Receh.in — Pisang goreng dinobatkan sebagai camilan manis Indonesia dengan skor tertinggi dalam laporan TasteAtlas per 15 Agustus 2026. Jajanan yang mudah ditemukan di berbagai daerah ini memperoleh skor 4,4 poin, mengungguli odading, serabi, dan kue putu.
Posisi kedua ditempati odading dengan skor 4,1 poin. Serabi dan kue putu juga memperoleh skor sama, yakni 4,1 poin, sehingga ketiganya berada dalam kelompok teratas setelah pisang goreng.
Daftar ini memperlihatkan dominasi jajanan tradisional berbahan sederhana seperti pisang, tepung beras, singkong, santan, dan gula. Banyak di antaranya merupakan makanan sehari-hari yang sudah lama melekat dalam budaya kuliner daerah.
- Pisang goreng menjadi camilan manis Indonesia dengan skor tertinggi versi TasteAtlas, yakni 4,4 poin.
- Odading, serabi, dan kue putu sama-sama memperoleh skor 4,1 poin.
- Laklak berada di posisi terbawah dalam daftar dengan skor 3,3 poin.
Daftar Camilan Manis Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas
Berikut daftar camilan manis Indonesia berdasarkan skor yang disebut dalam laporan TasteAtlas per 15 Agustus 2026.
| Peringkat | Camilan | Skor | Ciri Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Pisang goreng | 4,4 | Pisang yang digoreng, populer di berbagai daerah |
| 2 | Odading | 4,1 | Roti goreng bertekstur empuk dan manis |
| 3 | Serabi | 4,1 | Kue lembut berbasis adonan tradisional |
| 4 | Kue putu | 4,1 | Kue kukus dengan isian gula merah |
| 5 | Kue ape | 3,7 | Tengah lembut, pinggiran tipis dan renyah |
| 6 | Getuk | 3,6 | Singkong rebus yang dihaluskan dan diberi pemanis |
| 7 | Nagasari | 3,6 | Kue kukus tepung beras dan santan berisi pisang |
| 8 | Laklak | 3,3 | Kue beras Bali dengan kelapa parut dan gula aren |
Pisang Goreng Unggul dengan Skor 4,4
Pisang goreng menempati posisi teratas dengan skor 4,4 poin.
Camilan ini tergolong sangat familiar karena dikonsumsi di berbagai daerah di Indonesia. Namanya juga berbeda-beda. Di Bali, pisang goreng dikenal antara lain sebagai godoh biu, sedangkan di Jawa dikenal dengan sebutan gedhang gorèng.
Kesederhanaan bahan menjadi salah satu ciri utama pisang goreng. Pisang matang digoreng hingga bagian luarnya kecokelatan, sementara tekstur dalamnya tetap lembut dan manis.
Selisih pisang goreng dengan kelompok peringkat berikutnya mencapai 0,3 poin.
Dari Odading hingga Nagasari
Odading berada di posisi kedua dengan skor 4,1 poin. Jajanan ini dikenal memiliki tekstur empuk dan rasa manis.
Serabi dan kue putu juga memperoleh skor 4,1 poin. Keduanya memiliki karakter berbeda. Serabi dikenal dengan teksturnya yang lembut, sementara kue putu identik dengan gula merah di bagian dalam.
Di bawahnya terdapat kue ape dengan skor 3,7. Jajanan khas Jakarta ini memiliki bagian tengah yang tebal, lembut, dan kenyal, sementara bagian tepinya tipis serta renyah.
Getuk dan nagasari sama-sama memperoleh skor 3,6. Getuk berbahan dasar singkong rebus yang dihaluskan, sedangkan nagasari dibuat dari tepung beras, santan, dan gula dengan isian pisang matang.
Laklak Menutup Daftar dengan Skor 3,3
Laklak berada di posisi terakhir dalam daftar dengan skor 3,3 poin.
Kue tradisional Bali ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan. Bentuknya kecil dan bulat, lalu biasanya disajikan bersama kelapa parut serta sirup gula aren.
Meski berada di posisi terbawah dalam daftar ini, skor tersebut tetap menunjukkan bahwa laklak termasuk jajanan tradisional Indonesia yang cukup mendapat apresiasi dalam pemeringkatan tersebut.
FAQ Camilan Manis Indonesia Versi TasteAtlas
Apa camilan manis Indonesia terbaik versi TasteAtlas 2026?
Berapa skor odading?
Berapa skor serabi dan kue putu?
Apa itu kue ape?
Apa bahan utama getuk?
Apa itu nagasari?
Apa camilan dengan skor terendah dalam daftar?
Perhitungan Receh.in: Selisih skor pisang goreng 4,4 dengan odading, serabi, dan kue putu yang masing-masing 4,1 adalah 0,3 poin.
Catatan: Skor dalam artikel mengikuti data yang terdapat dalam bahan. Pemeringkatan kuliner bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti pembaruan penilaian.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi mengenai kuliner dan pemeringkatan, bukan penilaian mutlak atas kualitas makanan atau preferensi setiap orang.

0 Komentar