Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menjajaki model akses pasar modal lintas negara yang dapat membuka peluang bagi investor Indonesia bertransaksi efek luar negeri melalui ekosistem perusahaan sekuritas domestik.

Langkah awalnya dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan AlpacaDB Inc, perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat yang terdaftar di Financial Industry Regulatory Authority (FINRA).

Namun, penting digarisbawahi bahwa kerja sama ini masih berada pada tahap eksplorasi. Belum ada layanan baru yang resmi diluncurkan, belum ada mekanisme final, dan belum ada aturan baru yang langsung berlaku bagi investor ritel Indonesia.

Ringkasan
  • BEI dan Alpaca menandatangani MoU untuk menjajaki akses pasar modal lintas negara secara timbal balik.
  • Salah satu skema yang dipelajari adalah Penyaluran Amanat Luar Negeri atau PALN melalui Anggota Bursa di Indonesia.
  • Kerja sama ini belum berarti investor Indonesia sudah bisa langsung membeli saham luar negeri lewat broker lokal; aturan dan mekanismenya masih harus dikaji bersama OJK dan pelaku pasar.

BEI Jajaki Akses Saham Luar Negeri Lewat Anggota Bursa

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kerja sama dengan Alpaca menjadi langkah awal untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai penyediaan akses pasar modal lintas negara.

Tujuannya tidak hanya satu arah. BEI ingin mengeksplorasi peluang agar pelaku pasar Indonesia dapat memperoleh akses lebih luas ke pasar internasional, sekaligus membuka akses bagi broker dan investor global ke pasar modal Indonesia.

Dalam pengembangan selanjutnya, Anggota Bursa di Indonesia berpotensi bekerja sama dengan broker luar negeri untuk menyalurkan transaksi efek luar negeri.

MoU Status kerja sama saat ini
PALN Skema yang dieksplorasi
2 Arah Indonesia ke global & global ke Indonesia
Belum Final Aturan dan mekanisme masih dikaji

Secara konsep, model tersebut dapat memperluas pilihan investasi investor Indonesia tanpa harus sepenuhnya berada di luar ekosistem perusahaan sekuritas domestik.

Namun bentuk teknisnya masih terbuka. BEI masih perlu mempelajari mekanisme transaksi, hubungan Anggota Bursa dengan broker-dealer luar negeri, aspek perlindungan investor, penyelesaian transaksi, kustodian, pelaporan, hingga pengawasan.

Poin penting: MoU BEI-Alpaca bukan peluncuran produk. Yang sedang dibangun adalah kemungkinan kerangka agar broker Indonesia dapat memberikan akses efek luar negeri melalui skema yang aman, terstruktur, dan sesuai regulasi.

Apa Itu PALN dan Kenapa Jadi Penting?

Salah satu istilah utama dalam penjajakan ini adalah Penyaluran Amanat Luar Negeri atau PALN.

Dalam konteks yang dijelaskan BEI, PALN merupakan mekanisme yang memungkinkan amanat transaksi investor diteruskan ke pasar luar negeri melalui perantara yang memiliki akses ke bursa tujuan.

Alpaca disebut memiliki pengalaman memfasilitasi akses transaksi lintas negara, termasuk melalui mekanisme serupa PALN.

Selama ini, akses investor Indonesia terhadap produk pasar luar negeri tersedia melalui mekanisme yang sebelumnya berada dalam kerangka pasar berjangka.

Setelah kewenangan pengaturan dan pengawasan produk derivatif keuangan, termasuk PALN, beralih kepada Otoritas Jasa Keuangan, BEI dan Anggota Bursa melihat adanya ruang untuk mengeksplorasi layanan tersebut dalam ekosistem pasar modal.

Aspek Kondisi yang Dijajaki
Pelaku domestik Anggota Bursa Indonesia
Mitra luar negeri Broker-dealer asing
Objek Efek luar negeri
Skema PALN atau model akses lintas negara lain yang sesuai
Pengawas OJK, dengan koordinasi bersama BEI dan pihak terkait
Status Masih tahap kajian dan eksplorasi

Jika nantinya diterapkan, investor tidak harus berhubungan langsung dengan broker asing secara mandiri. Secara potensial, instruksi transaksi dapat disalurkan melalui sekuritas lokal yang bekerja sama dengan broker luar negeri.

Tetapi mekanisme finalnya belum ditetapkan dalam bahan yang tersedia.

Siapa Alpaca dan Kenapa Dipilih BEI?

AlpacaDB Inc merupakan perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat. Perusahaan ini terdaftar di FINRA dan juga memiliki fungsi sebagai anggota kliring.

Model bisnis Alpaca berfokus pada infrastruktur perdagangan berbasis teknologi yang dapat digunakan institusi keuangan untuk menyediakan akses ke pasar modal.

Karena itu, nilai strategis Alpaca bagi BEI bukan semata sebagai broker asing, tetapi sebagai mitra yang memiliki pengalaman dalam membangun konektivitas lintas negara.

Pihak Peran dalam Penjajakan
BEI Mengeksplorasi kerangka dan mekanisme akses lintas negara
Alpaca Berbagi pengalaman broker-dealer dan infrastruktur transaksi global
OJK Regulator yang akan menjadi bagian penting dalam pembahasan aturan
Anggota Bursa Calon kanal distribusi akses efek luar negeri bagi investor Indonesia
Broker internasional Calon mitra eksekusi transaksi di pasar luar negeri

Co-Founder sekaligus CEO Alpaca Yoshi Yokokawa menilai kolaborasi ini sebagai langkah untuk memperluas konektivitas institusi keuangan Indonesia dengan pasar global.

Dari sisi BEI, kerja sama ini juga merupakan respons terhadap kebutuhan Anggota Bursa yang ingin memiliki pilihan layanan investasi lebih luas bagi nasabah.

Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Jika kajian ini berujung pada implementasi, dampaknya bisa cukup besar bagi industri sekuritas Indonesia.

Pertama, investor ritel berpotensi mendapat akses lebih mudah ke efek luar negeri melalui perusahaan sekuritas lokal.

Kedua, Anggota Bursa dapat memperluas sumber pendapatan dari layanan transaksi lintas negara.

Ketiga, persaingan antarbroker bisa berubah. Sekuritas yang mampu menyediakan akses global, antarmuka yang baik, biaya kompetitif, dan settlement yang efisien berpotensi memiliki nilai tambah lebih besar.

Keempat, BEI juga berharap efeknya timbal balik: investor dan perantara keuangan internasional berpotensi mendapat akses lebih luas terhadap produk pasar modal Indonesia.

Potensi Dampak Implikasi
Investor ritel Pilihan investasi global lebih luas
Perusahaan sekuritas Peluang bisnis baru dari layanan cross-border
BEI Peluang meningkatkan konektivitas internasional
Pasar Indonesia Potensi akses lebih luas bagi investor asing
Regulator Perlu membangun perlindungan dan tata kelola lintas yurisdiksi

Namun di sisi lain, ada sejumlah isu yang perlu diselesaikan sebelum layanan seperti ini bisa digunakan secara luas.

Investor perlu mengetahui siapa yang menjadi kustodian aset, bagaimana perlindungan apabila broker luar negeri mengalami masalah, bagaimana penyelesaian sengketa lintas yurisdiksi, bagaimana pajaknya, mata uang apa yang digunakan, serta bagaimana struktur biaya transaksi dan konversi valuta asing.

BEI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan OJK, Anggota Bursa, dan pihak terkait lain. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pertimbangan untuk menyusun aturan dan mekanisme produk luar negeri di pasar modal Indonesia.

Intinya: kerja sama BEI dan Alpaca membuka kemungkinan investor Indonesia suatu hari dapat mengakses efek luar negeri melalui broker domestik, sementara investor global mendapat jalur lebih luas ke pasar Indonesia. Tetapi tahapnya masih jauh dari final. Investor sebaiknya membaca ini sebagai awal pembangunan infrastruktur dan regulasi cross-border, bukan sebagai layanan yang sudah bisa digunakan sekarang.

FAQ BEI, Alpaca, dan Akses Saham Luar Negeri

Apakah investor Indonesia sudah bisa beli saham luar negeri lewat broker BEI?
Belum berdasarkan informasi yang tersedia. BEI dan Alpaca baru menandatangani MoU untuk menjajaki mekanisme akses pasar lintas negara. Aturan dan mekanisme final masih dalam proses kajian.
Apa itu PALN?
PALN adalah Penyaluran Amanat Luar Negeri, yaitu mekanisme penyaluran instruksi transaksi ke pasar luar negeri melalui perantara yang memiliki akses ke pasar tersebut. BEI sedang mengeksplorasi penerapannya melalui Anggota Bursa.
Siapa Alpaca?
AlpacaDB Inc merupakan perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat yang terdaftar di FINRA dan memiliki pengalaman menyediakan infrastruktur akses transaksi lintas negara.
Apa manfaat kerja sama BEI dan Alpaca?
Potensinya adalah membuka akses bagi investor Indonesia ke efek luar negeri melalui perusahaan sekuritas domestik, sekaligus membuka peluang bagi pelaku pasar global untuk mengakses produk pasar modal Indonesia.
Apakah MoU BEI-Alpaca berarti layanan sudah resmi?
Tidak. MoU merupakan tahap awal penjajakan. BEI masih akan mempelajari model, aturan, perlindungan investor, serta berkoordinasi dengan OJK dan Anggota Bursa.
Apa risiko yang perlu diperhatikan investor?
Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah struktur biaya, risiko valuta asing, kustodian, settlement, perlindungan aset, perpajakan, dan mekanisme sengketa lintas negara.
Sumber: Keterangan Bursa Efek Indonesia mengenai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan AlpacaDB Inc pada 1 September 2026, termasuk pernyataan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dan Co-Founder sekaligus CEO Alpaca Yoshi Yokokawa sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Catatan: Kerja sama BEI dan Alpaca masih berupa penjajakan. Bahan yang tersedia belum memuat aturan final, daftar efek yang dapat diakses, jadwal implementasi, biaya, tata cara settlement, perpajakan, maupun sekuritas yang akan menyediakan layanan.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Akses investasi lintas negara memiliki risiko pasar, mata uang, regulasi, biaya, dan perlindungan investor yang berbeda dengan transaksi domestik.