Receh.in — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I dengan pelemahan 0,58% atau 38 poin ke level 6.647. Padahal, indeks sempat bergerak naik hingga 6.707 sebelum berbalik turun dan menyentuh titik terendah intraday 6.642.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual mulai mendominasi menjelang akhir sesi pertama. Dari 963 saham yang tercatat dalam data perdagangan, sebanyak 371 saham melemah, lebih banyak dibandingkan 286 saham yang menguat, sementara 306 saham stagnan.
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas transaksi tetap cukup ramai. Nilai perdagangan mencapai Rp8,30 triliun dengan volume 20,36 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,29 juta kali. BIPI menjadi saham yang paling menonjol dari sisi volume dan frekuensi, sedangkan BBCA memimpin nilai transaksi.
- IHSG turun 0,58% ke 6.647 setelah sempat menyentuh level intraday 6.707.
- Sebanyak 371 saham melemah, lebih banyak dibandingkan 286 saham yang menguat.
- BIPI memimpin volume dan frekuensi transaksi, sementara BBCA mencatat nilai transaksi terbesar.
IHSG Berbalik dari 6.707 ke 6.647
IHSG memperlihatkan volatilitas cukup lebar sepanjang sesi pertama. Indeks sempat mencapai level tertinggi 6.707 sebelum berbalik ke zona merah dan berakhir di 6.647.
Dengan level terendah intraday 6.642, rentang pergerakan IHSG mencapai sekitar 65 poin.
Secara breadth, pasar juga lebih condong ke arah negatif. Saham yang melemah mencapai 371 atau sekitar 38,5% dari total 963 saham dalam data, sedangkan saham menguat sekitar 29,7%.
| Market Breadth | Jumlah Saham | Porsi* |
|---|---|---|
| Menguat | 286 | 29,7% |
| Melemah | 371 | 38,5% |
| Stagnan | 306 | 31,8% |
*Perhitungan Receh.in dari total 963 saham dalam data.
Selisih jumlah saham yang melemah dan menguat mencapai 85 saham. Jadi, pelemahan IHSG tidak hanya terjadi karena satu atau dua saham besar, tetapi juga didukung breadth pasar yang secara umum negatif.
POLA Naik 25,71%, DPUM dan MGNA Ikut Melonjak
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham lapis bawah mencatat kenaikan tajam.
POLA menjadi top gainer dengan kenaikan 25,71% ke Rp88 dan volume perdagangan sekitar 405 juta saham.
DPUM menyusul dengan kenaikan 20,19% ke Rp125, sementara MGNA naik 15,79% ke Rp110.
| Top Gainers | Harga | Perubahan | Volume |
|---|---|---|---|
| POLA | Rp88 | +25,71% | 405 juta |
| DPUM | Rp125 | +20,19% | 172 juta |
| MGNA | Rp110 | +15,79% | 54 juta |
Kenaikan dua digit tersebut terlihat impresif, tetapi investor tetap perlu melihat basis harga, likuiditas, dan fundamental masing-masing saham.
Kenaikan 20% pada saham berharga sekitar Rp100 tidak otomatis menunjukkan adanya perubahan fundamental sebesar 20% pada hari yang sama. Harga nominal rendah dan volatilitas tinggi sering kali membuat persentase pergerakan tampak jauh lebih dramatis.
Di sisi sebaliknya, MEDS menjadi top loser dengan koreksi 9,71% ke Rp93, disusul MDIA turun 9,32% ke Rp214 dan GTBO melemah 8,48% ke Rp151.
| Top Losers | Harga | Perubahan | Volume |
|---|---|---|---|
| MEDS | Rp93 | -9,71% | 261 juta |
| MDIA | Rp214 | -9,32% | 244 juta |
| GTBO | Rp151 | -8,48% | 21 ribu |
BIPI Kuasai Volume dan Frekuensi, BBCA Pimpin Nilai Transaksi
Aktivitas perdagangan paling mencolok terjadi pada BIPI.
Saham tersebut mencatat volume sekitar 3 miliar saham, sekaligus menjadi saham dengan frekuensi transaksi tertinggi sekitar 73.000 kali.
Dari sisi nilai transaksi, BIPI berada di posisi kedua sebesar Rp528 miliar, di bawah BBCA yang memimpin dengan Rp734 miliar.
| Kategori | Peringkat 1 | Peringkat 2 | Peringkat 3 |
|---|---|---|---|
| Top Value | BBCA — Rp734 miliar | BIPI — Rp528 miliar | ANTM — Rp271 miliar |
| Top Volume | BIPI — 3 miliar saham | BUMI — 907 juta saham | COCO — 740 juta saham |
| Top Frekuensi | BIPI — 73 ribu | COCO — 26 ribu | BUMI — 24 ribu |
Dominasi BIPI pada volume dan frekuensi menunjukkan aktivitas transaksi yang sangat tinggi. Namun volume besar tidak selalu sama dengan akumulasi.
Setiap saham yang berpindah tangan memiliki pembeli dan penjual. Tanpa data broker flow, foreign flow, ataupun perubahan kepemilikan, volume tinggi hanya membuktikan bahwa saham tersebut ramai ditransaksikan.
Nilai Transaksi Sudah Rp8,3 Triliun dalam Setengah Hari
Total nilai transaksi pada sesi I mencapai Rp8,30 triliun dari volume 20,36 miliar saham dan sekitar 1,29 juta kali transaksi.
Secara sederhana, rata-rata nilai per transaksi mencapai sekitar Rp6,43 juta. Sementara nilai transaksi rata-rata per saham yang berpindah tangan sekitar Rp408, meski angka ini hanya rata-rata agregat dan tidak menggambarkan harga saham tertentu.
BBCA menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar Rp734 miliar, setara sekitar 8,8% dari total nilai transaksi sesi I.
BIPI menyumbang sekitar 6,4%, sedangkan ANTM sekitar 3,3%.
Dengan demikian, tiga saham top value tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 18,5% dari seluruh nilai transaksi sesi pertama.
FAQ IHSG Sesi I 9 September 2026
Berapa posisi IHSG pada penutupan sesi I?
Berapa level tertinggi dan terendah IHSG?
Apa saham top gainers sesi I?
Apa saham top losers sesi I?
Saham apa yang paling ramai diperdagangkan?
Berapa nilai transaksi Bursa pada sesi I?
Perhitungan Receh.in: Rentang intraday IHSG sekitar 65 poin dari 6.642–6.707. Dari total 963 saham dalam data, 286 saham menguat atau sekitar 29,7%, 371 melemah atau 38,5%, dan 306 stagnan atau 31,8%. BBCA menyumbang sekitar 8,8% dari total nilai transaksi Rp8,30 triliun, BIPI sekitar 6,4%, dan ANTM sekitar 3,3%. Ketiganya secara agregat sekitar 18,5%.
Catatan: Bahan menyebut “Rabu (8/9)”, sementara 8 September 2026 jatuh pada Selasa dan 9 September 2026 jatuh pada Rabu. Karena konteks penyampaian adalah perdagangan sesi I hari Rabu setelah perdagangan Selasa 8 September, artikel menggunakan 9 September 2026 sebagai tanggal konteks. Data top volume dan frekuensi tidak diperlakukan sebagai bukti akumulasi investor tertentu.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Pergerakan sesi I belum tentu mencerminkan arah penutupan perdagangan hari tersebut. Investor perlu mempertimbangkan fundamental, likuiditas, valuasi, dan profil risiko.
.jpg)
0 Komentar