Receh.in — Dalam satu periode pengumuman paten sederhana akhir September 2026, PT Pertamina Gas muncul bukan sekali atau dua kali. Perusahaan tercatat sebagai pemohon sembilan invensi berbeda dalam Berita Resmi Paten Sederhana DJKI.
Yang membuatnya menarik bukan hanya jumlah. Empat invensi masih sangat dekat dengan pekerjaan Pertamina Gas di jaringan pipa—mulai truk injeksi air panas, truk penghasil uap, injeksi kimia, hingga pengolahan air bergerak untuk mengatasi congeal minyak mentah.
Lima lainnya bergerak jauh ke luar bayangan umum tentang perusahaan infrastruktur gas: daun nanas diolah menjadi kapas tekstil, limbah batik ditangani dengan elektrokoagulasi bertenaga surya, sampah plastik menjadi pematang sawah, pipa bekas dimanfaatkan untuk jaringan air pedesaan, sampai rancangan irigasi dengan penopang ecobrick.
Kesembilan permohonan itu sama-sama mencatat tanggal penerimaan 22 September 2026. Delapan di antaranya diumumkan pada 28 September dan satu sistem air bersih pedesaan diumumkan sehari kemudian, 29 September 2026.
Portofolio tersebut memberi gambaran yang lebih menarik daripada membaca setiap paten secara terpisah: Pertamina Gas tampak mengubah persoalan yang ditemui di operasi maupun lingkungan sekitar menjadi objek inovasi teknis yang kemudian dibawa ke sistem kekayaan intelektual. Namun pengajuan paten tetap perlu dibedakan dari keputusan bisnis—dokumen ini tidak berarti sembilan teknologi tersebut otomatis akan dikomersialisasikan atau menjadi lini usaha baru perusahaan.
- Pertamina Gas tercatat mengajukan 9 permohonan paten sederhana dalam Berita Resmi Paten akhir September 2026.
- Empat invensi berhubungan langsung dengan penanganan congeal pada pipa minyak mentah, sementara lima lainnya menyentuh air bersih, pertanian, limbah batik, sampah plastik, dan tekstil.
- Seluruh permohonan diterima pada 22 September 2026, tetapi statusnya masih berupa permohonan paten yang diumumkan DJKI.
Sembilan Paten Pertamina Gas dalam Satu Periode Pengumuman
Jika disusun bersama-sama, sembilan invensi tersebut memperlihatkan dua kelompok besar.
Kelompok pertama berangkat dari persoalan operasi penyaluran minyak mentah melalui pipa. Persoalan utamanya adalah congeal, kondisi ketika minyak mentah mengalami pengerasan atau pembekuan sehingga mengganggu aliran di dalam pipeline.
Kelompok kedua lebih beragam. Ada teknologi air bersih pedesaan, irigasi persawahan, pemanfaatan sampah plastik, pengolahan limbah batik, hingga serat daun nanas untuk tekstil.
| No. | Permohonan | Invensi | Bidang |
|---|---|---|---|
| 1 | S00202610975 | Metode Perancangan Jaringan Pipa Irigasi Berdasarkan Analisis Hydraulic Grade Line | Pertanian/irigasi |
| 2 | S00202610976 | Sistem Pengolahan dan Distribusi Air Bersih Terintegrasi untuk Kawasan Pedesaan Tanpa Infrastruktur Air | Air bersih |
| 3 | S00202610977 | Sistem Pematang Sawah Modular Berbasis Ecobrick Adaptif | Pertanian/sampah plastik |
| 4 | S00202610978 | Produksi Uap Panas Secara Portable Menggunakan Steam Generator Truck Vehicle | Pipeline |
| 5 | S00202610979 | Portable Chemical Injection Truck untuk Penanganan Congeal | Pipeline |
| 6 | S00202610980 | Unit Hot Water Injection Truck Bertekanan Tinggi untuk Penanganan Congeal | Pipeline |
| 7 | S00202610981 | Water Treatment Truck untuk Penyediaan Air Bersih dalam Penanganan Congeal | Pipeline |
| 8 | S00202610982 | Metode Pengolahan Limbah Daun Nanas Menjadi Kapas untuk Aplikasi Tekstil | Tekstil/sirkular |
| 9 | S00202610985 | Metode Pengelolaan Air Limbah Batik Secara Elektrokoagulasi | Lingkungan |
Nomor permohonannya bahkan memperlihatkan bahwa sebagian besar diajukan dalam rangkaian yang berdekatan, dari S00202610975 hingga S00202610982, ditambah S00202610985.
Ini membuat cerita Pertamina Gas pada periode tersebut bukan lagi sekadar “perusahaan mengajukan sebuah paten”, melainkan sebuah batch inovasi dengan spektrum masalah yang sangat luas.
Empat Truk untuk Melawan Congeal di Pipeline
Bagian yang paling dekat dengan pekerjaan inti perusahaan adalah empat teknologi bergerak untuk menghadapi persoalan congeal pada penyaluran minyak mentah.
Pertamina Gas mengajukan Hot Water Injection Truck yang dapat memanaskan dan menginjeksikan air bertekanan tinggi langsung melalui ventcock atau titik injeksi di pipeline.
Latar belakangnya cukup praktis. Menurut abstrak paten, injeksi air panas sebelumnya lazim dilakukan dari sisi upstream. Penggunaan pompa air biasa dari titik tengah pipeline juga dinilai bermasalah karena temperatur tinggi dapat mempercepat kerusakan pompa.
Solusi kedua menggunakan Steam Generator Truck Vehicle. Alih-alih hanya air panas, kendaraan ini membawa sistem pembangkit uap sehingga media panas dapat diproduksi di lokasi dan dialirkan langsung ke titik gangguan.
Ada pula Portable Chemical Injection Truck untuk menyuntikkan bahan kimia dan media bantu pada titik tengah pipeline.
Rangkaian itu dilengkapi teknologi keempat: Water Treatment Truck. Kendaraan ini mengolah sumber air di sekitar lokasi menggunakan tahapan mulai karbon aktif, resin penukar ion, mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, Reverse Osmosis hingga Continuous Electrodeionization.
| Unit Bergerak | Fungsi Utama |
|---|---|
| Hot Water Injection Truck | Injeksi air panas bertekanan tinggi ke pipeline |
| Steam Generator Truck | Menghasilkan dan menyalurkan uap panas di lapangan |
| Chemical Injection Truck | Menyuntikkan chemical pada titik gangguan |
| Water Treatment Truck | Menyediakan air bersih/kemurnian tinggi bagi unit HWI dan steam generator |
Jika dibaca sebagai satu sistem, keempat paten tersebut sebenarnya saling melengkapi. Ada unit penyedia air, unit pemanas air, unit pembangkit uap, dan unit injeksi kimia.
Benang merahnya adalah membuat penanganan gangguan pipeline menjadi lebih mobile dan tidak bergantung sepenuhnya pada akses dari sisi hulu.
Dari Pipa Bekas ke Sawah, Air Bersih, dan Limbah Plastik
Kelompok invensi berikutnya justru menunjukkan bagaimana pengalaman perusahaan dengan pipa, pompa, air, dan infrastruktur diterjemahkan ke persoalan masyarakat yang berbeda.
Dalam sistem air bersih pedesaan, misalnya, Pertamina Gas mengajukan teknologi yang terdiri atas pra-pengolahan, Water Treatment Plant, distribusi bertekanan, dan energi hibrida.
Dokumen menyebut sistem mampu meningkatkan pH air dari 3,6 menjadi 6,5 dan debit dari 2 liter per detik menjadi 5 liter per detik. Jaringan domestiknya dirancang melayani 320 sambungan rumah tangga, sedangkan jalur irigasi melayani satu hektare hortikultura dengan panel surya 8,8 kWp.
Yang membuatnya khas adalah penggunaan pipa PVC bekas dari fasilitas pendukung operasi industri gas bumi sebagai bagian dari infrastruktur baru. Di sinilah ekonomi sirkular bukan hanya berupa jargon: material lama diarahkan untuk fungsi berbeda.
Semangat serupa muncul pada paten pematang sawah modular. Botol plastik 1,5 liter dipadatkan dengan sampah plastik menjadi ecobrick, kemudian disusun di dalam rangka kawat untuk membentuk pematang sawah yang dapat dipindahkan dan dikonfigurasi ulang.
Paten irigasi lain bahkan menggabungkan analisis Hydraulic Grade Line dengan penopang pipa bernama Ecopori yang dibuat dari kombinasi pipa PVC bekas, botol ecobrick, dan bambu.
Yang Paling Tak Terduga: Kapas Daun Nanas dan Limbah Batik
Dua permohonan terakhir membuat portofolio inovasi Pertamina Gas pada periode ini terasa semakin jauh dari stereotip perusahaan energi.
Pertama adalah metode mengolah limbah daun nanas menjadi kapas untuk aplikasi tekstil.
Daun diproses melalui dekortikasi untuk memperoleh serat kasar, pencucian, pengeringan, refining, lalu bio-degumming menggunakan mikroorganisme alami selama tiga sampai lima hari.
Serat kemudian dipotong dan menjalani mechanical opening menggunakan Rotary Wave Opener hingga menghasilkan material yang terbuka dan mengembang seperti kapas.
Riset tekstil di berbagai negara sebelumnya memang telah menunjukkan serat daun nanas dapat dibawa sampai tahap benang dan kain. Karena itu, pertanyaan menarik terhadap invensi Pertamina Gas bukan lagi semata apakah daun nanas bisa dijadikan tekstil, tetapi apakah metode yang diajukan dapat menghasilkan serat dengan rendemen, kualitas, dan ongkos yang kompetitif.
Invensi lainnya menangani air limbah batik dengan elektrokoagulasi yang diintegrasikan dengan PLTS.
Air limbah melewati penyaringan awal, kemudian masuk reaktor elektrokoagulasi dengan elektroda besi dan/atau aluminium. Energinya berasal dari panel fotovoltaik yang dapat digunakan langsung atau disimpan dalam baterai.
Abstrak bahkan menyebut teknologi tersebut dapat diterapkan secara terdesentralisasi pada skala masyarakat, termasuk di Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.
Dua invensi ini memperlihatkan wajah lain dari portofolio paten perusahaan: bukan peningkatan efisiensi pipeline, melainkan upcycling limbah dan teknologi lingkungan.
FAQ Paten Pertamina Gas 2026
Berapa paten yang diajukan Pertamina Gas dalam periode pengumuman ini?
Kapan sembilan permohonan itu diajukan?
Apa saja paten yang terkait langsung dengan pipeline?
Apa paten Pertamina Gas yang paling tidak biasa?
Apakah sembilan teknologi ini sudah dikomersialisasikan?
Apakah permohonan berarti hak patennya sudah diberikan?
Perhitungan Receh.in: Penelusuran nama pemohon “PT Pertamina Gas” dalam bulletin menemukan sembilan permohonan berbeda. Empat berkaitan langsung dengan sistem bergerak untuk penanganan congeal pipeline, sementara lima lainnya berkaitan dengan irigasi, air bersih, ecobrick, tekstil berbasis daun nanas, dan limbah batik.
Catatan: Kesembilan dokumen merupakan permohonan paten sederhana. Pengajuan paten tidak digunakan untuk menyimpulkan bahwa Pertamina Gas telah mengomersialisasikan teknologi, membuka lini bisnis baru, atau telah memperoleh hak paten final.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif. Kelanjutan status perlindungan, penerapan teknis, keekonomian, serta komersialisasi setiap invensi perlu dinilai dari perkembangan berikutnya dan informasi resmi perusahaan maupun DJKI.
0 Komentar