Receh.in — Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikan saham PT Intiland Development Tbk. (DILD) pada September 2026. Investor kawakan itu tercatat membeli total 2,1 juta saham DILD dalam dua sesi perdagangan, yakni 8 dan 9 September 2026.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Lo Kheng Hong di DILD meningkat menjadi sekitar 779,23 juta saham atau setara 7,52%. Aksi beli ini menarik perhatian karena berlangsung di tengah penurunan kinerja keuangan Intiland dan pelemahan harga sahamnya.
Namun pola ini bukan hal baru. Lo Kheng Hong sebelumnya juga aktif menambah saham DILD pada Juli 2026 dan secara terbuka menyatakan bahwa penurunan harga justru memberinya kesempatan membeli lebih murah. Bagi investor lain, poin pentingnya bukan sekadar mengikuti aksi beli tersebut, melainkan memahami apakah valuasi DILD memang cukup menarik dibandingkan kualitas aset, laba, arus kas, dan prospek bisnisnya.
- Lo Kheng Hong membeli 1 juta saham DILD pada 8 September dan 1,1 juta saham pada 9 September 2026.
- Kepemilikannya naik menjadi sekitar 779,23 juta saham atau 7,52%.
- Aksi akumulasi berlangsung ketika pendapatan dan laba bersih DILD semester I/2026 sama-sama menurun.
Lo Kheng Hong Beli 2,1 Juta Saham DILD dalam Dua Hari
Berdasarkan data yang dihimpun pada 10 September 2026, Lo Kheng Hong kembali melakukan pembelian saham DILD dalam dua hari perdagangan berturut-turut.
Pada 8 September 2026, ia membeli sekitar 1 juta saham. Sehari kemudian, pada 9 September, pembelian kembali dilakukan sebanyak sekitar 1,1 juta saham.
Setelah rangkaian transaksi tersebut, jumlah saham DILD yang dipegang Lo Kheng Hong menjadi sekitar 779,23 juta lembar.
Jika persentase 7,52% digunakan sebagai acuan, maka jumlah saham beredar DILD secara indikatif berada di kisaran 10,36 miliar saham.
Akumulasi Sudah Berlangsung Sejak Juli
Aksi beli September bukan transaksi pertama. Sepanjang Juli 2026, Lo Kheng Hong juga tercatat aktif menambah kepemilikan saham DILD.
Pada 27 Juli, ia membeli sekitar 365.600 saham. Kemudian pada 28 Juli membeli lagi sekitar 2,44 juta saham, dan pada 29 Juli sekitar 1,70 juta saham.
| Tanggal | Pembelian Saham DILD |
|---|---|
| 27 Juli 2026 | 365.600 saham |
| 28 Juli 2026 | 2,44 juta saham |
| 29 Juli 2026 | 1,70 juta saham |
| 8 September 2026 | 1,00 juta saham |
| 9 September 2026 | 1,10 juta saham |
Total pembelian dari lima transaksi yang disebut dalam bahan tersebut mencapai sekitar 6,61 juta saham.
Namun jumlah itu bukan berarti seluruh penambahan kepemilikan Lo Kheng Hong sejak akhir Juli hanya sebesar 6,61 juta saham. Data dalam bahan menunjukkan kepemilikannya pada akhir Juli sekitar 770,63 juta saham, sedangkan setelah transaksi September menjadi 779,23 juta saham.
Artinya, terdapat kenaikan sekitar 8,60 juta saham antara posisi akhir Juli dan posisi terbaru. Selisih ini menunjukkan kemungkinan terdapat transaksi lain yang tidak dirinci dalam bahan.
Kinerja DILD Turun, tapi Lo Kheng Hong Tetap Membeli
Yang membuat akumulasi ini menarik adalah timing-nya. DILD sedang menghadapi penurunan kinerja semester I/2026.
Pendapatan usaha turun menjadi sekitar Rp1,07 triliun dari Rp1,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih juga turun menjadi sekitar Rp9,19 miliar dari Rp12,56 miliar.
| Kinerja DILD | H1/2025 | H1/2026 | Perubahan* |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp1,21 triliun | Rp1,07 triliun | -11,6% |
| Laba bersih | Rp12,56 miliar | Rp9,19 miliar | -26,8% |
*Perhitungan Receh.in berdasarkan angka dalam bahan.
Dari angka tersebut, penurunan laba jauh lebih dalam dibandingkan penurunan pendapatan. Ini menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada top line, tetapi juga pada profitabilitas.
Net profit margin semester I/2026 berada di kisaran 0,86%, turun dari sekitar 1,04% pada semester I/2025.
Margin tersebut relatif tipis, sehingga sedikit perubahan pendapatan, biaya, atau pengakuan laba proyek dapat memberi dampak besar pada laba bersih.
Dari Rp147 pada 2022 ke Akumulasi Berulang
Nama Lo Kheng Hong mulai tercatat sebagai pemegang saham DILD di atas 5% sejak 10 Agustus 2022.
Saat itu, ia disebut membeli sekitar 453,1 juta saham dengan harga rata-rata Rp147 per saham, sehingga nilai investasinya sekitar Rp66,6 miliar.
Jika dibandingkan dengan posisi terbaru 779,23 juta saham, kepemilikannya telah bertambah sekitar 326,13 juta saham sejak titik tersebut.
Secara persentase, jumlah saham yang dimiliki meningkat sekitar 72% dibandingkan posisi 453,1 juta saham pada 2022.
*Perhitungan Receh.in.
Lo Kheng Hong sebelumnya menjelaskan bahwa ia terus membeli ketika harga saham turun karena melihat penurunan tersebut sebagai kesempatan memperoleh saham dengan harga lebih rendah.
Pendekatan itu konsisten dengan gaya investasi berbasis value investing: membeli ketika harga dinilai berada di bawah nilai fundamental yang diyakini investor.
Namun investor perlu berhati-hati meniru strategi tersebut secara mekanis. Harga saham turun tidak otomatis berarti saham murah. Saham bisa turun karena bisnisnya memang memburuk, neraca melemah, atau prospek pertumbuhannya berubah.
Apa yang Perlu Dipantau Investor DILD?
Aksi Lo Kheng Hong dapat menjadi informasi menarik, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar keputusan investasi.
Untuk DILD, beberapa indikator fundamental jauh lebih penting.
| Indikator | Yang Perlu Dilihat |
|---|---|
| Marketing sales | Kecepatan penjualan proyek baru |
| Recurring income | Kontribusi pendapatan yang lebih stabil |
| Net gearing | Tekanan utang terhadap ekuitas |
| Biaya bunga | Dampak terhadap laba bersih |
| Arus kas operasi | Kualitas laba dan kemampuan menghasilkan kas |
| NAV/PBV | Valuasi relatif terhadap aset dan ekuitas |
| Monetisasi aset | Kemampuan mengubah landbank/proyek menjadi kas dan laba |
Bagi investor properti, laba satu semester juga perlu dibaca bersama siklus pengakuan pendapatan proyek. Pendapatan properti dapat berfluktuasi tergantung serah terima dan progres proyek, sehingga penurunan satu periode belum cukup untuk menggambarkan seluruh kualitas aset perusahaan.
Sebaliknya, nilai aset besar juga tidak otomatis berarti saham akan naik apabila aset sulit dimonetisasi atau beban utang terlalu tinggi.
FAQ Lo Kheng Hong dan Saham DILD
Berapa saham DILD yang dimiliki Lo Kheng Hong?
Berapa saham DILD yang dibeli Lo Kheng Hong pada September 2026?
Kenapa Lo Kheng Hong terus membeli DILD?
Bagaimana kinerja DILD semester I/2026?
Kapan Lo Kheng Hong mulai memiliki lebih dari 5% saham DILD?
Apakah aksi beli Lo Kheng Hong berarti saham DILD pasti murah?
Perhitungan Receh.in: Total pembelian yang disebut pada 27–29 Juli serta 8–9 September 2026 sekitar 6,61 juta saham. Pendapatan H1/2026 turun sekitar 11,6% dan laba bersih turun sekitar 26,8%. Net profit margin turun dari sekitar 1,04% menjadi 0,86%. Kepemilikan 779,23 juta saham dibandingkan 453,1 juta saham pada 2022 menunjukkan kenaikan sekitar 326,13 juta saham atau sekitar 72%.
Catatan: Lima transaksi yang dirinci dalam bahan tidak mencakup seluruh perubahan kepemilikan Lo Kheng Hong. Posisi akhir Juli sekitar 770,63 juta saham dan posisi terbaru 779,23 juta saham menunjukkan penambahan sekitar 8,60 juta saham, sehingga kemungkinan terdapat transaksi lain yang tidak dirinci dalam bahan. Harga pembelian transaksi September juga tidak tersedia, sehingga artikel tidak menghitung nilai rupiah pembelian tersebut.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham DILD. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis fundamental, valuasi, kondisi keuangan, risiko sektor properti, dan tujuan investasi masing-masing.

0 Komentar