FlashNews

8/recent/ticker-posts

Perkuat Likuiditas, Merdeka Gold (EMAS) Raih Kredit Rp2,56 Triliun dari Sindikasi Perbankan

Daftar Isi [Tampilkan]

 


PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) resmi mengamankan fasilitas kredit sindikasi senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,56 triliun (kurs JISDOR Rp17.122). Langkah strategis ini diambil perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan menyediakan amunisi pendanaan di tengah ambisi ekspansi besar-besaran pada tahun 2026.

Fasilitas pinjaman ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan ternama, mulai dari bank regional hingga pemain besar di pasar domestik, yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap prospek operasional EMAS meskipun kondisi laporan keuangan terakhir masih menantang.

 

Rincian Sindikasi dan Struktur Pinjaman

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada April 2026, EMAS memperoleh dukungan dari konsorsium perbankan yang terdiri atas Kasikornbank Public Company Ltd., PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS).

Pinjaman ini dirancang dengan fleksibilitas tenor sebagai berikut:

  • Tenor Utama: Berlaku hingga April 2028.
  • Opsi Perpanjangan: Terdapat klausul perpanjangan hingga 12 bulan setelah tanggal penyelesaian yang dimulai sejak 10 April 2027.
  • Tujuan Penggunaan: Mencakup belanja modal (capex), pembiayaan intra-grup, kebutuhan modal kerja, serta pembiayaan biaya transaksi terkait pertumbuhan grup.

 

Strategi Pembalikan Kinerja Melalui Tambang Pani

Suntikan dana jumbo ini sangat krusial bagi EMAS mengingat performa keuangan tahun 2025 yang masih mencatatkan rugi bersih sebesar US$27,49 juta. Namun, manajemen optimis tahun 2026 akan menjadi titik balik (turning point) seiring dengan dimulainya operasional komersial aset strategis mereka.

Proyek Tambang Emas Pani di Gorontalo menjadi kunci utama pertumbuhan. Setelah melewati masa pembangunan sejak 2022, perseroan telah merealisasikan pengiriman emas perdana ke PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada Februari 2026. Hal ini menandakan bahwa EMAS akan mulai membukukan pendapatan signifikan pada laporan keuangan kuartal I/2026.

 

Ringkasan Profil Keuangan dan Target Operasional

Meskipun posisi kas perusahaan mengalami penyusutan pada akhir tahun lalu, aset perusahaan tercatat tumbuh hampir 40%. Tambahan utang baru ini diharapkan dapat menyeimbangkan neraca seiring dengan peningkatan kapasitas produksi.

Berikut adalah ringkasan performa dan target EMAS:

Indikator Keuangan (2025)

Nilai / Pertumbuhan

Target Operasional 2026

Total Aset

US$740,63 Juta (+39,82% YoY)

Produksi Emas: 100.000 – 115.000 Ons

Ekuitas

US$380,93 Juta (+39,52% YoY)

Sumber Produksi: Tambang Emas Pani

Posisi Kas

US$45,30 Juta (-32,71% YoY)

Status: Pengiriman Perdana Terrealisasi

Rugi Bersih

US$27,49 Juta

Tujuan: Target Balik Untung (Turnaround)

 

Menjaga Kelangsungan Usaha di Industri Padat Modal

Industri pertambangan terintegrasi dikenal dengan kebutuhan belanja modal yang sangat tinggi untuk kegiatan eksplorasi hingga pengolahan. Bagi EMAS, akses terhadap pembiayaan eksternal yang efisien merupakan kebutuhan mutlak untuk memastikan proyek-proyek berjalan sesuai timeline.

Manajemen menegaskan bahwa fasilitas kredit ini akan mendukung keberlanjutan kegiatan usaha grup secara terintegrasi. Dengan target produksi yang mencapai lebih dari 100.000 ons emas pada tahun ini, EMAS berupaya memaksimalkan momentum harga komoditas global untuk memperbaiki struktur keuangan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham pasca rencana dual listing di bursa internasional.

 

Posting Komentar

0 Komentar