Receh.in — Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi mendapat penugasan baru di luar struktur komando teritorial. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Kamis, 15 Oktober 2026, menggantikan Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang memimpin lembaga tersebut sejak 2021.
Penunjukan itu membawa Kristomei dari Panglima Kodam XXI/Radin Inten, komando yang membawahi Lampung dan Bengkulu, menuju lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan penanggulangan bencana secara nasional.
Kariernya menarik karena tidak bergerak dalam satu jalur saja. Kristomei pernah memimpin satuan tempur, memegang jabatan teritorial dan operasi, bekerja di lingkungan pendidikan militer, hingga beberapa kali menjadi pejabat penerangan TNI. Pengalaman terakhir inilah yang membuat namanya cukup dikenal publik sebelum menjadi Pangdam.
Putra Kotabumi, Lulusan Akmil 1997
Kristomei lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara pada 1994, kemudian masuk Akademi Militer dan lulus pada 1997.
Selepas Akmil, Kristomei memilih jalur TNI Angkatan Darat dan berkembang di kecabangan infanteri. Pendidikan militernya kemudian dilanjutkan melalui sejumlah program pengembangan, termasuk pendidikan intelijen di Amerika Serikat pada 2003, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 2012, serta Sekolah Staf dan Komando TNI pada 2019.
Kombinasi pendidikan tersebut membawanya menjalani penugasan yang cukup beragam: dari satuan tempur hingga posisi yang membutuhkan pengelolaan operasi dan komunikasi institusi.
Dari Satuan Tempur ke Komando Teritorial
Bagian awal karier Kristomei banyak dihabiskan di lingkungan infanteri. Ia pernah menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 dan kemudian memimpin Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak.
Ia kemudian mendapat penugasan teritorial sebagai Komandan Kodim 0424/Tanggamus pada 2014–2016. Posisi tersebut membawanya kembali dekat dengan Lampung, daerah tempat ia dilahirkan.
Setelah itu kariernya bergerak ke jabatan staf dan operasi. Kristomei pernah menjadi Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada periode 2020–2022, setelah sebelumnya menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Kostrad dan TNI AD.
Karier di Penerangan Membuat Namanya Makin Dikenal
Salah satu fase penting dalam perjalanan Kristomei justru berada di bidang komunikasi publik militer.
Pada 2017–2019 ia menjadi Kepala Penerangan Kodam Jaya. Beberapa tahun kemudian, pada Oktober 2023, ia mendapat jabatan yang lebih tinggi sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat atau Kadispenad.
Jabatan ini menempatkannya sebagai salah satu wajah komunikasi TNI AD kepada media dan masyarakat. Setelah menyelesaikan tugas tersebut pada 2024, ia kemudian masuk ke lingkungan Akademi Militer dan menjabat Wakil Gubernur Akmil pada awal 2025.
Perjalanan itu tidak berlangsung lama. Pada Maret 2025, Kristomei ditunjuk sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI atau Kapuspen TNI, posisi yang membuatnya bertanggung jawab menyampaikan berbagai informasi resmi institusi TNI kepada publik.
Beberapa bulan kemudian, pada Agustus 2025, ia kembali masuk jalur komando dengan menjadi Pangdam XXI/Radin Inten yang membawahi Lampung dan Bengkulu.
Dari Pangdam ke Kepala BNPB
Penunjukan sebagai Kepala BNPB membuat ruang tugas Kristomei berubah cukup signifikan.
BNPB bukan satuan militer, melainkan lembaga pemerintah yang memiliki fungsi koordinasi dalam penanggulangan bencana. Kepala BNPB harus berhubungan dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI-Polri, organisasi kemanusiaan, hingga berbagai kelompok masyarakat ketika bencana terjadi.
Dengan latar belakangnya, Kristomei membawa kombinasi pengalaman lapangan, operasi, komando teritorial, serta komunikasi publik ke jabatan baru tersebut.
Ia menggantikan Suharyanto, yang memimpin BNPB sejak 2021. Pergantian kepemimpinan terjadi ketika Indonesia tetap menghadapi berbagai risiko bencana alam dan bencana terkait iklim yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga.
| Nama | Mayjen TNI Kristomei Sianturi |
| Lahir | Kotabumi, Lampung Utara, 6 Mei 1976 |
| SMA | SMA Taruna Nusantara, lulus 1994 |
| Akademi Militer | Lulusan 1997 |
| Matra | TNI Angkatan Darat |
| Pendidikan lanjutan | Pendidikan intelijen AS, Seskoad, Sesko TNI |
| Jabatan sebelum BNPB | Pangdam XXI/Radin Inten |
| Jabatan baru | Kepala BNPB |
Jalur Karier yang Melintasi Tempur, Operasi, dan Komunikasi
Jika perjalanan kariernya ditarik dari awal, ada tiga jenis pengalaman yang menonjol pada Kristomei.
Pertama adalah komando lapangan melalui satuan infanteri dan jabatan teritorial. Kedua adalah pengalaman di bidang operasi militer. Ketiga adalah komunikasi publik melalui Kodam Jaya, Dinas Penerangan Angkatan Darat, dan Pusat Penerangan TNI.
Ketiganya kini bertemu dalam penugasan di BNPB, lembaga yang ketika terjadi bencana membutuhkan kemampuan mengambil keputusan operasional sekaligus mengoordinasikan banyak institusi dan menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat.
Namun arah kebijakan BNPB di bawah Kristomei masih perlu dilihat setelah ia mulai menjalankan tugas. Pengalaman militer memberi gambaran mengenai rekam jejaknya, tetapi ukuran kepemimpinannya di BNPB pada akhirnya akan ditentukan oleh kebijakan dan penanganan bencana yang berlangsung selama masa jabatannya.
Catatan: Artikel ini berfokus pada riwayat pendidikan dan jabatan Kristomei Sianturi. Penilaian terhadap kinerja sebagai Kepala BNPB belum dapat dilakukan karena ia baru dilantik pada 15 Oktober 2026.
0 Komentar