Ticker

4/recent/ticker-posts

Alfamart (AMRT) Tuntaskan Buyback Rp812 Miliar, Amankan Harga Saham di Level Rp1.877

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Di tengah tekanan hebat yang melanda pasar modal awal tahun 2026, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) atau Alfamart mengambil langkah tegas. Pengelola jaringan ritel raksasa milik taipan Djoko Susanto ini resmi merampungkan aksi pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Langkah ini diambil manajemen untuk memberikan bantalan bagi harga saham AMRT yang sempat terseret sentimen negatif pasar dan dinamika kebijakan ritel domestik.

 

Rincian Aksi Buyback Saham Alfamart 2026

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (9/3/2026), proses buyback ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, tepatnya sejak 8 Desember 2025 hingga berakhir pada 6 Maret 2026.

Berikut adalah poin-poin utama dari aksi korporasi tersebut:

  • Total Dana yang Dihabiskan: Rp812,46 miliar (sekitar 54% dari pagu maksimal Rp1,5 triliun).
  • Jumlah Saham yang Dibeli: 432.669.000 lembar saham.
  • Harga Rata-rata Pembelian: Rp1.877,8 per saham.
  • Persentase Saham: Mencapai 0,01% dari total 41,52 miliar saham beredar perseroan.

Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, menyatakan bahwa skema buyback ini dilakukan tanpa melalui RUPS, mengacu pada POJK 13/2023 yang mengizinkan perusahaan melakukan pembelian kembali dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

 

Strategi di Balik Penurunan Harga Saham 27%

Sejak awal tahun 2026 (YtD), harga saham AMRT tercatat melemah cukup dalam hingga 27% ke level Rp1.435. Tekanan ini disinyalir muncul akibat sentimen negatif pada IHSG serta munculnya kebijakan Koperasi Merah Putih yang mempengaruhi lanskap ritel modern.

Langkah buyback di harga rata-rata Rp1.877 menunjukkan bahwa manajemen percaya nilai intrinsik Alfamart sebenarnya jauh di atas harga pasar saat ini. Aksi ini memiliki tiga tujuan utama:

  1. Stabilisasi Harga: Menjaga agar harga saham tidak jatuh lebih dalam di tengah volatilitas pasar.
  2. Kepercayaan Investor: Menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang tetap solid.
  3. Fleksibilitas Modal: Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri, yang bisa dijual kembali saat harga mencapai nilai optimal jika perusahaan membutuhkan tambahan modal di masa depan.

 

Prospek Fundamental Alfamart

Meskipun harga saham sedang tertekan, secara operasional Alfamart tetap merupakan pemimpin pasar di sektor minimarket Indonesia. Dengan ribuan gerai yang tersebar hingga ke pelosok, daya tahan bisnis Alfamart terhadap inflasi dan perubahan daya beli masyarakat dinilai cukup mumpuni.

Penyelesaian buyback ini memberikan pesan kuat kepada para pemegang saham bahwa perseroan memiliki likuiditas kas yang sangat sehat untuk mengintervensi pasar saat diperlukan.

Tips untuk Investor AMRT:

  • Pantau Saham Treasuri: Perhatikan kapan perusahaan memutuskan untuk melepas kembali saham treasuri ini ke publik.
  • Cermati Sentimen Ritel: Pantau terus perkembangan kebijakan Koperasi Merah Putih yang bisa memengaruhi margin keuntungan emiten ritel.
  • Valuasi Jangka Panjang: Dengan harga pasar (Rp1.435) yang saat ini berada di bawah harga rata-rata buyback perusahaan (Rp1.877), ini bisa menjadi indikator bagi investor untuk mengevaluasi kembali potensi upside saham AMRT.

 

Posting Komentar

0 Komentar