Receh.in — PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mencatat pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan naik lebih dari 50%, laba bersih tumbuh hampir 50%, dan jaringan gerai terus diperluas hingga menembus 400 lokasi.
Sepanjang Januari-September 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun, naik 53,3% dibandingkan Rp1,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA tumbuh lebih cepat, mencapai Rp342,2 miliar atau naik 70,6% secara tahunan. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 21,4% dari sebelumnya 19,3%.
Sementara laba bersih mencapai Rp90 miliar, tumbuh 49,7% secara tahunan.
Pertumbuhan Tidak Hanya Datang dari Penjualan
Kenaikan pendapatan memang menjadi penggerak utama, tetapi peningkatan EBITDA yang lebih cepat daripada penjualan menunjukkan ada perbaikan pada profitabilitas operasional.
Secara sederhana, pertumbuhan pendapatan 53,3% diikuti EBITDA 70,6%. Artinya, tambahan penjualan mampu dikonversi menjadi laba operasional dengan efisiensi yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Indikator | 9M 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp1,6 triliun | +53,3% |
| EBITDA | Rp342,2 miliar | +70,6% |
| Margin EBITDA | 21,4% | Naik dari 19,3% |
| Laba bersih | Rp90 miliar | +49,7% |
Perseroan juga menyebut penjualan bersih, laba kotor, dan EBITDA dalam sembilan bulan pertama 2026 telah melampaui realisasi sepanjang 2025.
Itu memberi sinyal bahwa momentum pertumbuhan masih cukup kuat menjelang akhir tahun. Meski demikian, investor tetap perlu melihat apakah margin tersebut mampu bertahan setelah ekspansi gerai semakin agresif.
Gerai FORE Sudah 410 Lokasi
Fore Coffee juga terus menambah jaringan fisik. Selama Januari-September 2026, perseroan membuka lebih dari 70 gerai baru dan membawa jumlah gerai aktif Fore Coffee di Indonesia menjadi 388 lokasi.
Target awal pembukaan 70 gerai sepanjang 2026 dengan demikian sudah terlampaui sebelum tahun berakhir.
Secara grup, total jaringan mencapai 410 gerai, terdiri dari:
| Jaringan | Jumlah Gerai |
|---|---|
| Fore Coffee Indonesia | 388 |
| Fore Coffee Singapura | 5 |
| Fore Donut | 17 |
| Total | 410 |
Lebih dari 55% gerai baru Fore Coffee berada di kota Tier 2 dan Tier 3. Strategi ini menunjukkan perseroan tidak hanya mengandalkan pasar metropolitan, tetapi juga mulai memperluas basis pelanggan di kota-kota sekunder.
Fore Donut juga terus dikembangkan sejak diluncurkan pada September 2025. Sepanjang Januari-September 2026, merek tersebut menambah 15 gerai baru di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Surabaya.
Produktivitas Gerai Jadi Ujian Berikutnya
Ekspansi gerai memang dapat memperbesar pendapatan, tetapi pertanyaan berikutnya adalah seberapa produktif setiap gerai baru tersebut.
Presiden Direktur FORE Vico Lomar mengatakan fokus perusahaan bukan semata memperbanyak jumlah gerai, tetapi juga meningkatkan produktivitas tiap lokasi dan menjaga disiplin operasional.
Ini menjadi titik penting bagi investor karena ekspansi agresif dapat menghasilkan dua skenario berbeda.
Jika gerai baru cepat mencapai tingkat penjualan yang sehat, pertumbuhan revenue dapat diterjemahkan menjadi peningkatan margin dan laba. Sebaliknya, jika produktivitas gerai baru lebih rendah, biaya sewa, tenaga kerja, promosi, dan logistik dapat menekan profitabilitas.
Karena itu, pada fase berikutnya investor tidak cukup hanya melihat jumlah gerai. Metrik seperti penjualan per gerai, pertumbuhan penjualan gerai yang sudah lama beroperasi, margin kotor, serta payback period tiap lokasi akan menjadi semakin penting.
Saham FORE Naik Tipis
Pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026 hingga pukul 10.46 WIB, saham FORE naik 0,8% menjadi Rp610 per saham.
Volume transaksi mencapai 16.495 lot dengan nilai sekitar Rp993 juta. Antrean beli tercatat 17.702 lot, lebih besar daripada antrean jual 11.333 lot.
Namun kenaikan 0,8% belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar telah memberikan penilaian positif penuh terhadap laporan keuangan tersebut.
Harga saham ditentukan bukan hanya oleh pertumbuhan laba yang sedang terjadi, tetapi juga oleh valuasi, ekspektasi pertumbuhan ke depan, kondisi pasar, serta apakah hasil aktual lebih baik atau lebih buruk dibandingkan ekspektasi investor.
Data utama: Pendapatan Rp1,6 triliun (+53,3% YoY), EBITDA Rp342,2 miliar (+70,6% YoY), margin EBITDA 21,4%, laba bersih Rp90 miliar (+49,7% YoY), dan total jaringan 410 gerai.
Catatan perdagangan: Harga Rp610 dan kenaikan 0,8% merupakan posisi intraday hingga sekitar pukul 10.46 WIB, bukan harga penutupan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham FORE.

0 Komentar