Ticker

4/recent/ticker-posts

Ilmu Tentang Uang yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Daftar Isi [Tampilkan]

JAKARTA – Apakah Anda tahu tentang Mike Tyson, salah satu juara dunia tinju? Selama karirnya, dia menghasilkan sekitar 300 juta dolar, atau setara dengan 4,5 triliun rupiah. 

Namun, dia pernah mengalami kebangkrutan dengan utang sekitar 30 juta dolar, atau 450 miliar rupiah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? 

Ini adalah saripati dari ulasan channel YouTube 'Kuliah Kehidupan' berjudul: Ilmu Tentang Uang Yang Tidak Diajarkan Di Sekolah.

Tanpa mempelajari ilmu yang akan kita bahas, Anda berisiko miskin seumur hidup. Bayangkan, memiliki penghasilan Rp4,5 triliun, tapi semuanya hilang karena tidak bisa mengelola uang.

Menurut Anda, apa itu uang? Apakah hanya sesuatu yang datang dan pergi? Sebelum belajar mencari uang, Anda harus memahami apa itu uang dan bagaimana mengelolanya. 

Misalnya, Anda memiliki penghasilan Rp20 juta per bulan, tapi di akhir bulan tidak ada yang menunjukkan bahwa Anda berpenghasilan sebanyak itu. Maka, hari ini kita akan belajar bagaimana memperlakukan uang sesuai dengan filosofi channel ini, ilmu yang tidak diajarkan di bangku sekolah.

Uang adalah media, sebuah alat pertukaran yang memfasilitasi pembelian, penjualan, dan pertukaran barang. Menurut saya, uang adalah nilai atau 'value'. Misalnya, di antara banyak warung nasi Padang, ada yang harganya Rp10.000 sampai Rp75.000 per porsi. Warung yang Anda pilih melambangkan penilaian Anda terhadap nilai nasi Padang tersebut. Jadi, uang adalah nilai.

Mengerti konsep ini penting karena semua keputusan yang Anda ambil dengan uang Anda berdasarkan penilaian terhadap nilai tersebut. Sayangnya, banyak orang yang hanya hidup dari gaji ke gaji, berhutang, atau kecanduan hal tidak bermutu seperti judi online

Hubungan Anda dengan uang itu bagaimana? Kebanyakan orang, termasuk saya, uang masuk ke dompet lalu hilang sedikit demi sedikit. Jadi, hubungan kita dengan uang itu pemasukan dan pengeluaran.

Misalnya, Anda mendapatkan gaji 4 juta per bulan dan sudah bekerja selama 3 tahun. Jika Anda sekarang hanya memiliki sedikit uang, masalahnya ada pada konsumsi Anda. 

Di Amerika, 78% warga hidup dari gaji ke gaji pada tahun 2017, dan saya pikir di Indonesia angkanya kurang lebih sama. Jika Anda hidup dari gaji ke gaji, masalahnya ada pada pengeluaran Anda.

Seperti Mike Tyson, sebesar apapun penghasilannya, jika manajemen uangnya buruk, uangnya akan habis. Ini juga terjadi pada mereka yang kecanduan slot. Jadi, kita akan membahas jebakan uang, sebuah lingkaran setan di mana Anda bekerja, mendapatkan gaji, tetapi uangnya cepat habis untuk kebutuhan, hedon, cicilan, atau judi slot. Misalnya, tanggal 1 uang masuk Rp4 juta, tanggal 3 tinggal sejuta, dan harus cukup untuk sebulan.

Jika Anda seperti itu, masalahnya ada pada stamina Anda. Mungkin Anda bisa bertahan untuk beberapa putaran, tapi lama-kelamaan akan berdampak pada mental Anda. Contohnya adalah Bapak saya, seorang tentara yang bekerja keras dari usia muda, sering berangkat perang, yang berdampak pada kestabilan psikisnya.

Jadi, bagaimana cara keluar dari jebakan uang? 

Langkah pertama adalah menulis semua pengeluaran Anda, dari biaya tempat tinggal, transportasi, makan, kebutuhan, hiburan, dan seterusnya. Kemudian, lakukan budgeting atau menentukan target pengeluaran per bulan. Uang sisanya bisa Anda tabung atau investasikan. Jika Anda belum berani berbisnis, saya kasih proyeksi untuk 7 tahun ke depan. Pada 2030, di puncak bonus demografi Indonesia, ekonomi akan semakin sulit. Jika Anda tidak mempersiapkan uang atau aset dari sekarang, Anda akan kesulitan nanti.

Sebelum memutuskan untuk investasi atau membuka bisnis, siapkan dana darurat. Jangan hidup dengan gaya hidup yang jauh di atas gaji Anda. Pilihlah gaya hidup sesuai standar gaji Anda atau nabung dulu jika ingin membeli barang mahal.

Sekarang, kita masuk ke pembahasan untuk meningkatkan pendapatan. Nasihat dari Bapak saya: mencari uang 2 juta per bulan itu mudah, tapi mencari uang setiap hari Rp50.000 itu sulit. Kemampuan mencari uang setiap hari akan berkembang dan meningkat dari waktu ke waktu. 

Menekan pengeluaran itu jauh lebih mudah daripada meningkatkan pendapatan. 

Kesimpulannya, pertama, mengerti diri dan pola konsumsi Anda untuk menekan pengeluaran. Kedua, tentukan budget. Ketiga, gunakan uang sisa untuk mencari jalur lain dalam menambah pendapatan.


Posting Komentar

0 Komentar