Receh.in — Grup Djarum menegaskan sebagian besar investasi keluarga pemiliknya masih berada di Indonesia. Perusahaan menyebut sekitar 90% investasi tetap ditempatkan di dalam negeri, sementara ekspansi ke luar negeri merupakan bagian dari pengembangan bisnis dan bukan pemindahan modal dari Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap investasi pabrik kertas yang dilakukan Grup Djarum pada 2023-2024. Menurut manajemen, investasi tersebut terkait bisnis kertas pembungkus tembakau yang produknya dipasarkan kepada perusahaan rokok di luar negeri.
Pada saat yang sama, Grup Djarum justru terus menambah lini usaha domestik, mulai dari bisnis teh, bakmi, hingga peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah. Perusahaan menegaskan strategi tersebut sejalan dengan ambisi untuk terus bertumbuh bersama ekonomi Indonesia.
- Grup Djarum menyebut sekitar 90% investasinya masih berada di Indonesia.
- Investasi pabrik kertas pada 2023-2024 disebut terkait bisnis kertas pembungkus tembakau untuk pasar luar negeri.
- Di dalam negeri, Djarum terus memperluas portofolio ke teh, bakmi, dan peternakan sapi perah.
Ekspansi Luar Negeri Disebut Bukan Pemindahan Modal
Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Dharmawan mengatakan investasi pabrik kertas yang ramai diperbincangkan dilakukan pada periode 2023-2024.
Menurut dia, investasi tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis di lini kertas pembungkus tembakau.
Produk dari bisnis ini ditujukan antara lain untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rokok di luar negeri.
Budi juga menyebut Grup Djarum memiliki afiliasi dengan pabrik kertas Muria Jaya. Pengembangan tersebut dilakukan untuk memperkuat lini bisnis kertas tembakau sekaligus memperluas usaha.
Untuk pembiayaan, Budi menyebut investasi pabrik kertas menggunakan pinjaman.
Namun, perusahaan tidak menyampaikan nilai total investasi di luar negeri dalam bahan yang tersedia.
Karena itu, klaim sekitar 90% investasi berada di Indonesia sebaiknya dibaca sebagai pernyataan manajemen, bukan angka yang sudah dirinci berdasarkan nilai proyek satu per satu.
Portofolio Domestik Djarum Terus Bertambah
Selain bisnis terkait tembakau, Grup Djarum juga menambah sejumlah lini usaha baru di Indonesia.
Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menurut Budi, grup tersebut menambah lini bisnis teh melalui akuisisi atas produk lokal yang sebelumnya sudah berpindah tangan.
Ia menggambarkan langkah itu sebagai kembalinya kepemilikan produk lokal ke pihak nasional.
Selain teh, Grup Djarum juga mengembangkan bisnis bakmi.
Ekspansi terbaru dilakukan melalui peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah, pada Juli 2026.
| Lini Usaha | Arah Pengembangan |
|---|---|
| Rokok | Bisnis utama domestik, termasuk Djarum Super |
| Kertas tembakau | Pasar domestik dan ekspor |
| Teh | Penambahan lini usaha di Indonesia |
| Bakmi | Diversifikasi konsumsi |
| Peternakan sapi perah | Proyek baru di Brebes, Jawa Tengah |
Rangkaian investasi tersebut menunjukkan strategi Grup Djarum semakin melebar dari basis historis industri hasil tembakau menuju konsumsi, pangan, dan agribisnis.
90% Investasi Masih di Indonesia, Apa Maknanya?
Budi menegaskan sekitar 90% investasi keluarga pemilik Grup Djarum masih berada di Indonesia.
Secara strategis, angka 90% itu menunjukkan bahwa basis bisnis Grup Djarum masih sangat domestik.
Namun, tanpa rincian nilai investasi per sektor dan per negara, angka tersebut belum cukup untuk menghitung eksposur modal secara lebih presisi.
Yang lebih terlihat dari bahan adalah pola diversifikasi: Djarum mempertahankan bisnis utama di Indonesia sembari menambah lini baru dan tetap melakukan ekspansi internasional pada bisnis yang punya pasar global.
Diversifikasi Djarum Makin Lebar
Grup Djarum selama ini dikenal luas melalui industri hasil tembakau, tetapi portofolio usaha keluarga pemiliknya sudah berkembang jauh lebih luas.
Bahan yang tersedia menunjukkan ekspansi terbaru menyentuh sektor pangan dan agribisnis, dua bidang yang memiliki karakter pertumbuhan berbeda dari industri rokok.
Masuk ke teh, bakmi, dan peternakan sapi perah bisa dibaca sebagai upaya memperluas sumber pendapatan dan memperkuat eksposur ke konsumsi domestik.
Namun, setiap lini bisnis membawa tantangan berbeda.
| Sektor | Peluang | Risiko |
|---|---|---|
| Kertas tembakau | Pasar ekspor dan integrasi dengan industri rokok | Permintaan tembakau global, regulasi |
| Teh | Brand lokal dan konsumsi domestik | Persaingan FMCG |
| Bakmi | Pasar konsumsi besar | Margin dan kompetisi |
| Sapi perah | Kebutuhan susu domestik | Capex, pakan, produktivitas ternak |
Karena itu, diversifikasi baru akan memberi nilai apabila lini-lini tersebut berhasil menghasilkan arus kas dan return yang menarik, bukan hanya memperbesar jumlah bisnis di bawah grup.
FAQ Investasi Grup Djarum
Berapa persen investasi Grup Djarum yang masih berada di Indonesia?
Kapan investasi pabrik kertas Grup Djarum dilakukan?
Apa tujuan investasi pabrik kertas tersebut?
Bagaimana pembiayaan investasi pabrik kertas?
Apa bisnis baru Grup Djarum di Indonesia?
Apakah Grup Djarum memindahkan investasi keluar Indonesia?
Catatan: Angka sekitar 90% investasi di Indonesia merupakan pernyataan manajemen. Bahan tidak memuat rincian nilai investasi per proyek, negara, atau sektor, sehingga artikel tidak menghitung nilai absolut investasi Grup Djarum di dalam maupun luar negeri.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis umum. Informasi mengenai strategi investasi perusahaan dapat berubah seiring keputusan bisnis, kondisi pasar, regulasi, dan pendanaan.
0 Komentar