Receh.in – PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 502,52 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus memulihkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan.
Rencana rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025. Perseroan menyebut pelaksanaan aksi korporasi akan dilakukan paling lambat 12 bulan setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dengan struktur permodalan yang lebih kuat, Perseroan akan tercatat memiliki kinerja keuangan dan operasional yang positif, mampu mempersiapkan pengembangan kegiatan usaha baru, serta memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga,” tulis manajemen TECH dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa (11/11/2025).
Manajemen TECH menegaskan bahwa dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk memulihkan kinerja keuangan dan operasional, mempersiapkan pengembangan kegiatan usaha baru, memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga, melakukan rekrutmen karyawan, serta mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan usaha yang baru. Jika terdapat sisa dana, perusahaan akan menggunakannya untuk kebutuhan lain yang mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Manajemen juga menambahkan, aksi rights issue ini bukan merupakan transaksi material maupun transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam ketentuan POJK. Namun demikian, TECH mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional, dan potensi perubahan pengendalian dapat terjadi apabila saham sisa diambil alih oleh pembeli siaga (standby buyer).
Langkah ini menjadi upaya strategis TECH untuk memperkuat posisi keuangan di tengah tekanan industri teknologi informasi dan digital yang kompetitif. Dengan tambahan modal segar, manajemen berharap dapat mempercepat pemulihan kinerja serta membuka peluang ekspansi ke lini bisnis baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan.

0 Komentar