Receh.in — Teks buatan ChatGPT segera punya “sidik jari” digital. OpenAI akan mulai memasang watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex bagi pengguna yang memenuhi syarat di Uni Eropa.
Kebijakan tersebut akan digulirkan secara bertahap dalam beberapa pekan sebagai bagian dari kepatuhan OpenAI terhadap ketentuan transparansi dalam Artificial Intelligence Act atau EU AI Act.
Namun, jangan membayangkan ada tulisan “dibuat oleh ChatGPT” di bawah setiap jawaban. Watermark OpenAI tidak berbentuk logo, simbol, atau tanda yang terlihat oleh pembaca. Penandanya berada di dalam pola pemilihan kata ketika model menghasilkan teks.
- OpenAI akan memberikan watermark tak terlihat pada teks ChatGPT dan Codex bagi pengguna yang memenuhi syarat di Uni Eropa.
- Teknologi bernama textGrain bekerja melalui pola statistik pemilihan kata, bukan melalui logo atau simbol yang terlihat.
- Watermark bukan bukti mutlak sebuah tulisan dibuat AI karena pengeditan, terjemahan, dan teks yang terlalu pendek dapat membuat sinyal lebih sulit dideteksi.
Apa Itu Watermark ChatGPT dan textGrain?
OpenAI menyebut metode watermark teksnya sebagai textGrain. Teknologi tersebut bekerja dengan mengatur pola statistik dalam pemilihan kata atau bagian kata ketika model menyusun sebuah jawaban.
Jika proses itu berlangsung berulang kali dalam sebuah tulisan, terbentuk pola tertentu yang dapat dikenali oleh sistem pendeteksi yang dirancang untuk membaca sinyal tersebut.
Karena penandanya berada di dalam pola kata, menyalin teks dari ChatGPT lalu menempelkannya ke Microsoft Word, Google Docs, email, atau situs web tidak otomatis menghilangkan watermark.
Bagi pembaca biasa, tulisan yang memiliki watermark tidak seharusnya tampak berbeda dengan jawaban ChatGPT lainnya. OpenAI juga menyatakan tidak menemukan perubahan berarti pada kinerja model ketika fitur tersebut diaktifkan.
Kenapa OpenAI Memasang Watermark?
Pendorong utamanya adalah regulasi Uni Eropa. Ketentuan transparansi EU AI Act mulai berlaku pada 2 Agustus 2026 dan mewajibkan penyedia sistem AI tertentu memastikan konten yang dihasilkan AI dapat dikenali dalam format yang dapat dibaca mesin.
OpenAI kemudian memilih menerapkan watermark secara bertahap pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex bagi pengguna yang memenuhi syarat di Uni Eropa.
Penerapan awal tersebut mencakup seluruh paket layanan yang memenuhi persyaratan. Sementara itu, pengembang yang menggunakan Application Programming Interface atau API OpenAI di berbagai negara dapat mengaktifkan fitur watermark pada sejumlah model tertentu.
Untuk penggunaan API, fitur tersebut masih dinonaktifkan secara default. Artinya, watermark teks belum menjadi standar global untuk seluruh penggunaan teknologi OpenAI.
| Pengguna | Status Watermark | Cakupan |
|---|---|---|
| ChatGPT di Uni Eropa | Diterapkan bertahap | Pengguna yang memenuhi syarat |
| Codex di Uni Eropa | Diterapkan bertahap | Pengguna yang memenuhi syarat |
| OpenAI API | Opsional | Model tertentu secara global |
| ChatGPT di luar Uni Eropa | Belum menjadi standar global | Belum diterapkan secara default |
Langkah OpenAI menyusul kebijakan Anthropic yang lebih dulu mengumumkan penerapan watermark untuk teks yang dihasilkan Claude. Berbeda dengan OpenAI yang memulainya dari Uni Eropa, Anthropic memilih menerapkan kebijakan tersebut secara global.
Apakah Tulisan ChatGPT Bisa Selalu Terdeteksi?
Tidak. Watermark tidak membuat seluruh teks ChatGPT otomatis bisa dikenali dengan akurasi 100%.
OpenAI mengakui bahwa kemampuan deteksi menjadi lebih rendah pada tulisan yang sangat pendek, jawaban matematika, teks hasil terjemahan, serta tulisan yang telah banyak diedit.
Dalam salah satu pengujian, tingkat keberhasilan deteksi turun dari sekitar 92% menjadi 66% setelah sekitar 10% kata dalam sebuah teks diganti dengan sinonim.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak perubahan terhadap teks asli, semakin lemah pula sinyal statistik yang digunakan untuk mengenali watermark.
Karena keterbatasan tersebut, OpenAI untuk sementara belum membuka alat pendeteksi kepada publik secara luas. Akses diberikan kepada peneliti dan organisasi ahli tertentu untuk mengevaluasi keandalan teknologi tersebut.
Apa Dampaknya bagi Pengguna ChatGPT?
Bagi pengguna ChatGPT di Indonesia, dampak langsung kebijakan ini untuk sementara relatif terbatas karena penerapan wajib pada tahap awal ditujukan kepada pengguna yang memenuhi syarat di Uni Eropa.
Namun, keberadaan watermark berpotensi berdampak lebih luas terhadap pendidikan, media, perusahaan, penerbitan, hingga industri kreatif. Teknologi tersebut memberikan satu sinyal tambahan untuk menilai apakah sistem OpenAI kemungkinan terlibat dalam proses pembuatan sebuah tulisan.
Meski demikian, keberadaan watermark tidak dapat mengidentifikasi siapa pengguna ChatGPT ataupun menentukan seberapa besar kontribusi manusia dalam sebuah tulisan.
Seseorang bisa menggunakan AI hanya untuk mencari ide, membuat kerangka, mengembangkan satu paragraf, atau menghasilkan hampir seluruh tulisan. Watermark tidak dapat mengukur proporsi kreativitas manusia dan AI tersebut.
Sebaliknya, tidak ditemukannya watermark juga tidak berarti sebuah teks pasti ditulis manusia. Penanda bisa tidak terdeteksi karena tulisan terlalu pendek, telah banyak diedit, diterjemahkan, atau berasal dari sistem AI perusahaan lain.
FAQ Watermark ChatGPT
Apakah teks ChatGPT sekarang memiliki watermark?
Apakah watermark ChatGPT bisa terlihat?
Apakah copy-paste menghilangkan watermark ChatGPT?
Bisakah tulisan ChatGPT yang sudah diedit tetap terdeteksi?
Kalau watermark tidak ditemukan, apakah berarti tulisan dibuat manusia?
Catatan: Watermark teks merupakan sinyal asal-usul konten dan bukan bukti mutlak mengenai identitas penulis, kepemilikan tulisan, besarnya kontribusi manusia, maupun kebenaran informasi di dalamnya.

0 Komentar