPIsra Presisi Indonesia Tbk.2437.355.300
31BHITMNC Asia Holding Tbk.252.731.300
32MIRAMitra International Resources Tbk.257.709.900
33WINRWinner Nusantara Jaya Tbk.2556.826.900
34MDRNModern Internasional Tbk.260
35TGRATerregra Asia Energy Tbk.270
36WIDIWidiant Jaya Krenindo Tbk.2736.493.500
37BMBLLavender Bina Cendikia Tbk.283.310.800
38PBRXPan Brothers Tbk.282.224.900
39TAMUPelayaran Tamarin Samudra Tbk.285.300.000
40DIGIArkadia Digital Media Tbk.290
41SAGESaptausaha Gemilangindah Tbk.291.898.000
42TARAAgung Semesta Sejahtera Tbk.291.059.700
43ABBAMahaka Media Tbk.300
44IPTVMNC Vision Networks Tbk.304.488.900
45NASAAndalan Perkasa Abadi Tbk.30111.100
46ZINCKapuas Prima Coal Tbk.300
47COALBlack Diamond Resources Tbk.310
48BLTABerlian Laju Tanker Tbk323.197.600
49POLYAsia Pacific Fibers Tbk320
50PURAPutra Rajawali Kencana Tbk.321.099.400
51WMPPWidodo Makmur Perkasa Tbk.3246.932.700
52NANONanotech Indonesia Global Tbk.339.497.700
53RAFISari Kreasi Boga Tbk.360
54BAUTMitra Angkasa Sejahtera Tbk.372.258.800
55CNKOExploitasi Energi Indonesia Tbk.370
56ELTYBakrieland Development Tbk.3760.567.900
57SOULMitra Tirta Buwana Tbk.370
58AKKUAnugerah Kagum Karya Utama Tbk.380
59RELFGraha Mitra Asia Tbk.3827.935.200
60MANGManggung Polahraya Tbk.4137.357.100
61MYTXAsia Pacific Investama Tbk.410
62PCARPrima Cakrawala Abadi Tbk.421.965.200
63HRMEMenteng Heritage Realty Tbk.459.488.100
64KBAGKarya Bersama Anugerah Tbk.45901.900
65MPPAMatahari Putra Prima Tbk.453.386.400
66AEGSAnugerah Spareparts Sejahtera Tbk.4622.479.900
67VIVAVisi Media Asia Tbk.4722.129.800

Geser tabel ke samping pada layar kecil. Harga merupakan angka Penutupan yang tercantum dalam file, bukan jaminan harga eksekusi transaksi berikutnya.

Hampir Separuh Mencatat Volume Nol, Apa Artinya?

Sebanyak 31 dari 67 saham atau 46,27% mencatat Volume nol. Ini membuat daftar harga perlu dibaca lebih hati-hati: keberadaan angka penutupan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa saham tersebut aktif berpindah tangan pada hari itu.

Delapan saham dengan penutupan di bawah Rp10—MKNT, SBAT, TOPS, ARTI, BEBS, DEAL, TOYS, dan TELE—seluruhnya mencatat nol pada kolom Volume. Akan tetapi, BEBS mempunyai Non Regular Volume 1.000.000 saham dengan Non Regular Value Rp5 juta.

HILL juga menunjukkan perbedaan serupa. Penutupannya Rp16 dan Volume nol, sementara Non Regular Volume mencapai 363.400 saham, dengan nilai Rp4.867.200. Karena itu, menyebut seluruh 31 saham tersebut “tidak diperdagangkan sama sekali” akan keliru.

Batas kesimpulan: ada 29 saham dengan Volume dan Non Regular Volume sama-sama nol. File ini tidak cukup untuk menetapkan penyebabnya. Status suspensi, mekanisme perdagangan, dan alasan minimnya transaksi memerlukan informasi tambahan yang tidak dianalisis dalam artikel ini.

Kolom Tanggal Perdagangan Terakhir pada seluruh 67 saham sama-sama bertuliskan 04 Sep 2026, termasuk saham dengan kedua volume nol. Ketidaksamaan sinyal antarkolom ini menjadi alasan untuk tidak menjadikan tanggal tersebut sebagai bukti tunggal adanya transaksi.

Dengan kata lain, angka harga yang terlihat diam belum tentu mencerminkan keseimbangan jual-beli yang sehat. Bisa saja memang tidak ada transaksi yang tercatat pada kolom volume terkait. Menganggap harga diam sebagai tanda aman adalah kesimpulan yang terlalu jauh.

Aktivitas Transaksi Terkonsentrasi pada Sejumlah Saham

Penjumlahan kolom Volume untuk 67 saham menghasilkan 630.887.300 saham, sedangkan kolom Nilai mencapai Rp16.631.149.800. Angka tersebut tidak mencakup kolom nonreguler yang dicatat terpisah.

Lima saham menyumbang hampir separuh nilai tersebut. Ini menunjukkan bahwa aktivitas transaksi dalam kelompok saham di bawah Rp50 tidak tersebar merata.

Kode Nilai transaksi (Rp) Porsi kelompok
ELTY2.241.012.30013,47%
WMPP1.544.238.5009,29%
MANG1.500.645.6009,02%
WINR1.420.672.5008,54%
BTEK1.164.086.0007,00%

Porsi gabungan kelima saham mencapai 47,32%, dihitung sebelum pembulatan. ELTY memimpin berdasarkan Nilai, sedangkan BTEK mempunyai Volume terbesar dalam kelompok ini, yakni 116,41 juta saham.

Perbedaannya masuk akal: jumlah lembar yang besar tidak selalu menghasilkan nilai rupiah terbesar ketika harga per lembarnya sangat rendah. Menilai keramaian hanya dari volume dapat membuat aktivitas terlihat lebih besar daripada dana yang sebenarnya berpindah tangan.

Frekuensi pun memberi sudut pandang tambahan. RELF mencatat 3.878 transaksi dengan Nilai sekitar Rp1,05 miliar, sementara NASA hanya 23 transaksi dengan Nilai Rp3,25 juta. Keduanya sama-sama berharga di bawah Rp50, tetapi aktivitas hariannya jelas berbeda.

Meski demikian, satu hari yang ramai belum membuktikan likuiditas akan terus tersedia. Data ini tidak memperlihatkan konsistensi transaksi selama beberapa pekan ataupun kemampuan pasar menyerap penjualan dalam jumlah tertentu.

Harga Rendah Belum Membuktikan Valuasi Murah

Dibandingkan kolom Sebelumnya, terdapat 13 saham naik, 12 saham turun, dan 42 saham tidak berubah. Dari 42 saham yang tidak berubah itu, 31 mencatat Volume nol. Artinya, banyaknya harga stagnan tidak bisa langsung dibaca sebagai kekuatan permintaan.

VIVA, misalnya, turun dari Rp50 menjadi Rp47, atau 6%, sehingga masuk daftar berdasarkan harga penutupan. Sebaliknya, HRME naik dari Rp41 menjadi Rp45 atau sekitar 9,76%, tetapi tetap berada di bawah batas Rp50.

Dua contoh tersebut memperlihatkan bahwa kategori ini hanya mengelompokkan tingkat harga. Anggotanya dapat sedang naik, turun, atau tidak berubah. Kategori “di bawah Rp50” sendiri tidak menjelaskan arah harga berikutnya.

Secara aritmetika, perubahan Rp1 dari harga Rp10 setara 10%, sedangkan Rp1 dari Rp40 setara 2,5%. Penyebut yang kecil membuat persentase mudah terlihat dramatis. Itu berlaku untuk keuntungan maupun kerugian, bukan hanya untuk tangkapan layar portofolio yang sedang hijau.

Harga per saham juga belum cukup untuk menilai murah atau mahalnya sebuah perusahaan. Penilaian tersebut membutuhkan konteks jumlah saham, laba, arus kas, utang, dan kualitas aset. File ringkasan perdagangan ini tidak menyediakan dasar yang memadai untuk menyimpulkan seluruh 67 emiten sedang undervalued atau mengalami masalah fundamental.

Kesimpulan analitis: temuan paling menonjol dari daftar ini adalah ketimpangan aktivitas perdagangan. Ada saham dengan nilai transaksi miliaran rupiah, ada yang hanya jutaan rupiah, dan ada yang kedua kolom volumenya nol. Menyatukan semuanya sebagai “saham murah potensial” akan menghilangkan perbedaan yang justru paling penting.

FAQ Saham di Bawah Rp50

Berapa jumlah saham di bawah Rp50 per 4 September 2026?
Ada 67 saham berdasarkan kolom Penutupan dalam file Ringkasan Saham-20260904.xlsx, dengan kriteria harga lebih dari Rp0 dan kurang dari Rp50.
Saham apa yang memiliki harga penutupan terendah?
MKNT, SBAT, dan TOPS memiliki penutupan terendah, masing-masing Rp1. Ketiganya mencatat Volume dan Non Regular Volume nol dalam file.
Apakah saham dengan harga tepat Rp50 ikut dihitung?
Tidak. Sebanyak 47 saham yang memiliki Penutupan tepat Rp50 dikeluarkan karena kriteria artikel adalah harga di bawah Rp50.
Apakah Volume nol berarti tidak ada transaksi sama sekali?
Tidak selalu. BEBS dan HILL mencatat Volume nol, tetapi memiliki Non Regular Volume. Dari 67 saham, ada 29 yang mencatat nol pada kedua kolom volume tersebut.
Apakah saham di bawah Rp50 otomatis murah secara valuasi?
Tidak. Harga nominal saja tidak cukup untuk menilai valuasi. File ringkasan perdagangan ini tidak menyediakan dasar yang memadai untuk menyimpulkan saham-saham tersebut undervalued.

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), Ringkasan Saham 4 September 2026. Perhitungan dan analisis oleh Receh.in.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis data, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Daftar disusun berdasarkan harga penutupan, bukan peringkat kelayakan investasi.