Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
PT Danantara Asset Management (DAM) resmi menerima pengalihan 82.100.173.900 saham Seri B PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) atau setara 65,77% kepemilikan perseroan. Saham senilai Rp5,66 triliun tersebut sebelumnya dimiliki PT Angkasa Pura Indonesia dan dialihkan melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Pengalihan dilakukan pada 2 November 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi dan penyehatan Garuda Indonesia Group. Meski pemegang saham mayoritas secara langsung berubah, pengendali akhir GMFI tetap berada di lingkungan pemerintah Indonesia.

Transaksi ini juga menjadi bagian dari persiapan aksi korporasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Saham GMFI yang kini dimiliki Danantara direncanakan digunakan sebagai setoran modal non-tunai atau inbreng dalam pelaksanaan rights issue Garuda Indonesia.

Dengan skema tersebut, restrukturisasi tidak hanya memindahkan kepemilikan administratif GMFI, tetapi juga dirancang untuk menyelaraskan kembali kepemilikan ekonomi perusahaan perawatan pesawat itu dengan Garuda Indonesia.

Pengalihan 82,1 Miliar Saham GMFI Dilakukan dalam Dua Tahap

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 November 2026, pengalihan saham GMFI dilakukan melalui dua transaksi pada tanggal yang sama.

Transaksi pertama adalah pemindahan seluruh 82,1 miliar saham GMFI dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) kepada induknya, InJourney. Transaksi tersebut berdasarkan Akta Pemindahan Hak Atas Saham Nomor 01 tertanggal 2 November 2026.

Selanjutnya, InJourney mengalihkan saham tersebut kepada Danantara Asset Management berdasarkan Akta Nomor 02 pada tanggal yang sama. Kedua akta dibuat di hadapan Notaris Desman di Jakarta.

Pengalihan menggunakan mekanisme dividend in specie, yakni pembagian dividen dalam bentuk aset selain uang tunai. Dalam perkara ini, aset yang dibagikan berupa saham GMFI.

Transaksi dilakukan di luar bursa melalui mekanisme free of payment (FOP) menggunakan sistem C-BEST Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Mekanisme FOP berarti perpindahan efek tidak disertai pembayaran dana melalui sistem penyelesaian transaksi efek tersebut. Dengan demikian, transaksi ini tidak dapat disamakan dengan pembelian saham biasa di pasar reguler.

Rincian Transaksi GMFIKeterangan
Jumlah saham82.100.173.900 saham
Jenis sahamSeri B
Persentase kepemilikan65,77%
Nilai pengalihan yang dilaporkanRp5,66 triliun
Pemilik awalPT Angkasa Pura Indonesia
Penerima tahap pertamaInJourney
Penerima akhirDanantara Asset Management
Tanggal pengalihan2 November 2026
MekanismeDividend in specie, FOP

Sumber: Keterbukaan informasi GMFI serta laporan perubahan kepemilikan saham pada November 2026.

Struktur Pemegang Saham GMFI Setelah Pengalihan

Setelah transaksi, Danantara Asset Management menjadi pemegang saham mayoritas langsung GMFI dengan kepemilikan 65,77%.

Sementara itu, Garuda Indonesia masih memiliki 27,44% saham GMFI atau sekitar 34,25 miliar saham. PT Aero Wisata memiliki sekitar 0,27%, sedangkan pemegang saham lainnya menguasai sekitar 6,52%.

Pemegang Saham GMFIKepemilikan
Danantara Asset Management65,77%
Garuda Indonesia (GIAA)27,44%
PT Aero Wisata0,27%
Pemegang saham lainnya6,52%
Total100%

Komposisi setelah pengalihan saham pada 2 November 2026, berdasarkan informasi kepemilikan yang tersedia.

Perubahan tersebut tidak mengubah jumlah saham yang telah diterbitkan GMFI. Tidak ada penerbitan saham baru, sehingga pengalihan ini juga tidak menimbulkan dilusi langsung bagi pemegang saham GMFI.

Manajemen menyatakan pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN tetap menjadi pengendali tidak langsung perseroan.

Namun, dari sisi administrasi kepemilikan, perubahan ini cukup besar. Angkasa Pura Indonesia tidak lagi memiliki saham GMFI secara langsung, sementara Danantara kini menjadi pemegang saham mayoritas.

Saham GMFI Rp5,66 Triliun Disiapkan untuk Rights Issue GIAA

Pengalihan kepada Danantara memiliki keterkaitan dengan rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue Garuda Indonesia.

Dalam rencana tersebut, Danantara akan menyetorkan 82,1 miliar saham GMFI yang diterimanya sebagai kontribusi modal non-tunai kepada GIAA.

Nilai setoran saham yang direncanakan mencapai Rp5.664.912.000.000 atau sekitar Rp5,66 triliun.

Dengan mekanisme inbreng, Danantara tidak perlu menyetor seluruh kontribusi modal dalam bentuk kas. Sebagai gantinya, perusahaan menyerahkan aset berupa saham GMFI kepada Garuda Indonesia.

Bagi GIAA, mekanisme tersebut berpotensi memperbesar kembali kepemilikan ekonominya pada GMFI. Saat ini, kepemilikan langsung Garuda Indonesia di perusahaan perawatan pesawat itu berada pada 27,44%.

Apabila seluruh 65,77% saham milik Danantara masuk sebagai setoran modal, kepemilikan langsung GIAA di GMFI secara matematis berpotensi meningkat menjadi sekitar 93,21%, dengan asumsi struktur kepemilikan lainnya tidak berubah.

Namun, peningkatan tersebut masih bergantung pada persetujuan dan realisasi rights issue GIAA. Pengalihan saham kepada Danantara pada 2 November 2026 tidak dengan sendirinya berarti saham tersebut sudah menjadi milik Garuda Indonesia.

Rencana penambahan modal GIAA juga masih memerlukan persetujuan pemegang saham. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026 untuk membahas aksi korporasi tersebut.

Dampak bagi Investor Saham GMFI dan GIAA

Bagi pemegang saham GMFI, transaksi ini terutama mengubah identitas pemegang saham mayoritas langsung, bukan struktur modal atau kegiatan operasional perusahaan.

Karena tidak ada penerbitan saham GMFI baru, jumlah saham yang dimiliki investor publik dan persentasenya tidak berubah akibat pengalihan tersebut.

Hal yang berbeda berlaku pada GIAA. Apabila rights issue terlaksana, Garuda Indonesia berpotensi memperoleh tambahan saham GMFI, sedangkan struktur modal GIAA sendiri berubah karena penerbitan saham baru.

Bagi pemegang saham GIAA, tingkat dilusi nantinya akan bergantung pada jumlah saham baru, harga pelaksanaan, serta penggunaan hak dalam rights issue.

Di sisi bisnis, peningkatan kepemilikan GIAA pada GMFI dapat memperbesar bagian manfaat ekonomi dari kegiatan perawatan pesawat yang menjadi hak pemegang saham Garuda Indonesia. Namun, besarnya dampak terhadap laporan keuangan tetap bergantung pada penyelesaian transaksi dan perlakuan akuntansinya.

GMFI merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO). Perusahaan tersebut melayani kebutuhan armada Garuda Group dan pelanggan lain.

Karena itu, penguatan hubungan kepemilikan GMFI dan GIAA berpotensi menjadi bagian dari strategi integrasi bisnis penerbangan nasional. Tetapi manfaat finansialnya baru dapat dievaluasi setelah restrukturisasi diselesaikan dan tercermin dalam laporan keuangan.

Catatan Recehin

Substansi pengalihan saham GMFI bukan pergantian pengendali akhir, melainkan penataan aset sebelum rights issue GIAA.

Danantara kini memegang 65,77% saham GMFI yang direncanakan menjadi setoran modal Rp5,66 triliun kepada Garuda Indonesia. Jika terealisasi, kepemilikan GIAA pada GMFI berpotensi meningkat menjadi sekitar 93,21%.

Investor perlu memantau persetujuan rights issue, harga pelaksanaan saham baru GIAA, dan realisasi setoran non-tunai tersebut.

Sumber: Keterbukaan informasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. tanggal 3 November 2026; laporan perubahan kepemilikan saham; informasi rencana PMHMETD III Garuda Indonesia; Bisnis.com; Katadata; dan perhitungan Receh.in.

Catatan: Pengalihan 65,77% saham GMFI kepada Danantara telah dilakukan pada 2 November 2026. Penggunaan saham tersebut sebagai setoran modal dalam rights issue GIAA masih merupakan rencana yang memerlukan penyelesaian prosedur korporasi. Nilai pengalihan Rp5,66 triliun tidak berarti GMFI menerima dana tunai sebesar itu.