Receh.in — Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$145,3 miliar pada Juli 2026. Nilai tersebut masih dinilai aman oleh Bank Indonesia karena setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Namun di balik level kecukupan yang masih tinggi, tren tahun berjalan menunjukkan tekanan cukup besar. Dibandingkan akhir 2025, cadangan devisa telah berkurang sekitar US$11,2 miliar atau 7,16%.
Dengan kurs Jisdor Rp17.919 per dolar AS yang digunakan dalam bahan, penurunan sepanjang tahun tersebut setara sekitar Rp200,69 triliun. Penyusutan terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, meskipun ada penerimaan pajak, jasa, dan penerbitan global bond pemerintah.
- Cadangan devisa Indonesia Juli 2026 tercatat US$145,3 miliar, cukup untuk 5,5 bulan impor.
- Posisinya turun 0,21% MtM, 4,41% YoY, dan 7,16% YtD.
- BI menilai level cadangan devisa masih memadai, meski tekanan berasal dari pembayaran utang dan stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global.
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun ke US$145,3 Miliar
Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar.
Posisi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang sebesar US$145,6 miliar.
Secara bulanan, penurunannya hanya sekitar US$0,3 miliar. Namun secara tahunan, posisi Juli 2026 lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$152 miliar.
Secara year to date, penurunannya lebih besar. Jika titik awal menggunakan posisi akhir 2025 sebesar US$156,5 miliar, cadangan devisa berkurang sekitar US$11,2 miliar.
Masih Cukup untuk 5,5 Bulan Impor
Meski mengalami penurunan, Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa tetap memadai untuk menopang ketahanan sektor eksternal.
| Indikator Kecukupan | Posisi Juli 2026 |
|---|---|
| Cadangan devisa | US$145,3 miliar |
| Setara impor | 5,5 bulan |
| Setara impor + pembayaran ULN pemerintah | 5,3 bulan |
| Standar internasional | sekitar 3 bulan impor |
Dengan rasio tersebut, buffer eksternal Indonesia masih relatif kuat.
Artinya, penurunan cadangan devisa belum menunjukkan kondisi kekurangan likuiditas valas. Namun arah penurunannya tetap perlu dicermati jika tekanan pasar global dan kebutuhan stabilisasi rupiah berlanjut.
Terendah Kedua dalam Setahun Terakhir
Dalam setahun terakhir, posisi cadangan devisa bergerak cukup fluktuatif.
Level tertinggi tercatat pada Desember 2025 sebesar US$156,5 miliar, sedangkan terendah berada pada Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar.
Dengan posisi US$145,3 miliar, Juli 2026 menjadi level terendah kedua dalam periode setahun terakhir berdasarkan bahan.
| Periode | Cadangan Devisa | Catatan |
|---|---|---|
| Desember 2025 | US$156,5 miliar | Tertinggi dalam setahun |
| Mei 2026 | US$144,9 miliar | Terendah |
| Juli 2026 | US$145,3 miliar | Terendah kedua |
Secara tahunan, laju pertumbuhan cadangan devisa juga terus melambat sejak pertengahan 2025 dan mulai berkontraksi pada September 2025.
Kontraksi tahunan terdalam dalam bahan terjadi pada Maret 2026 sebesar 5,67%.
Stabilisasi Rupiah Ikut Menggerus Cadangan Devisa
Bank Indonesia menyebut perkembangan cadangan devisa Juli dipengaruhi sejumlah faktor yang bergerak berlawanan arah.
| Faktor | Dampak terhadap Cadangan Devisa |
|---|---|
| Penerimaan pajak | Mendukung kenaikan |
| Penerimaan jasa | Mendukung kenaikan |
| Penerbitan global bond pemerintah | Menambah devisa |
| Pembayaran utang luar negeri pemerintah | Mengurangi cadangan |
| Stabilisasi nilai tukar rupiah | Menjadi tekanan pada cadangan devisa |
BI juga mengaitkan penyusutan cadangan devisa dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Dalam kondisi pasar bergejolak, bank sentral dapat menggunakan cadangan devisa sebagai salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah.
Karena itu, penurunan cadangan devisa tidak selalu berarti memburuknya fundamental eksternal. Sebagian penurunan dapat merupakan konsekuensi dari kebijakan stabilisasi.
FAQ Cadangan Devisa Indonesia Juli 2026
Berapa cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026?
Berapa lama cadangan devisa tersebut cukup membiayai impor?
Apakah cadangan devisa Indonesia turun dibandingkan Juni 2026?
Berapa penurunan cadangan devisa sepanjang 2026?
Apa penyebab penurunan cadangan devisa?
Apakah level cadangan devisa saat ini masih aman?
Kapan cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir?
Perhitungan Receh.in: Penurunan dari US$145,6 miliar pada Juni menjadi US$145,3 miliar pada Juli setara sekitar 0,21%. Penurunan dari US$152 miliar pada Juli 2025 setara sekitar 4,41% YoY. Dari posisi akhir 2025 sebesar US$156,5 miliar, cadangan devisa turun sekitar US$11,2 miliar atau 7,16% YtD. Dengan kurs Jisdor Rp17.919/US$, nilai penurunan tersebut setara sekitar Rp200,69 triliun.
Catatan: Posisi cadangan devisa dipengaruhi arus masuk dan keluar valuta asing pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar. Penurunan cadangan devisa tidak otomatis berarti kondisi eksternal memburuk jika tetap berada di atas standar kecukupan dan digunakan untuk kebijakan stabilisasi.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi ekonomi makro dan bukan rekomendasi investasi. Pergerakan rupiah, suku bunga, arus modal, dan cadangan devisa dapat berubah mengikuti kondisi pasar global dan kebijakan domestik.

0 Komentar