Ticker

8/recent/ticker-posts

Prospektus Lengkap IPO NPII - Mandiri Mineral Perkasa


---IPO Canceled---

Receh.in - PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (NPII) segera melantai di bursa melalui initial public offering (IPO) bulan Juni ini. Emiten jasa kontraktor nikel terintegrasi ini menawarkan 9.500.000 lot atau 950.000.000 saham.

Proses book building atau penawaran awal telah dibuka pada 20 - 30 Mei 2022 dengan rentang harga Rp132 - Rp142 per saham.

Dalam aksi IPO ini Mandiri Mineral Perkasa menggunakan jasa Surya Fajar Sekuritas (SF) dan Victoria Sekuritas Indonesia (MI) sebagai penjamin emisi efek. 

Adapun perkiraan tanggal efektif adalah 7 Juni 2022 dan perkiraan masa penawaran umum pada 8 – 10 Juni 2022. Lebih lengkapnya, berikut jadwal IPO NPII.

Perkiraan Jadwal IPO NPII

Masa Penawaran Awal

20 – 30 Mei 2022

Perkiraan Tanggal Efektif

7 Juni 2022

Perkiraan Masa Penawaran Umum

8 – 10 Juni 2022

Perkiraan Tanggal Penjatahan

10 Juni 2022

Perkiraan Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik

13 Juni 2022

Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia

14 Juni 2022

Tanggal Awal Perdagangan Waran Seri I

14 Juni 2022


Jumlah saham yang ditawarkan relatif kecil dibandingkan total saham perseroan. Sebanyak 950.000.000 saham yang dilego NPII itu hanya 0,73% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp2.

Setiap saham yang ditawarkan seluruhnya terdiri dari saham baru, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan kisaran harga penawaran sebesar Rp132 - Rp142.

Yang menarik adalah Waran Seri I-nya yang jauh lebih banyak daripada saham baru di IPO.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,75 miliar Waran Seri I atau setara dengan sebanyak-banyaknya 3,65% dari modal disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan, dengan harga pelaksanaan Waran sebesar Rp500.

Waran Seri I diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan (“DPS Penjatahan”) secara cuma-cuma dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 1 saham yang namanya tercatat dalam DPS Penjatahan akan memperoleh 5 Waran Seri I

Bagi kalian yang berminat membeli saham NPII bisa melakukan pembelian lewat sistem E-IPO dari semua sekuritas.

Sebelum melakukan pembelian, baca lebih dahulu prospektus awal IPO NPII berikut ini yang bisa didownload pdf-nya di sini atau melalui E-IPO.


Profil dan Sejarah Singkat NPII

PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (Perseroan) adalah suatu badan hukum Indonesia dalam bentuk perseroan terbatas, berkedudukan dan berkantor pusat di Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Perseroan didirikan dengan nama PT Mandiri Mineral Perkasa dengan akta pendiriannya sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian PT. Mandiri Mineral Perkasa No. 22 tertanggal 23 November 2018 yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0058544.AH.01.01.Tahun 2018 tertanggal 07 Desember 2018 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0166114.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 07 Desember 2018, serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. 19 tanggal 5 Maret 2019, Tambahan Berita Negara No. 7108. 

Pemegang Saham NPII Saat Ini

No

Pemegang Saham

Porsi

1.

PT Handal Citra Wasesa

52,53%

2.

PT Mitra Kayu Industri

18,20%

3.

PT Empat Pilar Adidaya

7,97%

4.

PT Anugerah Cakrawala Mandiri

4,50%

5.

PT Duta Utama Berlian

3,90%

6.

PT Permata Berlian Makmur

3,90%

7.

PT Citra Megah Sejati

3,80%

8.

PT Prima Inti Mineral

 3,50%

9.

Liem Siauw Hui

 0,80%

10.

Yetty Afnita

0,30%

11.

Santoso Widjojo

0,30%

12.

PT Satu Nusa Investama

0,30%

Porsi pemegang saham di atas tidak akan banyak berubah setelah IPO karena jumlah saham yang ditawarkan ke masyarakat dalam penawaran perdana ini hanya 0,75%, jumlah yang sangat kecil.

Misalnya kepemilikan PT Handal Citra Wasesa di saham NPII hanya akan terdilusi menjadi 52,15%.

Perubahan lebih signifikan terjadi jika semua atau mayoritas Waran Seri I dieksekusi oleh investor. Ini karena jumlah waran yang diterbitkan sebanyak-banyaknya mencapai 3,65% dari modal disetor pada saat IPO.

Dengan asumsi telah dilaksanakannya seluruh Waran Seri I oleh para pemegang waran, kepemilikan PT Handal Citra Wasesa akan terdilusi menjadi 50,32%. Sementara kepemilikan publik atau masyarakat berpotensi naik menjadi 3,50%.

Harga pelaksanaan Waran sendiri sebesar Rp500, artinya ada ekpektasi harga saham IPO ini bakal naik dari kisaran Rp132 - Rp142 per saham ke lebih dari Rp500 saat eksekusi waran. Jika lebih rendah, tentunya tidak akan menarik bagi pemegang waran untuk mengeksekusi haknya.

Artinya apa? Saham NPII bakal dijaga agar tidak turun. Apalagi, porsi IPO ini relatif kecil sehingga memang berpeluang lebih mudah dibandari.


Kegiatan Usaha

PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk didirikan pada awal Oktober 2018 dan telah mulai beroperasi sebagai Kontraktor Teknik dan Pengendalian Mutu di beberapa proyek bijih nikel.

Perusahaan bergerak di bidang jasa kontraktor nikel terintegrasi (end to end services) meliputi pelayanan jasa eksplorasi potensi nikel, estimasi sumber daya dan cadangan, desain tambang dan perencanaan tambang, produksi nikel, QAQC atas produksi dengan fasilitas laboratorium dan preparasi pengaturan penjualan produk ore nikel hingga pelayanan pengiriman sampai dengan pabrik peleburan nikel, serta keamanan & keselamatan lingkungan penambangan.

Perseroan merupakan salah satu pemimpin dan perusahaan terkemuka kontraktor Nikel di  Indonesia dengan  cakupan wilayah di Sulawesi Tenggara  yang merupakan salah satu pusat  Nikel tanah air.

Kegiatan Usaha Utama:
  • Aktivitas Penunjang pertambangan dan penggalian lainnya
  • Aktivitas Perusahaan Holding
Kegiatan Usaha Penunjang:
  • Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya


Rencana Penggunaan Dana Hasil IPO

Seluruh dana yang diperoleh dari Hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan guna mendukung kegiatan usaha seperti pembelian sparepart alat-alat berat, pembelian bahan bakar (fuel) untuk alat-alat berat, pembayaran tenaga kerja karyawan baik site maupun operasional kantor, untuk melakukan sewa alat berat dalam jangka pendek.

Sedangkan dana hasil penawaran Waran Seri I seluruhnya juga akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja Perseroan guna mendukung kegiatan usaha seperti pembelian sparepart alat-alat berat, pembelian bahan bakar (fuel) untuk alat-alat berat, pembayaran tenaga kerja karyawan baik site maupun operasional kantor, untuk melakukan sewa alat berat dalam jangka pendek.





Posting Komentar

0 Komentar