FlashNews

8/recent/ticker-posts

Kejar Target Free Float 15%, Emiten Keju Prochiz (KEJU) Siap "Mencair" Secara Bertahap

Daftar Isi [Tampilkan]

 


PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU), produsen keju olahan ternama merek Prochiz, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi titah terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang terafiliasi dengan grup Garudafood ini berkomitmen untuk meningkatkan porsi saham publiknya guna memenuhi batas minimal free float sebesar 15%.

Langkah ini menjadi krusial di tengah upaya regulator untuk meningkatkan likuiditas pasar dan transparansi kepemilikan saham di lantai bursa. Mari kita bedah struktur kepemilikan KEJU dan garis waktu pencapaian target tersebut:

 

1. Struktur Kepemilikan: Masih Didominasi "Raksasa"

Hingga Maret 2026, porsi kepemilikan saham KEJU masih terkonsentrasi pada pemegang saham besar. Tercatat, 88,57% saham KEJU dikuasai oleh pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%, yaitu:

  • PT Garudafood Putra Putri Jaya: 66,07% (Pengendali).
  • BEL S.A (Prancis): 22,50%.

Sementara itu, porsi pemegang saham ritel (di bawah 5%) saat ini berada di angka 11,45%. Namun, perlu dicatat bahwa menurut definisi BEI, tidak semua saham di bawah 5% otomatis menjadi free float. Saham yang dimiliki direksi, komisaris, dan afiliasi harus dikeluarkan dari perhitungan. Inilah yang menyebabkan angka free float riil KEJU saat ini berada di level 10,22%.

 

2. Aturan Main BEI: Tenggat Waktu Hingga 2029

Karena nilai kapitalisasi pasar (market cap) KEJU saat ini berada di kisaran Rp3,12 triliun (di bawah ambang batas Rp5 triliun), perseroan memiliki waktu transisi yang cukup longgar. Berdasarkan regulasi terbaru, emiten dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun wajib memenuhi free float minimal 15% paling lambat pada 31 Maret 2029.

Sekretaris Perusahaan KEJU, Jeffry Halim, menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan penambahan porsi saham publik ini secara bertahap agar tidak mengejutkan pasar, sekaligus memastikan likuiditas saham KEJU semakin membaik di masa depan.

 

3. Performa Saham: Menanti Momentum "Rebound"

Secara teknikal, harga saham KEJU pada perdagangan Selasa (21/4/2026) bergerak menguat tipis 1,83% ke level Rp555. Meskipun menunjukkan hijau hari ini, secara tahun berjalan (year-to-date), KEJU masih mencatatkan koreksi cukup dalam sebesar 18,38%.

Upaya peningkatan free float ini diharapkan bisa menjadi katalis positif bagi harga saham. Dengan jumlah saham beredar di publik yang lebih banyak, frekuensi transaksi diharapkan meningkat, sehingga saham KEJU tidak lagi "mengendap" dan bisa lebih dinamis merespons fundamental perusahaan yang solid.

 

Ringkasan Data Kepemilikan & Target KEJU

Indikator

Posisi Maret 2026

Target BEI

Free Float Saat Ini

10,22%

15,00%

Kapitalisasi Pasar

Rp3,12 Triliun

-

Batas Waktu Pemenuhan

-

31 Maret 2029

Harga Saham (21/4/26)

Rp555

-

 

Insight Recehin:

Keputusan KEJU untuk patuh pada aturan free float secara bertahap menunjukkan sikap manajemen yang berhati-hati namun kooperatif. Bagi investor, porsi publik yang lebih luas berarti transparansi yang lebih baik dan potensi volatilitas harga yang lebih terjaga. Apakah Garudafood atau BEL S.A yang akan melepas sebagian sahamnya ke publik? Kita tunggu aksi korporasi selanjutnya.

Mengingat porsi pemegang saham ritel saat ini sudah mencapai 11,45% secara administratif, menurut Anda apakah manajemen akan memilih opsi private placement atau meminta pemegang saham pengendali melakukan divestasi tipis untuk mencapai angka 15% tersebut?

 

Posting Komentar

0 Komentar