Daftar IsiTampilkan

Receh.in — Harga emas Antam belum berhenti turun. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, harga emas batangan ukuran 1 gram kembali dipangkas Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram.

Penurunan ini membuat emas Antam sudah terkoreksi selama empat hari perdagangan berturut-turut. Yang lebih tajam justru terjadi pada harga jual kembali atau buyback: Antam memangkasnya Rp30.000 sekaligus menjadi Rp2.335.000 per gram.

Akibatnya, spread antara harga beli emas 1 gram dan harga buyback melebar menjadi Rp205.000. Investor yang membeli emas hari ini lalu langsung menjualnya kembali secara teoritis sudah menghadapi selisih sekitar 8,07%, bahkan sebelum memperhitungkan pajak dan biaya transaksi lainnya.

Harga Emas Antam Turun Empat Hari Beruntun

Tekanan pada emas Antam berlangsung sejak Selasa. Harga 1 gram yang sebelumnya berada di Rp2.574.000 turun menjadi Rp2.564.000 pada 20 Oktober.

Koreksi berlanjut menjadi sekitar Rp2.554.000 pada Rabu, Rp2.550.000 pada Kamis, dan akhirnya Rp2.540.000 pada Jumat.

Tanggal Harga 1 Gram Perubahan
Sebelum 20 Oktober Rp2.574.000 -
20 Oktober 2026 Rp2.564.000 -Rp10.000
21 Oktober 2026 Rp2.554.000 -Rp10.000
22 Oktober 2026 Rp2.550.000 -Rp4.000
23 Oktober 2026 Rp2.540.000 -Rp10.000

Dalam empat hari tersebut, harga 1 gram telah berkurang Rp34.000 atau sekitar 1,32% dari posisi Rp2.574.000.

Koreksi harga jual sebenarnya masih relatif moderat. Yang lebih terasa bagi pemilik emas adalah penurunan harga buyback hari ini.

Daftar Harga Emas Antam 23 Oktober 2026

Berat Harga Dasar Setelah PPh 0,25%
0,5 gramRp1.320.000Rp1.323.300
1 gramRp2.540.000Rp2.546.350
2 gramRp5.020.000Rp5.032.550
3 gramRp7.505.000Rp7.523.763
5 gramRp12.475.000Rp12.506.188
10 gramRp24.895.000Rp24.957.238
25 gramRp62.112.000Rp62.267.280
50 gramRp124.145.000Rp124.455.363
100 gramRp248.212.000Rp248.832.530
250 gramRp620.265.000Rp621.815.663
500 gramRp1.240.320.000Rp1.243.420.800
1.000 gramRp2.480.600.000Rp2.486.801.500

Seperti biasa, membeli dalam pecahan besar memberikan harga efektif per gram yang lebih rendah.

Batangan 1 kilogram, misalnya, dihargai Rp2,4806 miliar atau setara Rp2.480.600 per gram. Dibandingkan pecahan 1 gram Rp2.540.000, terdapat selisih sekitar Rp59.400 per gram atau 2,34%.

Buyback Jatuh Rp30.000, Spread Melebar

Perubahan paling mencolok hari ini datang dari harga buyback.

Antam menetapkan harga jual kembali sebesar Rp2.335.000 per gram, turun Rp30.000 dari Rp2.365.000 sehari sebelumnya.

Komponen 23 Oktober 2026
Harga emas Antam 1 gram Rp2.540.000
Harga buyback Rp2.335.000
Spread Rp205.000
Spread terhadap harga beli sekitar 8,07%

Kemarin spread masih Rp185.000 per gram. Dengan buyback turun lebih dalam daripada harga jual hari ini, selisih tersebut melebar Rp20.000 hanya dalam satu hari.

Jika seseorang membeli 1 gram seharga Rp2.540.000 hari ini dan langsung menjualnya kembali pada harga Rp2.335.000, nilai investasinya secara teoritis berkurang Rp205.000.

Supaya buyback dari Rp2.335.000 bisa menyamai modal Rp2.540.000, harga jual kembali perlu naik sekitar 8,78%. Itu baru mencapai titik impas secara nominal, belum memperhitungkan pajak atau biaya lain.

Siapa yang Masih Untung Jika Jual Hari Ini?

Spread yang lebar juga memperlihatkan mengapa waktu pembelian sangat menentukan hasil investasi emas. Investor lama masih dapat menikmati keuntungan besar, sementara mereka yang masuk ketika emas berada dekat puncaknya masih harus menunggu harga pulih.

Tanggal Beli Harga Beli/Gram Jika Dijual Rp2.335.000 Return
15 Agustus 2025 Rp1.909.000 +Rp426.000 +22,32%
23 September 2025 Rp2.164.000 +Rp171.000 +7,90%
15 Oktober 2025 Rp2.383.000 -Rp48.000 -2,01%
23 November 2025 Rp2.341.000 -Rp6.000 -0,26%
15 Desember 2025 Rp2.464.000 -Rp129.000 -5,24%
23 Januari 2026 Rp2.880.000 -Rp545.000 -18,92%
15 Februari 2026 Rp2.954.000 -Rp619.000 -20,95%

Simulasi tersebut memberikan pelajaran yang cukup jelas. Investor yang membeli pada Agustus 2025 masih mengantongi keuntungan lebih dari 22% jika menjual hari ini. Sebaliknya, pembeli Februari 2026 masih menghadapi kerugian hampir 21%.

Ini juga menunjukkan bahwa menyebut emas selalu aman tidak berarti harganya tidak bisa turun cukup dalam dalam periode beberapa bulan. Emas tetap mempunyai risiko harga, terlebih jika pembelian dilakukan ketika harga sedang berada pada level tinggi.

Kenapa Emas Sedang Tertekan?

Tekanan pada emas Antam mengikuti pelemahan harga emas dunia. Pada perdagangan 22 Oktober, emas spot jatuh lebih dari 2% hingga berada di sekitar US$4.041 per troy ounce, level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Penyebabnya sedikit tidak biasa.

Ketegangan Timur Tengah mendorong harga minyak naik tajam akibat kekhawatiran terhadap pasokan. Secara tradisional, konflik geopolitik biasanya menjadi sentimen positif bagi emas sebagai aset aman.

Namun kali ini pasar lebih khawatir bahwa minyak mahal akan kembali meningkatkan inflasi.

Inflasi yang lebih tinggi dapat membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkannya. Karena emas tidak memberikan bunga, suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia.

Pasar kini menunggu rapat Federal Reserve pada 27–28 Oktober. Konsensus sementara lebih mengarah pada suku bunga dipertahankan pada pertemuan tersebut, tetapi perhatian investor sudah bergeser ke kemungkinan kebijakan yang lebih ketat pada bulan-bulan berikutnya.

Jadi hubungan minyak dan emas saat ini tidak sesederhana "geopolitik naik, emas ikut naik". Konflik mendorong minyak, minyak memicu kekhawatiran inflasi, kemudian inflasi menghidupkan kembali kekhawatiran suku bunga tinggi—dan justru menekan emas.

Catatan Recehin
Harga emas Antam sudah turun empat hari berturut-turut, tetapi angka yang paling perlu diperhatikan hari ini justru buyback. Harga jual Antam turun Rp10.000, sementara buyback jatuh tiga kali lebih besar, Rp30.000. Akibatnya spread melebar menjadi Rp205.000 atau lebih dari 8%. Bagi investor lama yang membeli emas jauh sebelum reli besar, koreksi ini mungkin hanya mengurangi sebagian keuntungan. Namun bagi pembeli yang masuk dekat puncak awal 2026, simulasi menunjukkan kerugiannya masih bisa mendekati 20%. Emas memang dapat menjadi penyimpan nilai jangka panjang, tetapi harga beli tetap menentukan.
Sumber: Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk., data harga emas Antam 23 Oktober 2026, Reuters, ANTARA, serta olahan Receh.in.

Harga utama: Emas Antam 1 gram Rp2.540.000 dan buyback Rp2.335.000 per gram. Spread nominal Rp205.000 atau sekitar 8,07% dari harga beli.

Catatan pajak: Harga setelah pajak dalam tabel menggunakan PPh 0,25% sesuai informasi yang dipublikasikan Logam Mulia. Transaksi buyback dengan nilai tertentu juga dapat dikenai PPh sesuai ketentuan yang berlaku serta biaya meterai.

Catatan simulasi: Perhitungan untung-rugi menggunakan harga beli historis per gram dibandingkan dengan harga buyback Rp2.335.000 per gram dan belum memperhitungkan seluruh pajak maupun biaya transaksi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual emas.