Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Harga kopi dan kakao global sedang bergerak ke arah yang berbeda. Kontrak kopi melemah karena prospek pasokan dari Brasil dan Vietnam membaik, sedangkan kakao justru melanjutkan reli kuat akibat kekhawatiran terhadap produksi Afrika Barat.

Namun di balik perbedaan itu ada satu risiko yang sama: El Nino. Fenomena cuaca tersebut dapat mengubah prospek panen kedua komoditas secara cepat, terutama jika kekeringan atau hujan ekstrem muncul pada fase pembungaan dan pembentukan buah.

Artinya, pelemahan kopi saat ini belum tentu menjadi tren lurus ke bawah, sementara kenaikan kakao juga tidak otomatis terus berlangsung tanpa jeda. Pasar sedang menimbang antara pasokan jangka pendek yang terlihat lebih nyaman dan risiko cuaca yang dampaknya baru bisa terasa pada musim panen berikutnya.

Ringkasan
  • Harga kopi melemah karena curah hujan Brasil membaik dan ekspor Vietnam meningkat 13,7%.
  • Harga kakao melonjak menjadi US$6.771 per ton pada Agustus, naik 25,5% dalam sebulan dan mencatat kenaikan enam bulan berturut-turut.
  • El Nino menjadi risiko utama bagi kopi dan kakao, tetapi dampaknya sangat bergantung pada lokasi dan fase pertumbuhan tanaman.

Harga Kopi Turun karena Brasil dan Vietnam

Tekanan pada harga kopi berjangka berlanjut hingga akhir pekan lalu. Di New York, kontrak pengiriman Desember ditutup di 295,35 sen per pon, turun 275 poin.

Di London, kontrak November turun US$32 menjadi US$3.374.

295,35 sen Kopi New York Desember
US$3.374 Kopi London November
1,33 juta ton Ekspor Vietnam 8 bulan 2026
+13,7% Pertumbuhan ekspor Vietnam

Sentimen utama datang dari dua produsen besar.

Di Brasil, curah hujan di atas normal memperbaiki prospek fase pembungaan utama untuk panen tahun depan. Jika hujan berlangsung dalam pola yang cukup baik, pasar dapat memperkirakan potensi hasil panen yang lebih besar.

Di Vietnam, pasokan ekspor juga meningkat. Volume ekspor selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 1,33 juta ton atau tumbuh 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kombinasi pasokan Brasil yang terlihat lebih menjanjikan dan ekspor Vietnam yang lebih tinggi memberikan alasan bagi pasar untuk mengurangi premi kekhawatiran pasokan.

Poin penting: harga kopi melemah bukan semata karena permintaan hilang, melainkan karena ekspektasi pasokan membaik. Dalam komoditas, kadang yang membuat harga turun bukan gudang penuh hari ini, tetapi harapan bahwa gudang akan lebih penuh besok.

Kakao Justru Reli 6 Bulan Berturut-turut

Situasinya berbeda pada pasar kakao.

Harga kakao naik 25,5% pada Agustus menjadi US$6.771 per metrik ton. Kenaikan tersebut memperpanjang reli selama enam bulan berturut-turut.

Bulan 2026 Perubahan Harga Kakao
Maret +14,3%
April +8,2%
Mei +9,9%
Juni +29,4%
Juli +6,3%
Agustus +25,5%

Kenaikan harga terutama didorong kekhawatiran terhadap pasokan Afrika Barat, khususnya Pantai Gading dan Ghana, dua wilayah penting dalam produksi kakao global.

Selain itu, biaya energi yang meningkat akibat konflik geopolitik turut menambah tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi.

Ekonom Intesa Sanpaolo Daniela Corsini menilai El Nino dapat memperburuk angin musiman Harmattan dan meningkatkan risiko terhadap pohon kakao.

Rabobank juga menyoroti lambatnya perkembangan tanaman dan proses pembungaan di Pantai Gading dan Ghana sebagai faktor yang mendukung penguatan harga.

Yang perlu diwaspadai: ketika pasokan fisik ketat bertemu kekhawatiran cuaca, harga bisa naik lebih cepat karena pembelian spekulatif. Tetapi itu juga membuat volatilitas menjadi lebih tinggi.

El Nino Tidak Berdampak Sama di Semua Wilayah

Salah satu kesalahan umum dalam membaca El Nino adalah menganggap seluruh produsen akan mengalami dampak yang sama.

Aaron Davis dari Royal Botanic Gardens, Kew, mengingatkan bahwa dampak El Nino sangat terlokalisasi. Bahkan dalam satu negara atau satu kawasan, beberapa daerah bisa mengalami hasil buruk sementara wilayah lain justru mencatat kondisi yang baik.

Untuk kopi, risiko utama adalah kekeringan.

Wilayah tertentu di Afrika Timur berpotensi mengalami tekanan akibat curah hujan yang rendah. Sementara di Brasil, fase kritis pembungaan dan pembentukan awal buah akan terjadi pada periode yang bersinggungan dengan perkembangan El Nino.

Komoditas Risiko El Nino Dampak Potensial
Kopi Brasil Kekeringan saat pembungaan Penurunan fruit set dan hasil panen
Kopi Afrika Timur Curah hujan rendah Stres tanaman dan produktivitas turun
Kakao Afrika Barat Harmattan dan kekeringan Gangguan pembungaan dan hasil panen
Semua wilayah Cuaca ekstrem lokal Dampak berbeda antararea

Itulah sebabnya istilah “El Nino bullish untuk komoditas pertanian” terlalu menyederhanakan masalah.

Dampaknya ditentukan oleh lokasi, intensitas, waktu terjadinya cuaca ekstrem, fase biologis tanaman, dan kemampuan petani melakukan mitigasi.

Apa Dampaknya bagi Prospek Harga Kopi dan Kakao?

Dalam jangka pendek, harga kopi memiliki tekanan dari sisi pasokan karena Brasil dan Vietnam memberikan sinyal yang lebih baik.

Namun risiko untuk 2027 masih terbuka. Jika El Nino mengganggu pembungaan atau pembentukan buah di Brasil dan negara produsen lain, keseimbangan pasokan dapat kembali mengetat.

Will Corby dari Pact Coffee bahkan memperingatkan bahwa dalam skenario tertentu, petani Amerika Selatan bisa mengalami penurunan hasil panen 30%–50%.

Angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai estimasi risiko, bukan proyeksi pasti untuk seluruh kawasan. Dampak aktual El Nino berbeda-beda antarwilayah.

Untuk kakao, pasar saat ini sudah memasukkan premi risiko yang jauh lebih besar. Setelah enam bulan kenaikan berturut-turut, harga menjadi lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi.

Jika curah hujan membaik atau produksi Afrika Barat ternyata lebih kuat daripada yang dikhawatirkan, harga kakao bisa mengalami koreksi. Sebaliknya, jika pembungaan terus lemah dan El Nino memperburuk Harmattan, tekanan pasokan bisa bertahan.

Faktor Kopi Kakao
Pasokan jangka pendek Cenderung membaik Masih mengkhawatirkan
Brasil Hujan positif untuk pembungaan Bukan pusat risiko utama
Vietnam Ekspor meningkat Tidak dominan
Afrika Barat Risiko terbatas secara global Risiko utama pasokan
El Nino Risiko kenaikan harga jika produksi terganggu Dapat memperkuat kekhawatiran pasokan

Bagi produsen dan investor komoditas, perbedaan arah kedua harga ini juga penting.

Petani kopi menghadapi tekanan ketika harga turun di saat biaya produksi masih tinggi. Sementara produsen kakao bisa menikmati harga jual tinggi, tetapi belum tentu volume panennya ikut membaik.

Harga komoditas tinggi tidak selalu berarti petani lebih sejahtera. Kalau panen turun terlalu dalam, kenaikan harga bisa kalah oleh hilangnya volume.

Intinya: pasar kopi saat ini lebih nyaman karena Brasil dan Vietnam memberi sinyal pasokan yang lebih baik, sedangkan kakao masih dibayangi kekhawatiran Afrika Barat. Namun El Nino bisa membalikkan keseimbangan tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Untuk kopi, ancamannya terutama berada pada fase pembungaan dan hasil panen berikutnya. Untuk kakao, risikonya sudah lebih dulu masuk ke harga. Cuaca memang tidak membaca grafik, tapi grafik sangat rajin membaca cuaca.

FAQ Harga Kopi, Kakao, dan El Nino

Kenapa harga kopi turun?
Harga kopi melemah karena prospek pasokan membaik. Curah hujan di Brasil mendukung pembungaan, sementara ekspor kopi Vietnam selama delapan bulan pertama 2026 naik 13,7% menjadi 1,33 juta ton.
Berapa harga kakao pada Agustus 2026?
Harga kakao disebut mencapai US$6.771 per metrik ton pada Agustus 2026, naik 25,5% dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenapa harga kakao naik?
Kenaikan terutama didorong kekhawatiran terhadap pasokan Afrika Barat, lambatnya pembungaan di Pantai Gading dan Ghana, risiko El Nino, serta tekanan biaya energi.
Apakah El Nino selalu membuat harga kopi naik?
Tidak selalu. Dampak El Nino sangat terlokalisasi dan bergantung pada wilayah, waktu, serta fase pertumbuhan tanaman. Beberapa daerah bisa terdampak negatif sementara wilayah lain justru mendapat kondisi yang lebih baik.
Apa risiko terbesar El Nino bagi kopi?
Risiko utamanya adalah kekeringan atau cuaca ekstrem pada fase pembungaan dan pembentukan buah yang dapat menurunkan hasil panen.
Apakah reli kakao masih bisa berlanjut?
Masih mungkin jika gangguan pasokan Afrika Barat memburuk. Namun setelah kenaikan enam bulan berturut-turut, harga juga semakin sensitif terhadap perbaikan cuaca dan perubahan ekspektasi produksi.
Sumber: Informasi harga kopi dan kakao serta pandangan Comunicaffe, Anadolu, Intesa Sanpaolo, Rabobank, Global Coffee Report, Royal Botanic Gardens Kew, dan Pact Coffee sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Catatan: Angka potensi penurunan hasil panen kopi 30%–50% merupakan pandangan narasumber untuk skenario tertentu dan tidak diperlakukan sebagai proyeksi pasti seluruh produksi Amerika Selatan. Dampak El Nino dapat berbeda secara signifikan antarwilayah.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi melakukan transaksi komoditas. Harga kopi dan kakao sangat dipengaruhi cuaca, pasokan, permintaan, nilai tukar, biaya energi, dan aktivitas spekulatif.