Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Jumlah akun yang mengalami kebocoran data di Indonesia mencapai 300.416 akun pada kuartal II/2026. Angka ini turun tajam 67,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih meningkat 43,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah akun bocor terbanyak pada periode tersebut. Vietnam berada di posisi pertama dengan 375.907 akun, sekitar 75.491 akun lebih banyak dibandingkan Indonesia.

Data Surfshark juga menunjukkan bahwa tren kebocoran data di Indonesia sangat fluktuatif. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah akun terdampak pernah melonjak hingga belasan juta, termasuk 16,69 juta akun pada kuartal III/2024 dan 13,97 juta akun pada kuartal III/2022.

Ringkasan
  • Indonesia mencatat 300.416 akun bocor pada kuartal II/2026, turun 67,2% secara kuartalan tetapi naik 43,4% secara tahunan.
  • Indonesia berada di peringkat kedua ASEAN, di bawah Vietnam yang mencatat 375.907 akun bocor.
  • Secara historis, kebocoran data Indonesia sangat volatil dan pernah mencapai 16,69 juta akun pada kuartal III/2024.

Indonesia Catat 300.416 Akun Bocor pada Kuartal II/2026

Berdasarkan laporan Surfshark, jumlah akun yang mengalami kebocoran data di Indonesia turun dari 915.746 akun pada kuartal I/2026 menjadi 300.416 akun pada kuartal II/2026.

Penurunan tersebut setara sekitar 67,2% secara quarter to quarter.

300.416 Akun bocor Q2/2026
-67,2% Perubahan QoQ
+43,4% Perubahan YoY
#2 Peringkat di ASEAN

Namun jika dibandingkan dengan kuartal II/2025, tren tersebut justru masih meningkat. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah akun bocor tercatat 209.552 akun.

Dengan demikian, jumlah akun terdampak naik sekitar 90.864 akun atau 43,4% secara tahunan.

Poin penting: penurunan tajam secara kuartalan tidak berarti risiko kebocoran data telah hilang. Secara tahunan, jumlah akun terdampak masih lebih tinggi daripada kuartal II/2025.

Indonesia Peringkat Kedua Kebocoran Data di ASEAN

Jika dibandingkan dengan sembilan negara ASEAN lain dalam data, Indonesia berada tepat di bawah Vietnam.

Peringkat Negara Jumlah Akun Bocor
1 Vietnam 375.907
2 Indonesia 300.416
3 Filipina 216.669
4 Singapura 214.251
5 Thailand 191.364
6 Malaysia 141.527
7 Myanmar 12.650
8 Kamboja 4.082
9 Laos 3.408
10 Brunei Darussalam 2.463

Total akun bocor dari 10 negara ASEAN dalam daftar mencapai sekitar 1,46 juta akun.

Indonesia sendiri menyumbang sekitar 20,5% dari total tersebut. Sementara Vietnam menyumbang sekitar 25,7%.

Jika digabung, Vietnam dan Indonesia mencakup hampir separuh dari total akun bocor dalam daftar kawasan tersebut.

Tren Kebocoran Data Indonesia Sangat Fluktuatif

Data historis Surfshark menunjukkan jumlah akun bocor di Indonesia tidak bergerak dalam pola yang stabil.

Lonjakan terbesar dalam periode kuartal II/2022 hingga kuartal II/2026 terjadi pada kuartal III/2024 ketika jumlah akun terdampak mencapai sekitar 16,69 juta akun.

Sebelumnya, pada kuartal III/2022, jumlah akun bocor juga sempat mencapai sekitar 13,97 juta akun.

Periode Jumlah Akun Bocor Catatan
Q3/2022 13,97 juta Lonjakan besar
Q1/2024 9,03 juta Insiden besar
Q2/2024 832.898 Turun tajam
Q3/2024 16,69 juta Tertinggi dalam periode pengamatan
Q1/2026 915.746 Masih tinggi
Q2/2026 300.416 Turun 67,2% QoQ

Fluktuasi tersebut memperlihatkan bahwa satu kuartal dengan angka yang lebih rendah belum cukup untuk menyimpulkan tren perbaikan struktural.

Satu insiden besar dapat membuat jumlah akun terdampak melonjak berkali-kali lipat hanya dalam waktu singkat.

Apa Arti Data Ini bagi Pengguna Internet?

Jumlah akun bocor dalam statistik seperti ini tidak selalu identik dengan jumlah individu unik yang terdampak. Satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun, atau satu akun dapat muncul dalam lebih dari satu insiden.

Karena itu, angka kebocoran data lebih tepat dibaca sebagai indikator skala eksposur digital, bukan jumlah pasti warga yang menjadi korban.

Bagi pengguna, tingginya jumlah akun bocor tetap menjadi pengingat penting untuk menjaga keamanan digital, terutama pada layanan yang menggunakan data pribadi, email, nomor telepon, dan kata sandi.

Praktik dasar seperti menggunakan kata sandi berbeda untuk tiap layanan, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan menghindari penggunaan ulang password menjadi semakin penting ketika frekuensi insiden kebocoran data masih tinggi.

Intinya: Indonesia memang mencatat penurunan kebocoran data sebesar 67,2% secara kuartalan pada kuartal II/2026, tetapi posisinya masih tinggi secara regional dan jumlah akun terdampak tetap naik 43,4% dibandingkan tahun lalu. Artinya, penurunan satu kuartal belum cukup untuk menunjukkan bahwa risiko kebocoran data telah mereda secara struktural.

FAQ Kebocoran Data Indonesia 2026

Berapa jumlah akun bocor di Indonesia pada kuartal II/2026?
Jumlah akun yang mengalami kebocoran data di Indonesia mencapai 300.416 akun pada kuartal II/2026.
Apakah kebocoran data Indonesia turun dibandingkan kuartal sebelumnya?
Ya. Jumlah akun bocor turun sekitar 67,2% dari 915.746 akun pada kuartal I/2026 menjadi 300.416 akun pada kuartal II/2026.
Bagaimana dibandingkan dengan tahun lalu?
Secara tahunan, jumlah akun bocor naik sekitar 43,4% dibandingkan 209.552 akun pada kuartal II/2025.
Indonesia peringkat berapa di ASEAN?
Indonesia berada di posisi kedua, di bawah Vietnam yang mencatat 375.907 akun bocor.
Negara ASEAN mana yang memiliki kebocoran data tertinggi?
Vietnam berada di posisi pertama dengan 375.907 akun bocor pada kuartal II/2026.
Kapan kebocoran data Indonesia mencapai titik tertinggi?
Dalam periode pengamatan yang disebut dalam bahan, titik tertinggi terjadi pada kuartal III/2024 dengan sekitar 16,69 juta akun bocor.
Apakah jumlah akun bocor sama dengan jumlah orang yang terdampak?
Tidak selalu. Satu orang dapat memiliki beberapa akun, sehingga jumlah akun yang bocor tidak identik dengan jumlah individu unik yang terdampak.
Sumber: Laporan Surfshark dan grafik perbandingan kebocoran data negara-negara ASEAN pada kuartal II/2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Total akun bocor dari 10 negara dalam daftar mencapai sekitar 1.462.737 akun. Indonesia menyumbang sekitar 20,5% dari total tersebut. Selisih Vietnam dan Indonesia mencapai 75.491 akun. Penurunan Indonesia dari 915.746 akun pada Q1/2026 menjadi 300.416 akun pada Q2/2026 setara sekitar 67,2%, sedangkan kenaikan dari 209.552 akun pada Q2/2025 setara sekitar 43,4%.

Catatan: Statistik menghitung akun yang mengalami kebocoran, bukan individu unik. Angka dapat dipengaruhi oleh insiden besar tertentu dan tidak otomatis mencerminkan kualitas keamanan siber suatu negara secara menyeluruh.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi mengenai keamanan digital. Pengguna tetap perlu menerapkan praktik keamanan akun seperti kata sandi unik, autentikasi dua faktor, dan kewaspadaan terhadap phishing.