Ticker

4/recent/ticker-posts

ACES Awali 2026 Positif, Ekspansi Gerai dan Merek NEKA Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Daftar Isi [Tampilkan]


 

Emiten ritel peralatan rumah tangga PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membuka tahun 2026 dengan sinyal pemulihan kinerja. Hal ini tercermin dari peningkatan same store sales growth (SSSG) pada awal tahun setelah sempat tertekan sepanjang 2025.

Kinerja yang mulai membaik tersebut berpotensi berlanjut sepanjang tahun ini. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi utama, mulai dari ekspansi jaringan gerai, optimalisasi operasional toko, hingga pengembangan merek baru NEKA yang menyasar segmen pasar berbeda.

 

SSSG Mulai Pulih di Awal 2026

Analis Panin Sekuritas, Novi Vianita, mencatat bahwa ACES mencatat SSSG sekitar 1% pada awal 2026 dengan pendapatan indikatif mencapai sekitar Rp775 miliar menjelang periode Tahun Baru Imlek dan Lebaran.

Menurutnya, pemulihan tersebut didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Peningkatan trafik pengunjung toko
  • Strategi promosi yang lebih agresif
  • Dampak positif dari rebranding AZKO

Rebranding ini dilakukan sejak awal 2025 setelah perseroan meninjau ulang perjanjian waralaba dengan perusahaan ritel asal Amerika Serikat, ACE Hardware.

“Pemulihan mulai terlihat pada awal tahun, didorong perbaikan traffic, promo, dan meredanya kekhawatiran inflasi,” ujar Novi dalam risetnya.

 

Kinerja 2025 Sempat Tertekan

Sebelumnya, sepanjang 2025 kinerja ACES mengalami perlambatan. Panin Sekuritas mencatat penjualan indikatif sekitar Rp8,6 triliun, atau hanya tumbuh 1,9% secara tahunan.

Namun, SSSG justru turun hingga -4,2%.

Penurunan tersebut dipicu oleh:

  • Pelemahan belanja konsumen kelas menengah atas
  • Proses rebranding merek AZKO
  • Ketidakpastian ekonomi global

Padahal pada tahun tersebut ACES telah membuka 27 gerai baru, tetapi ekspansi tersebut belum mampu sepenuhnya menahan penurunan performa gerai lama.

 

NEKA Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Salah satu strategi utama ACES untuk memperkuat pertumbuhan adalah pengembangan merek baru NEKA yang menyasar segmen menengah ke bawah.

Menurut data Panin Sekuritas, performa NEKA terus menunjukkan tren positif sejak September 2025.

Beberapa indikator awal yang cukup menjanjikan antara lain:

  • Sekitar 5.000 SKU produk tersedia
  • Didominasi produk kebutuhan rumah tangga dengan harga ekonomis
  • Average basket size sekitar Rp75.000
  • Target transaksi rata-rata Rp80.000–Rp100.000

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi penetrasi ke segmen pasar baru mulai membuahkan hasil.

 

Risiko dari Kenaikan Harga Energi

Di sisi lain, ACES juga menghadapi potensi tekanan eksternal dari kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.

Lonjakan harga energi berpotensi memicu inflasi yang dapat menekan daya beli konsumen, terutama pada segmen barang discretionary seperti produk rumah tangga.

Analis Indo Premier Sekuritas, yaitu Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan, menilai kenaikan harga minyak yang berlangsung lama bisa berdampak negatif pada SSSG emiten ritel.

Menurut analisis sensitivitas mereka:

  • Penurunan SSSG 1% dapat menekan estimasi laba ACES sekitar 3,8%
  • Dampaknya lebih besar pada PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

 

Prospek SSSG Kuartal I/2026

Meski ada risiko dari kenaikan harga energi, Indo Premier Sekuritas tetap memperkirakan kinerja ACES akan membaik pada awal tahun.

SSSG perseroan pada kuartal I/2026 diproyeksikan dapat mencapai mid-single digit growth, lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2025 yang hanya tumbuh 2,2%.

Momentum konsumsi selama periode Lebaran dinilai menjadi salah satu pendorong utama pemulihan tersebut.

 

Saham ACES Menarik karena Dividen Tinggi

Selain prospek pemulihan operasional, saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk juga dinilai menarik bagi investor karena memiliki dividend yield yang relatif tinggi.

Menurut data RHB Sekuritas Indonesia, saham ACES memiliki imbal hasil dividen sekitar 7%.

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya, menyebut saham dengan dividend yield tinggi cenderung menarik di tengah ketidakpastian pasar.

RHB Sekuritas memberikan:

  • Rating: Buy
  • Target harga: Rp510 per saham

Strategi dividen tinggi ini membuat ACES masuk dalam daftar saham defensif bersama sejumlah emiten lain seperti PT AKR Corporindo Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, serta PT Astra Otoparts Tbk.

 

Kinerja awal 2026 menunjukkan sinyal pemulihan bagi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.

Beberapa katalis utama yang berpotensi menopang pertumbuhan ke depan antara lain:

  • ekspansi gerai, khususnya di luar Jawa
  • pengembangan merek NEKA
  • pemulihan konsumsi menjelang Lebaran

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati risiko eksternal seperti kenaikan harga energi yang berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan penjualan ritel.

 

Posting Komentar

0 Komentar