Ticker

4/recent/ticker-posts

40 Reksa Dana Obligasi dengan Kinerja Terbaik di Bibit Setahun

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Sobat Receh, setelah sebelumnya kita bedah reksa dana pasar uang yang stabil, kali ini kita naik level sedikit ke reksa dana pendapatan tetap atau obligasi.

Instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dari pasar uang, tapi dengan risiko yang juga sedikit lebih besar.

Dari data yang saya dapat, berikut adalah ulasan lengkap kinerja reksa dana obligasi di Bibit yang diurutkan berdasarkan kinerja 1 tahunnya. Saya juga akan tambahkan konteks dari kondisi pasar terkini.

 

Kinerja Solid di Tengah Ketidakpastian Global

Secara keseluruhan, pasar obligasi Indonesia mencatatkan kinerja yang positif. Banyak yang menyebut tahun 2025 sebagai "tahunnya obligasi". Ini kontras dengan pasar saham yang sempat anjlok di semester pertama 2025.

Berikut adalah reksa dana obligasi dengan kinerja terbaik berdasarkan data yang Anda berikan:

  • Trim Dana Tetap Syariah Kelas A: Menduduki peringkat teratas dengan imbal hasil 1 tahun sebesar 41.91%. Kinerja jangka panjangnya juga fantastis, dengan return 3 tahun mencapai 23.69% dan 5 tahun sebesar 91.99%.
  • ABF Indonesia Bond Index Fund: Kinerjanya stabil dan konsisten. Dalam 1 tahun, return-nya mencapai 37.83%, dan dalam 5 tahun mencapai 109.09%.
  • BNI AM Dana Pendapatan Tetap Makara Investasi: Mencatatkan kinerja 1 tahun sebesar 30.36%.

Jika kita lihat dari kinerja jangka panjang, beberapa reksa dana juga menunjukkan performa yang luar biasa, seperti Sucorinvest Bond Fund yang memberikan return 70.21% dalam 5 tahun dan Schroder Dana Mantap Plus II dengan return 79.26% dalam 5 tahun.


Kinerja 40 Reksa Dana Obligasi

Reksadana

1M

3M

YTD

1Y

3Y

5Y

10Y

AUM

Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A

0.74%

2.89%

5.20%

9.13%

23.69%

41.91%

N/A

4.26T

ABF Indonesia Bond Index Fund

1.28%

3.83%

5.72%

8.02%

23.27%

37.83%

109.09%

6.65T

TRIM Dana Tetap 2 Kelas A

0.58%

2.25%

4.43%

7.96%

18.55%

32.23%

87.84%

2.12T

BNI-AM Short Duration Bonds Index Kelas R1

1.28%

3.72%

6.04%

7.89%

N/A

N/A

N/A

45.95B

BNI-AM Dana Pendapatan Tetap Makara Investasi

1.26%

3.21%

5.27%

7.51%

16.81%

30.36%

N/A

170.45B

Bahana Pendapatan Tetap Makara Prima kelas G

0.50%

2.21%

3.86%

7.27%

16.13%

27.19%

N/A

3.03T

BNI-AM ITB Harmoni

0.91%

3.12%

5.03%

7.10%

19.38%

31.54%

N/A

65.26B

Sucorinvest Sharia Sukuk Fund

0.55%

1.71%

3.75%

6.89%

17.58%

N/A

N/A

2.60T

Avrist Prime Bond Fund

1.10%

3.40%

5.07%

6.60%

18.68%

28.00%

78.78%

87.19B

Mandiri Investa Dana Utama Kelas D

1.00%

2.64%

4.75%

6.57%

6.10%

9.38%

N/A

1.12T

Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A

1.24%

3.60%

5.09%

6.48%

17.84%

28.55%

87.68%

5.51T

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

1.05%

3.22%

4.82%

6.48%

17.22%

26.21%

73.38%

0.52T

Batavia Obligasi Negara Indonesia

1.09%

3.42%

5.00%

6.45%

19.74%

19.69%

N/A

51.10B

Sucorinvest Bond Fund

2.41%

4.99%

5.60%

6.44%

4.91%

21.12%

N/A

170.90B

Manulife Obligasi Unggulan Kelas A

0.29%

2.22%

4.18%

6.35%

14.92%

30.17%

102.46%

6.73T

Schroder Dana Mantap Plus II

1.11%

3.41%

4.70%

6.27%

17.64%

27.90%

79.26%

1.33T

BRI Melati Pendapatan Utama

0.90%

2.78%

4.46%

6.14%

15.45%

26.41%

85.68%

42.47B

Danamas Pasti

0.78%

2.03%

3.58%

6.13%

17.76%

31.84%

82.21%

264.73B

Mandiri Investa Dana Syariah Kelas A

0.91%

2.69%

4.09%

6.00%

13.73%

23.37%

60.71%

142.46B

Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A

1.13%

3.35%

4.56%

5.91%

17.43%

27.08%

88.49%

6.29T

Danamas Stabil

0.65%

1.63%

3.25%

5.89%

18.16%

32.75%

89.89%

14.77T

TRAM Strategic Plus Kelas A

1.11%

3.24%

4.68%

5.86%

18.07%

29.26%

82.22%

187.82B

Batavia Dana Obligasi Ultima

0.84%

2.62%

4.03%

5.76%

13.66%

22.30%

70.41%

0.90T

BNP Paribas Sukuk Negara Kelas RK1

0.86%

2.46%

3.80%

5.59%

N/A

N/A

N/A

207.17B

Majoris Sukuk Negara Indonesia

0.87%

2.32%

3.44%

5.56%

16.23%

27.01%

N/A

254.38B

Eastspring Investments Yield Discovery Kelas A

0.76%

2.57%

4.57%

5.49%

12.27%

19.15%

68.53%

95.11B

Sucorinvest Stable Fund

0.58%

1.73%

2.79%

5.33%

13.71%

33.57%

N/A

2.16T

Manulife USD Fixed Income Kelas A

0.34%

2.57%

4.19%

4.94%

7.49%

1.29%

13.72%

19.97M

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

1.00%

2.39%

3.17%

4.90%

13.75%

26.16%

N/A

0.63T

Schroder USD Bond Fund Kelas A

0.24%

2.38%

4.15%

4.67%

8.41%

2.19%

19.97%

27.71M

BNI-AM Dana Pendapatan Tetap Syariah Ardhani

0.83%

2.38%

2.86%

4.57%

14.57%

29.50%

N/A

298.24B

BNP Paribas Prima USD Kelas RK1

0.32%

2.80%

4.06%

4.48%

11.46%

2.80%

26.75%

109.71B

Grow Obligasi Optima Dinamis Kelas O

1.20%

3.54%

5.11%

4.32%

N/A

N/A

N/A

98.03B

Schroder Dana Andalan II

0.46%

1.48%

3.41%

4.22%

3.63%

3.50%

7.63%

335.22B

Bahana MES Syariah Fund Kelas G

0.93%

2.12%

1.89%

3.52%

11.98%

23.62%

N/A

248.54B

 


Hubungan Mesra Suku Bunga dan Obligasi

Kinerja reksa dana obligasi sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Secara sederhana, saat suku bunga acuan seperti BI-Rate turun, harga obligasi yang sudah ada di pasar akan naik, sehingga berpotensi memberikan capital gain atau keuntungan. Sebaliknya, jika suku bunga naik, harga obligasi akan turun.

Pada Mei 2025, BI memangkas suku bunga acuannya menjadi 5.50%. Pemangkasan ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut oleh BI, serta oleh bank sentral global seperti The Fed, telah menciptakan sentimen positif di pasar obligasi.

Selain suku bunga, inflasi juga punya peran penting. Inflasi yang terkendali membuat imbal hasil riil obligasi menjadi lebih menarik.

 

Potensi dan Risiko

Meskipun secara umum reksa dana obligasi memiliki risiko lebih rendah dibanding reksa dana saham, tetap ada risikonya, terutama risiko suku bunga dan risiko pasar. Namun, jika kita bandingkan angka drawdown reksa dana obligasi (rata-rata di bawah 5%) dengan reksa dana saham yang bisa belasan bahkan puluhan persen, terlihat jelas bahwa instrumen ini jauh lebih stabil.

Bagi Sobat Receh, reksa dana obligasi bisa jadi pilihan ideal jika kamu:

  • Menginginkan imbal hasil lebih tinggi dari deposito atau pasar uang.
  • Punya tujuan keuangan jangka menengah (sekitar 3-5 tahun).
  • Berani mengambil risiko moderat.

Pasar obligasi pemerintah Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global, didukung oleh masuknya dana investor asing hingga pertengahan Juni 2025. Ini menjadi sinyal positif bahwa obligasi masih menjadi pilihan menarik bagi investor.

Ingat, selalu baca prospektus dan pahami risikonya sebelum berinvestasi. Selamat berinvestasi!

 

Posting Komentar

0 Komentar