Ticker

4/recent/ticker-posts

BlackRock & Vanguard Borong Saham PGAS, Harga Melonjak 21% YtD — Masih Menarik Dibeli?

Daftar Isi [Tampilkan]

 

JAKARTA — Aksi borong investor global terhadap saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kian masif hingga akhir Februari 2026. Sejumlah manajer investasi kelas dunia seperti BlackRock Inc. dan The Vanguard Group Inc. tercatat terus menambah kepemilikan mereka di emiten gas pelat merah tersebut.

Seiring akumulasi tersebut, saham PGAS bergerak menguat. Hingga pukul 10:38 WIB, Kamis (26/2/2026), PGAS naik 1,31% ke level Rp2.320 per saham. Secara year to date (YtD), saham ini sudah melonjak 21,47%.

Sentimen utama yang mendorong penguatan adalah ekspektasi imbal hasil dividen yang menarik, ditambah karakter defensif bisnis gas bumi di tengah volatilitas pasar.

 

BlackRock Tambah 22,82 Juta Saham di Kuartal I/2026

Berdasarkan data Bloomberg, BlackRock — pemegang saham terbesar kedua PGAS setelah Pertamina — memborong 11 juta saham sepanjang Februari 2026.

Kepemilikannya kini mencapai 417,26 juta lembar, naik dari 406,26 juta lembar pada akhir Januari. Secara kumulatif sepanjang kuartal I/2026, BlackRock telah mengakumulasi 22,82 juta saham, dari posisi akhir 2025 sebesar 394,44 juta lembar.

Langkah ini mempertegas keyakinan investor institusi global terhadap fundamental dan prospek dividen PGAS.

 

Vanguard, State Street hingga American Century Ikut Akumulasi

Tak hanya BlackRock, Vanguard juga menambah 153.088 saham sepanjang Februari 2026. Total kepemilikannya kini menjadi 377,49 juta lembar, dari 377,34 juta lembar pada bulan sebelumnya. Sepanjang Januari–Februari 2026, Vanguard telah mengakumulasi 5,75 juta saham.

Sementara itu:

  • State Street Corp berbalik arah dengan membeli 1,25 juta saham pada Februari, sehingga kepemilikan naik menjadi 75,13 juta lembar.
  • American Century Cos. mencatat akumulasi jumbo 64,50 juta saham, dari hanya 2,53 juta menjadi 67,04 juta lembar.
  • Neuberger Berman Group LLC tercatat masuk pertama kali bulan lalu dengan pembelian 48,55 juta saham.

Masuknya dana asing skala besar ini menjadi sinyal kuat bahwa PGAS masuk radar global fund sebagai saham defensif berbasis dividen.

 

Konsensus Analis: Mayoritas Rekomendasi Beli

Dari 23 sekuritas yang meliput PGAS:

  • 12 analis (52,2%) rekomendasi buy
  • 10 analis (43,5%) rekomendasi hold
  • 1 analis (4,3%) rekomendasi sell

Target harga rata-rata 12 bulan berada di Rp2.074,62 — yang saat ini sudah terlampaui oleh harga pasar Rp2.320.

 

JP Morgan: PGAS Safe Haven di Tengah Volatilitas

Dalam riset bertajuk Indonesia Energy and Utilities (18 Februari 2026), analis JPMorgan Chase & Co. yang dipimpin Arnanto Januri menilai PGAS prospektif karena menawarkan dividen menarik dalam denominasi dolar AS.

JP Morgan mencatat rata-rata nilai transaksi harian (ADTV) PGAS mencapai US$5 juta, menjadikannya cukup likuid sekaligus defensif saat pasar bergejolak.

Meski ada risiko intervensi pemerintah terhadap harga gas campuran LNG, JP Morgan menilai potensi risikonya terbatas mengingat dominasi pangsa pasar PGAS yang memberi kekuatan pricing.

JP Morgan memberikan rating overweight dengan target harga Rp2.220.

 

Ajaib Sekuritas: PGN Tulang Punggung Transisi Energi

Dalam riset terpisah, analis Ajaib Sekuritas menilai PGN tetap relevan sebagai operator dominan transmisi dan distribusi gas nasional.

Gas bumi diposisikan sebagai bahan bakar transisi penting di tengah percepatan energi baru terbarukan (EBT). Dengan pasokan domestik mengetat, porsi LNG diperkirakan naik menjadi 18%–20% dari bauran pasokan PGN pada 2026.

Strategi blending gas pipa dan LNG dinilai mampu menjaga average selling price (ASP) tetap kompetitif sekaligus mempertahankan margin.

Ajaib merekomendasikan buy dengan target harga Rp2.500.

 

Apakah Saham PGAS Masih Menarik?

Dengan kenaikan 21% YtD, pertanyaan investor kini: apakah masih ada ruang kenaikan?

Beberapa poin kunci:

  1. Dividen menarik dalam dolar AS
  2. Bisnis defensif berbasis kebutuhan energi domestik
  3. Arus kas relatif stabil
  4. Didukung akumulasi dana institusi global

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko regulasi harga gas dan volatilitas nilai tukar.

 

Aksi borong BlackRock dan Vanguard memperkuat sentimen positif terhadap saham PGAS. Dengan dukungan konsensus analis dan karakter defensif bisnis gas, PGAS dinilai menjadi salah satu pilihan saham energi yang relatif aman di tengah pasar yang fluktuatif.

Bagi investor Receh.in, strategi yang bisa dipertimbangkan adalah mencermati momentum koreksi sebagai titik masuk, sembari memperhitungkan potensi dividen dan risiko regulasi ke depan.

 

Posting Komentar

0 Komentar