Ticker

4/recent/ticker-posts

Saham BKSL Ramai Diburu, Masuk Empat Besar Teraktif BEI dan Fundamental Kian Menguat

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Receh.in - Saham PT Sentul City Tbk. (BKSL) kembali menjadi sorotan pelaku pasar modal setelah mencatatkan lonjakan aktivitas perdagangan yang signifikan sepanjang sepekan 15–19 Desember 2025. Emiten properti dan real estate ini tercatat masuk jajaran saham paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring derasnya arus transaksi dan pergerakan kepemilikan oleh investor institusi.

Berdasarkan data BEI, volume transaksi saham BKSL selama sepekan mencapai 12,22 miliar saham atau setara 5,20% dari total volume perdagangan pasar. Capaian tersebut menempatkan BKSL di peringkat keempat saham dengan volume transaksi terbesar, tepat di bawah saham-saham berkapitalisasi jumbo seperti BUMI, GOTO, dan MDIY.

Dari sisi frekuensi, saham BKSL bahkan menunjukkan aktivitas yang lebih agresif. Total transaksi mencapai sekitar 336 ribu kali atau 2,40% dari total frekuensi pasar, menjadikannya saham dengan frekuensi transaksi tertinggi kedua setelah BUMI. Tingginya frekuensi ini mencerminkan minat kuat pelaku pasar, baik trader jangka pendek maupun investor institusi.

Pergerakan Kepemilikan Samuel Sekuritas di Saham BKSL

Salah satu faktor yang menyedot perhatian pasar adalah aktivitas kepemilikan oleh Samuel Sekuritas Indonesia. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 18 Desember 2025 menunjukkan Samuel Sekuritas menggenggam sekitar 8,84 miliar lembar saham BKSL atau setara 5,27% hak suara.

Jika ditelusuri dari laporan perubahan kepemilikan saham di atas 5% yang dirilis KSEI, Samuel Sekuritas tercatat melakukan transaksi jual beli secara beruntun selama tiga hari perdagangan, yakni pada 16 hingga 18 Desember 2025. Pada 16 Desember 2025, Samuel Sekuritas meningkatkan kepemilikannya secara signifikan dengan menambah sekitar 2,16 miliar lembar saham BKSL senilai kurang lebih Rp307,14 miliar. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan naik dari sekitar 3,97% menjadi 5,26%.

Namun, pada 17 Desember 2025, sebagian saham dilepas sekitar 541,41 juta lembar, sehingga porsi kepemilikan sempat turun menjadi 4,94%. Sehari berselang, Samuel Sekuritas kembali meningkatkan eksposurnya dengan memborong sekitar 569,45 juta lembar saham BKSL pada harga Rp133 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp75,73 miliar. Langkah ini kembali mengerek kepemilikan menjadi 5,27%.

Seluruh rangkaian transaksi tersebut dilakukan dalam skema repurchase agreement (repo), yakni mekanisme pinjaman dana dengan jaminan saham. Transaksi repo ini bersifat kepemilikan langsung, tidak mengubah struktur pengendalian, dan tidak menjadikan Samuel Sekuritas sebagai pengendali BKSL.

Fundamental BKSL Menguat Sepanjang 9M2025

Di luar dinamika perdagangan saham, kinerja keuangan BKSL sepanjang sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan perbaikan yang solid. Perusahaan pengembang kawasan mandiri Sentul City seluas sekitar 3.100 hektare ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp836,97 miliar hingga September 2025, melonjak 96,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan pendapatan tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan laba. Laba tahun berjalan meningkat 186,22% secara tahunan menjadi Rp74,15 miliar. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik 161,4% secara year on year menjadi Rp71,94 miliar per kuartal III/2025.

Pertumbuhan pendapatan BKSL terutama ditopang oleh penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen yang melonjak hingga 183,85% secara tahunan dengan kontribusi mencapai Rp648,72 miliar. Selain itu, segmen hotel, restoran, dan taman hiburan turut menyumbang Rp135,85 miliar, disusul segmen pengelolaan kota dengan kontribusi Rp52,41 miliar.

Daya Tarik Proyek Hunian dan Generasi Muda

Kinerja positif tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap proyek-proyek hunian BKSL di kawasan Jawa Barat. Sejumlah klaster seperti Spring Valley Extension, Centronia Residence, Spring Residence, Spring Garden, hingga Saffron Noble Apartment masih tersedia dan terus menunjukkan tingkat penyerapan pasar yang sehat.

Menariknya, mayoritas pembeli berasal dari kelompok usia di bawah 43 tahun. Tren ini mencerminkan kuatnya minat generasi muda dan keluarga muda terhadap konsep hunian bernuansa resort yang ditawarkan Sentul City, sekaligus memperlihatkan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis properti BKSL.

Dengan kombinasi likuiditas saham yang tinggi, pergerakan investor institusi, serta fundamental keuangan yang membaik, saham BKSL kini kembali masuk radar pelaku pasar sebagai salah satu emiten properti yang layak dicermati menjelang pergantian tahun.

 

Posting Komentar

0 Komentar