Receh.in — Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, setelah sempat tertekan ke level terendah dalam dua bulan pada awal pekan. Emas spot naik sekitar 1,5% menjadi US$4.194,36 per troy ounce dan menyentuh level tertinggi dalam sepekan.
Rebound terjadi setelah investor melakukan bargain buying atau aksi beli pada harga yang dianggap lebih murah, terutama setelah emas sempat mendekati area psikologis US$4.000 per ounce.
Namun arah emas belum sepenuhnya aman. Pasar masih menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat lebih lanjut, sementara data inflasi AS pekan depan berpotensi menjadi katalis berikutnya.
- Emas spot naik 1,5% ke US$4.194,36 per ounce dan menuju kenaikan mingguan sekitar 1,3%.
- Rebound dipicu bargain buying setelah emas jatuh ke level terendah dua bulan.
- Risiko utama masih datang dari kenaikan suku bunga Fed dan data CPI AS yang dapat kembali menekan emas.
Harga Emas Bangkit Setelah Jatuh ke Level Terendah Dua Bulan
Harga emas sempat mengalami tekanan tajam pada Rabu setelah penguatan dolar AS dan lonjakan imbal hasil Treasury membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
Tekanan tersebut membawa emas ke level terendah dalam sekitar dua bulan.
Pada Jumat, kondisi berbalik. Emas spot naik ke US$4.194,36 per ounce dan menuju penguatan mingguan sekitar 1,3%.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik sekitar 1,4% dan ditutup di US$4.216,30 per ounce.
| Instrumen | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Emas spot | US$4.194,36/oz | +1,5% |
| Futures emas Desember | US$4.216,30/oz | +1,4% |
| Perak spot | US$60,77/oz | +2,4% |
| Platinum | US$1.685,64/oz | +3,1% |
| Paladium | US$1.146,39/oz | +2,1% |
Analis pasar StoneX Rhona O'Connell menilai kenaikan terjadi karena munculnya pembelian di harga rendah setelah pasar mulai membentuk pijakan di sekitar US$4.000.
Yield Treasury Turun, tetapi Fed Masih Jadi Risiko
Salah satu faktor yang membantu pemulihan harga emas adalah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tinggi yang dicapai pada pertengahan pekan.
Ketika yield Treasury turun, biaya peluang memegang emas ikut berkurang karena emas tidak memberikan bunga atau kupon.
Namun tekanan dari arah kebijakan moneter belum sepenuhnya hilang.
Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem mengatakan bank sentral AS masih perlu menaikkan suku bunga lagi untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%.
Berdasarkan CME FedWatch pada saat perdagangan Jumat, pelaku pasar memperhitungkan sekitar 19% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober dan sekitar 84% peluang setidaknya satu kenaikan 25 basis poin hingga Desember.
| Faktor Makro | Dampak Potensial ke Emas |
|---|---|
| Yield Treasury turun | Positif bagi emas |
| Dolar melemah | Cenderung mendukung emas |
| Ekspektasi kenaikan Fed | Negatif bagi emas |
| Inflasi tinggi | Bisa mendukung emas sebagai lindung nilai, tetapi juga mendorong Fed lebih agresif |
Hubungan antara inflasi dan emas menjadi cukup kompleks. Inflasi tinggi dapat meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai, tetapi jika kondisi tersebut memaksa Fed menaikkan suku bunga lebih agresif, yield obligasi dan dolar dapat kembali naik dan menekan harga emas.
Data CPI AS Jadi Katalis Berikutnya
Pasar kini menunggu data inflasi konsumen AS atau CPI yang akan dirilis pekan depan.
Data tersebut dapat menentukan apakah rebound emas bertahan atau justru kembali menguji support US$4.000.
Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda masih persisten, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bisa menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong yield Treasury kembali naik.
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan terhadap Fed untuk memperketat kebijakan secara agresif dan memberikan ruang lebih luas bagi emas untuk melanjutkan rebound.
| Skenario CPI | Potensi Reaksi Pasar | Dampak ke Emas |
|---|---|---|
| CPI lebih tinggi | Ekspektasi kenaikan Fed meningkat | Cenderung negatif |
| CPI sesuai ekspektasi | Pasar fokus pada komentar Fed | Berpotensi konsolidasi |
| CPI lebih rendah | Tekanan kenaikan suku bunga berkurang | Cenderung positif |
Permintaan India dan China Masih Lemah
Meski harga naik, permintaan fisik dari dua pasar emas besar Asia belum memberikan dukungan kuat.
Di India, permintaan emas melemah ketika harga kembali rebound. Konsumen cenderung menahan pembelian setelah kenaikan harga membuat emas menjadi lebih mahal.
Perdagangan di China juga relatif sepi karena periode perdagangan yang lebih pendek akibat libur nasional.
Kondisi tersebut membuat kenaikan emas saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor makro global, pergerakan yield, dolar AS, serta positioning investor finansial dibanding lonjakan permintaan fisik Asia.
Logam mulia lainnya ikut menguat. Perak spot naik 2,4% menjadi US$60,77 per ounce, platinum melonjak 3,1% menjadi US$1.685,64, sedangkan paladium naik 2,1% ke US$1.146,39.
Meski naik pada Jumat, platinum dan paladium masih menuju pelemahan secara mingguan.
FAQ Harga Emas 9 Oktober 2026
Berapa harga emas dunia pada 9 Oktober 2026?
Kenapa harga emas naik?
Kenapa kenaikan suku bunga Fed bisa menekan emas?
Apa level penting harga emas saat ini?
Apa katalis berikutnya untuk harga emas?
Bagaimana harga perak, platinum, dan paladium?
Catatan: Probabilitas kebijakan suku bunga dari CME FedWatch merupakan estimasi berdasarkan harga Fed Funds futures dan dapat berubah setiap saat seiring perubahan data ekonomi dan ekspektasi pasar.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual emas maupun instrumen investasi lainnya.

0 Komentar