Receh.in—PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) tengah mempersiapkan aksi korporasi besar berupa pembagian saham bonus yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Januari 2026. Perseroan mengusulkan penerbitan maksimal 5,25 miliar lembar saham bonus yang bersumber dari Tambahan Modal Disetor (additional paid-in capital).
Rencana ini disampaikan dalam keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia, Senin (24/11), sebagai bagian dari strategi RISE untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Saham Bonus Bersumber dari Modal Disetor Rp567,89 Miliar
Manajemen menjelaskan bahwa aksi korporasi ini berasal dari saldo Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp567,89 miliar, berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dengan opini wajar tanpa pengecualian. Total ekuitas RISE tercatat meningkat menjadi Rp2,60 triliun, naik dari Rp2,43 triliun pada akhir 2023.
Dari jumlah tersebut, perseroan mengusulkan maksimal Rp525,36 miliar untuk dikapitalisasi menjadi saham bonus. Dengan nilai nominal Rp100 per saham, RISE berpotensi menerbitkan 5.253.600.000 lembar saham baru. Jika seluruhnya direalisasikan, total saham ditempatkan dan disetor penuh akan bertambah hingga 16,19 miliar lembar.
Rasio 25:12, Tingkatkan Likuiditas Saham
Mengacu pada perhitungan internal, rasio pembagian saham bonus ditetapkan 25:12, di mana setiap 25 saham lama memberikan hak atas 12 saham baru. Perseroan juga membuka kemungkinan perubahan rasio yang dapat diputuskan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris, menyesuaikan jumlah pemegang saham hingga tanggal cum date dan aspek teknis lainnya.
RISE menekankan bahwa pembagian saham bonus ini diharapkan memberikan dua dampak utama:
- Memperkuat struktur permodalan, dan
- Meningkatkan likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat menambah daya tarik perdagangan dan minat investor.
Dengan skala penerbitan yang besar, aksi ini menjadi salah satu korporasi strategis RISE menjelang 2026 dan berpotensi mengubah peta kepemilikan serta dinamika perdagangan saham perseroan.
0 Komentar