Receh.in — INA Sekuritas mencatat nilai transaksi pasar modal kumulatif mencapai Rp9,48 triliun hingga September 2026, dengan jumlah nasabah aktif sebanyak 2.252 orang.
Perusahaan sekaligus memperluas layanan digital melalui peluncuran RDN Online pada 1 Oktober 2026. Layanan tersebut mengintegrasikan aplikasi UNO by INA Sekuritas dengan Bank INA sehingga calon investor dapat melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah secara digital.
Kolaborasi juga melibatkan INAMI untuk memperluas akses terhadap produk reksa dana. Dengan demikian, strategi INA Sekuritas tidak berhenti pada perdagangan saham, tetapi mulai membangun ekosistem yang menghubungkan layanan sekuritas, rekening dana nasabah, dan produk manajemen investasi.
Namun angka transaksi Rp9,48 triliun perlu dibaca secara tepat. Nilai transaksi bukan pendapatan INA Sekuritas, bukan aset nasabah, dan bukan dana kelolaan. Angka tersebut menunjukkan akumulasi nilai aktivitas jual-beli yang melalui perusahaan sekuritas hingga periode tersebut.
- INA Sekuritas mencatat total nilai transaksi hingga September 2026 sebesar Rp9,48 triliun.
- Jumlah nasabah aktif tercatat 2.252 investor, sementara RDN Online diluncurkan melalui UNO pada 1 Oktober 2026.
- Integrasi Bank INA, INA Sekuritas, dan INAMI diarahkan untuk memperluas layanan investasi, tetapi kemudahan onboarding belum otomatis berarti pertumbuhan transaksi maupun nasabah akan terjadi.
Transaksi INA Sekuritas Capai Rp9,48 Triliun
Hingga September 2026, INA Sekuritas mencatat akumulasi nilai transaksi pasar modal sebesar Rp9,48 triliun.
Pada periode yang sama, jumlah nasabah aktif perusahaan mencapai 2.252 orang.
| Indikator | Posisi |
|---|---|
| Nilai transaksi kumulatif | Rp9,48 triliun |
| Nasabah aktif | 2.252 |
| Periode data | Hingga September 2026 |
| Platform digital | UNO by INA Sekuritas |
Jika sekadar dibagi rata, Rp9,48 triliun terhadap 2.252 nasabah menghasilkan sekitar Rp4,2 miliar nilai transaksi kumulatif per nasabah aktif. Namun angka tersebut tidak menggambarkan transaksi tipikal setiap investor karena aktivitas perdagangan dapat sangat terkonsentrasi pada sebagian nasabah.
Yang lebih penting untuk menilai perkembangan bisnis sekuritas nantinya adalah pertumbuhan jumlah nasabah aktif, frekuensi transaksi, pangsa pasar broker, pendapatan brokerage, serta kemampuan mempertahankan aktivitas nasabah setelah pembukaan rekening.
RDN Online Pangkas Friksi Pembukaan Rekening
Layanan RDN Online diluncurkan melalui aplikasi UNO by INA Sekuritas pada 1 Oktober 2026 dengan integrasi Bank INA.
RDN atau Rekening Dana Nasabah merupakan rekening yang digunakan untuk menempatkan dana investor dalam transaksi efek. Digitalisasi proses pembukaan rekening dapat mengurangi tahapan manual ketika calon investor mulai masuk ke pasar modal.
| Layanan | Peran |
|---|---|
| UNO by INA Sekuritas | Platform investasi dan pembukaan layanan secara digital |
| Bank INA | Mendukung pembukaan Rekening Dana Nasabah |
| INA Sekuritas | Perantara transaksi pasar modal |
| INAMI | Produk dan layanan manajemen investasi/reksa dana |
Keuntungan utama dari proses digital berada pada pengalaman pengguna: investor tidak perlu menjalani proses pembukaan rekening yang sepenuhnya manual.
Meski demikian, kemudahan onboarding tidak otomatis membuat semua rekening baru menjadi aktif. Dalam bisnis broker digital, tantangan setelah akuisisi nasabah adalah mendorong nasabah benar-benar bertransaksi dan tetap aktif dalam jangka panjang.
Bank INA, INA Sekuritas dan INAMI Bangun Ekosistem Investasi
Kolaborasi tiga entitas tersebut menciptakan jalur layanan yang lebih terintegrasi.
Bank INA menyediakan titik masuk perbankan dan rekening dana, INA Sekuritas menangani akses transaksi efek, sedangkan INAMI melengkapi pilihan investasi melalui reksa dana.
Secara strategis, model tersebut memungkinkan satu ekosistem melayani investor sejak pembukaan rekening, penyimpanan dana, transaksi saham, hingga pembelian produk investasi lainnya.
Potensi nilai ekonominya dapat muncul dari beberapa arah:
- penambahan nasabah baru INA Sekuritas;
- peningkatan dana yang ditempatkan pada RDN;
- pertumbuhan frekuensi dan nilai transaksi;
- cross-selling reksa dana INAMI;
- serta peningkatan keterikatan nasabah dengan ekosistem layanan keuangan grup.
Namun klaim bahwa integrasi tersebut akan meningkatkan inklusi pasar modal perlu dilihat dari realisasi. Ukuran yang relevan antara lain berapa banyak investor baru yang benar-benar teraktivasi, bukan semata jumlah rekening yang berhasil dibuka.
Apa yang Perlu Dicermati dari INA Sekuritas?
Angka transaksi Rp9,48 triliun memberi gambaran skala aktivitas yang sudah berjalan, sedangkan RDN Online membuka peluang memperbesar basis nasabah.
Tetapi untuk menilai perkembangan bisnis secara lebih lengkap, investor perlu melihat sejumlah indikator lanjutan.
| Indikator | Mengapa Penting |
|---|---|
| Pertumbuhan nasabah aktif | Menunjukkan keberhasilan akuisisi dan aktivasi pengguna |
| Nilai transaksi bulanan | Mengukur aktivitas perdagangan, bukan sekadar jumlah rekening |
| Frekuensi transaksi | Memberi gambaran engagement nasabah |
| Pendapatan brokerage | Lebih dekat dengan monetisasi bisnis dibanding nilai transaksi bruto |
| Dana RDN | Menunjukkan dana yang benar-benar masuk ke ekosistem |
| Penjualan reksa dana INAMI | Mengukur efektivitas strategi cross-selling |
Karena itu, nilai transaksi Rp9,48 triliun sebaiknya diperlakukan sebagai indikator aktivitas, bukan otomatis sebagai ukuran dominasi atau keberhasilan finansial perusahaan dibanding broker lain.
FAQ INA Sekuritas dan RDN Online
Berapa nilai transaksi INA Sekuritas hingga September 2026?
Berapa jumlah nasabah aktif INA Sekuritas?
Kapan RDN Online INA Sekuritas diluncurkan?
Apa peran Bank INA dalam layanan tersebut?
Apa peran INAMI?
Apakah transaksi Rp9,48 triliun sama dengan pendapatan INA Sekuritas?
Perhitungan Receh.in: Pembagian sederhana Rp9,48 triliun dengan 2.252 nasabah aktif menghasilkan sekitar Rp4,2 miliar nilai transaksi kumulatif per nasabah. Angka ini hanya ilustrasi matematis dan bukan nilai transaksi median maupun rata-rata riil tiap investor karena distribusi aktivitas nasabah tidak diketahui.
Catatan: Nilai transaksi tidak sama dengan pendapatan, dana kelolaan, ataupun aset nasabah. Kemudahan pembukaan RDN juga belum dengan sendirinya membuktikan pertumbuhan jumlah investor aktif.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi menggunakan perusahaan sekuritas, membeli saham, atau membeli produk reksa dana tertentu. Investor perlu mempertimbangkan biaya, risiko produk, kualitas layanan, keamanan sistem, dan kesesuaian dengan profil risiko.
0 Komentar