FlashNews

8/recent/ticker-posts

Ramalan Dividen NISP 2026: Lo Kheng Hong Optimis, Estimasi Capai Rp110 per Saham!

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Musim dividen perbankan selalu menjadi panggung yang dinantikan para pemodal, tak terkecuali bagi investor kawakan Lo Kheng Hong. Fokus pasar kini tertuju pada PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) yang baru saja menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026. Dengan raihan laba bersih yang kembali mendaki sepanjang 2025, sinyal pembagian keuntungan bagi para pemegang saham pun semakin benderang.

Sebagai salah satu pemegang saham terbesar di NISP, pandangan "Warren Buffett Indonesia" ini menjadi barometer penting bagi investor ritel.

 

Kinerja Laba Rp5,1 Triliun: Fondasi Dividen yang Kokoh

Bank OCBC NISP menutup tahun buku 2025 dengan catatan performa yang sangat sehat. Perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp5,1 triliun, tumbuh 4% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini bukan tanpa alasan; pendapatan operasional perusahaan melonjak 10% menjadi Rp13,1 triliun, yang menunjukkan efektivitas strategi bisnis bank dalam mengelola asetnya.

Satu poin yang patut digarisbawahi adalah kualitas pendanaan perusahaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh impresif 18% menjadi Rp243,5 triliun. Lebih hebat lagi, pertumbuhan ini didominasi oleh dana murah atau CASA (Giro dan Tabungan) yang naik 24%. Dengan rasio CASA yang mencapai 58,0%, NISP memiliki struktur biaya dana yang efisien, yang pada akhirnya memberikan ruang lebih luas bagi margin keuntungan dan potensi dividen.

 

Estimasi Dividen Rp110 dan Potensi "Cuan" Jumbo

Berdasarkan rekam jejak tahun sebelumnya, NISP memiliki kecenderungan untuk membagikan dividen dengan rasio pembayaran (Dividend Payout Ratio/DPR) sekitar 50%. Jika asumsi ini kembali diterapkan pada laba tahun 2025, Lo Kheng Hong memperkirakan pemegang saham akan mendapatkan jatah dividen sekitar Rp110 per lembar saham.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp106 per saham, dan melonjak signifikan jika dibandingkan tahun buku 2023 yang hanya Rp72 per saham. Bagi Lo Kheng Hong yang menggenggam lebih dari 122 juta lembar saham NISP, estimasi dividen tahun ini diprediksi akan menyumbang pemasukan pasif lebih dari Rp13 miliar ke kantongnya.

 

Neraca Sehat dan Rasio Permodalan yang Superior

Optimisme pembagian dividen juga didukung oleh tingkat kesehatan bank yang sangat terjaga. NISP memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang meningkat menjadi 24,5%. Angka ini jauh di atas ketentuan regulator, memberikan sinyal bahwa bank tidak perlu menahan laba terlalu besar untuk memperkuat modal, sehingga bisa lebih royal kepada pemegang saham.

Dari sisi risiko, NPL Gross berada di level aman 1,9%, dengan rasio pencadangan yang sangat memadai sebesar 226,0%. Kondisi likuiditas pun melimpah dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9%. Struktur keuangan yang "gemuk" dan bersih dari kredit macet yang mengkhawatirkan menjadikan NISP sebagai salah satu emiten perbankan paling defensif sekaligus prospektif.

 

Perbandingan Laba dan Dividen NISP (2023 - 2025)

Tahun Buku

Laba Bersih (Triliun Rp)

Dividen per Saham (Rp)

Keterangan

2023

4,1*

72

Realisasi

2024

4,9

106

Realisasi

2025

5,1

110 (Est.)

Prediksi LKH

*Angka estimasi berdasarkan pertumbuhan historis.

Selain agenda dividen, manajemen NISP juga melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (share buyback) senilai maksimal Rp1 miliar. Meskipun nilainya relatif kecil karena ditujukan untuk remunerasi karyawan dan manajemen, langkah ini menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga tata kelola dan apresiasi terhadap sumber daya manusianya tanpa mengganggu arus kas operasional.

Secara keseluruhan, NISP menunjukkan kombinasi langka antara pertumbuhan stabil, manajemen risiko yang konservatif, dan loyalitas tinggi kepada pemegang saham. Bagi investor yang mencari kestabilan di tengah gejolak pasar, NISP tetap menjadi salah satu pilihan utama dalam portofolio investasi jangka panjang.

 

Posting Komentar

0 Komentar