FlashNews

8/recent/ticker-posts

Analis Ramai-Ramai Rekomendasikan Beli Saham Telkom (TLKM), Potensi Naik 30% Ditopang Dividen Jumbo

Daftar Isi [Tampilkan]

 


Saham PT Telkom Indonesia Tbk kembali menjadi sorotan analis pasar modal. Setelah kepastian pembagian dividen untuk tahun buku 2025, banyak analis melihat prospek saham dengan kode TLKM masih menarik dalam 12 bulan ke depan.

Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun Bloomberg, mayoritas analis memberikan rekomendasi beli terhadap saham Telkom. Hal ini menunjukkan bahwa TLKM masih dianggap sebagai salah satu emiten defensif dengan kombinasi dividen tinggi dan potensi kenaikan harga saham.

 

Mayoritas Analis Rekomendasikan Beli

Dari total analis yang memantau saham Telkom, sekitar 69% memberikan rekomendasi beli, sementara 31% lainnya menyarankan hold. Tidak ada analis yang memberikan rekomendasi jual terhadap saham ini.

Konsensus target harga saham TLKM dalam 12 bulan ke depan berada di sekitar Rp4.041 per saham. Jika dibandingkan dengan harga saham saat ini yang berada di kisaran Rp3.100, maka saham Telkom masih memiliki potensi kenaikan sekitar 30%.

Sejumlah sekuritas global maupun domestik juga mempertahankan pandangan positif terhadap saham ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • CGS International
  • Mandiri Sekuritas
  • UBS
  • Citigroup

Mayoritas lembaga tersebut memberikan target harga di kisaran Rp4.000 hingga Rp4.100 per saham.

 

Ada Target Harga hingga Rp5.100

Beberapa analis bahkan memberikan proyeksi yang lebih optimistis. Analis dari Indo Premier Sekuritas, Aurelia Amanda, memberikan target harga tertinggi untuk TLKM di level Rp5.100 per saham.

Sebaliknya, proyeksi paling konservatif datang dari analis Morgan Stanley, Dawei Lee, yang menetapkan target harga sekitar Rp3.200 per saham.

Rentang target harga tersebut menunjukkan bahwa meskipun prospeknya positif, sebagian analis tetap berhati-hati terhadap potensi pergerakan saham di tengah dinamika industri telekomunikasi.

 

Dividen Jumbo Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu faktor utama yang membuat TLKM tetap menarik adalah kebijakan pembagian dividen yang konsisten tinggi.

Pada tahun buku 2024, Telkom membagikan dividen dengan dividend payout ratio sebesar 89% dari laba bersih. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp21,04 triliun atau setara Rp212,5 per saham.

Sementara pada tahun buku 2023, rasio pembagian dividen berada di 72%, dengan total dividen Rp17,68 triliun atau sekitar Rp178,5 per saham.

Dengan kebijakan pembagian dividen yang besar ini, TLKM diperkirakan mampu mempertahankan dividend yield yang kompetitif dibandingkan emiten lain di pasar saham.

 

Kinerja Keuangan Masih Mengalami Tekanan

Meski prospek saham dinilai positif, kinerja keuangan Telkom dalam beberapa periode terakhir masih menghadapi tekanan.

Hingga kuartal III 2025, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp15,78 triliun, turun sekitar 10,69% secara tahunan dibandingkan Rp17,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan juga sedikit menurun menjadi Rp109,61 triliun dari sebelumnya Rp112,22 triliun.

Pendapatan Telkom masih didominasi oleh beberapa segmen utama, antara lain:

  • Data, internet, dan layanan IT: Rp64,8 triliun
  • IndiHome: Rp19,73 triliun
  • Interkoneksi: Rp7,1 triliun
  • SMS, fixed, dan cellular voice: Rp6,7 triliun
  • Jaringan dan layanan telekomunikasi lainnya: Rp11,27 triliun

Dua segmen utama Telkom mengalami penurunan, yaitu bisnis layanan legacy yang turun sekitar 15%, serta segmen data, internet, dan IT service yang melemah sekitar 4,6%.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi berbagai beban operasional seperti biaya pemeliharaan jaringan, penyusutan aset, hingga biaya karyawan yang cukup besar.

Meski demikian, kombinasi dividen jumbo, posisi sebagai market leader, dan potensi kenaikan harga saham membuat TLKM tetap menjadi salah satu saham yang banyak dipantau investor di pasar modal Indonesia.

 

Posting Komentar

0 Komentar