Receh.in — IHSG belum keluar dari tekanan pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026. Hingga penutupan sesi pertama, indeks turun 24 poin atau 0,42% ke level 5.911.
Namun angka penutupan sesi I tidak sepenuhnya menggambarkan gejolak yang terjadi sejak pagi. IHSG sempat terperosok hingga 5.828 sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Level tertinggi intraday tercatat 5.927.
Dengan demikian, indeks sempat turun lebih dari 100 poin dari penutupan hari sebelumnya di sekitar 5.936 sebelum muncul pembelian yang membawa IHSG kembali mendekati 5.900.
IHSG Sempat Jatuh Lebih Dalam, Lalu Pulih Sebagian
Pergerakan sesi pagi menunjukkan tekanan jual masih kuat, tetapi pasar tidak membiarkan indeks bertahan di titik terendahnya.
IHSG bergerak seluruhnya di zona merah dalam rentang 5.828–5.927. Posisi penutupan di 5.911 berarti indeks berhasil naik sekitar 83 poin dari titik terendah sesi.
Ini menjadi catatan menarik karena pada analisis perdagangan sebelumnya, area 5.851 sempat disebut sebagai salah satu support penting IHSG. Pada sesi pagi Selasa, indeks ternyata sempat bergerak di bawah area tersebut sebelum kembali naik.
Belum tentu itu berarti support sudah sepenuhnya gagal. Dalam analisis teknikal, investor biasanya juga memperhatikan apakah indeks mampu bertahan atau menutup perdagangan di bawah level penting tersebut, bukan hanya menyentuhnya secara intraday.
Saham Turun Masih Lebih Banyak, tetapi Selisihnya Tidak Terlalu Lebar
Menurut data Bursa Efek Indonesia yang dikutip IndoPremier/IPOTNews, sebanyak 345 saham melemah hingga akhir sesi I. Sementara 331 saham justru menguat dan 287 saham tidak berubah.
Komposisi itu menunjukkan pasar memang negatif, tetapi tidak dalam kondisi ketika hampir seluruh saham dijual secara serempak.
| Indikator Pasar | Sesi I 13 Oktober 2026 |
|---|---|
| IHSG | 5.911 (-0,42%) |
| Terendah | 5.828 |
| Tertinggi | 5.927 |
| Saham naik | 331 |
| Saham turun | 345 |
| Saham stagnan | 287 |
| Volume | 21,65 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp6,22 triliun |
| Frekuensi | 932 ribu kali |
| Kapitalisasi pasar | ±Rp10.378 triliun |
Jumlah saham naik yang mencapai 331 juga selaras dengan pergerakan sektoral pagi ini. Meski sektor teknologi dan keuangan masih tertekan, sektor energi, properti, kesehatan, konsumer non-siklikal, serta transportasi masih mampu bertahan di zona hijau.
GRPH, ARTA, dan UANG Melonjak Lebih dari 24%
Di tengah IHSG yang melemah, beberapa saham mencatat kenaikan tajam.
| Top Gainers | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| GRPH | Rp103 | +25,61% |
| ARTA | Rp2.150 | +25,00% |
| UANG | Rp3.410 | +24,91% |
GRPH menjadi top gainer dengan kenaikan 25,61% ke Rp103. ARTA menyusul dengan penguatan tepat 25% ke Rp2.150, sedangkan UANG melonjak 24,91% menjadi Rp3.410.
Di ujung sebaliknya, ASMI menjadi penekan terbesar dengan penurunan 14,71% ke Rp29. KDTN turun 12,94% ke Rp350 dan WAPO melemah 12,23% ke Rp244.
| Top Losers | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| ASMI | Rp29 | -14,71% |
| KDTN | Rp350 | -12,94% |
| WAPO | Rp244 | -12,23% |
GOTO Paling Banyak Diperdagangkan, DSSA Kuasai Nilai Transaksi
Jika dilihat dari jumlah saham yang berpindah tangan, GOTO jauh mengungguli emiten lain dengan volume sekitar 8 miliar saham.
BUMI berada di posisi berikutnya dengan volume sekitar 1 miliar saham, sedangkan DSSA mencapai 434 juta saham.
Tetapi saham paling besar volumenya tidak otomatis menjadi yang terbesar dari sisi nilai transaksi. Harga per saham ikut menentukan.
DSSA justru memimpin nilai transaksi dengan sekitar Rp405 miliar, disusul BBCA Rp312 miliar dan BMRI Rp272 miliar.
| Kategori | Peringkat 1 | Peringkat 2 | Peringkat 3 |
|---|---|---|---|
| Volume | GOTO 8 miliar saham |
BUMI 1 miliar saham |
DSSA 434 juta saham |
| Nilai transaksi | DSSA Rp405 miliar |
BBCA Rp312 miliar |
BMRI Rp272 miliar |
| Frekuensi | DSSA 36 ribu kali |
BMRI 26 ribu kali |
CUAN 20 ribu kali |
DSSA juga menjadi saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi, sekitar 36 ribu kali, sehingga saham tersebut muncul sekaligus di tiga daftar aktivitas perdagangan utama: volume, nilai, dan frekuensi.
BMRI berada di posisi kedua untuk frekuensi dengan sekitar 26 ribu transaksi, disusul CUAN sekitar 20 ribu kali.
Sesi II Akan Menentukan Apakah 5.828 Hanya Intraday Low
Yang menarik dari sesi pertama bukan sekadar IHSG turun 0,42%, melainkan bagaimana indeks sempat jatuh hingga 5.828 dan kemudian memulihkan sebagian besar penurunan intraday.
Jika pembelian berlanjut pada sesi kedua, area terendah pagi ini bisa menjadi titik pantulan sementara. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, level 5.828 akan kembali menjadi perhatian karena berada di bawah sejumlah support teknikal yang sebelumnya diamati pelaku pasar.
IHSG juga masih berada di bawah level psikologis 6.000. Dengan volatilitas yang tinggi dalam dua hari terakhir, kemampuan indeks kembali mendekati atau menembus level tersebut akan menjadi salah satu ukuran apakah tekanan mulai mereda.
FAQ IHSG Sesi I 13 Oktober 2026
Berapa posisi IHSG pada penutupan sesi I?
Berapa level terendah IHSG hari ini?
Berapa nilai transaksi Bursa Efek Indonesia pada sesi I?
Saham apa yang menjadi top gainer?
Saham apa yang paling banyak diperdagangkan?
Apakah data ini merupakan penutupan perdagangan harian?
Catatan waktu: Data harga, volume, nilai transaksi, frekuensi, top gainers, dan top losers merupakan posisi hingga penutupan sesi pertama, bukan penutupan perdagangan harian.
Catatan: IHSG bergerak dalam rentang 5.828–5.927 dan berakhir di 5.911 pada sesi I. Posisi tersebut masih dapat berubah pada perdagangan sesi II.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.
0 Komentar